Mari Rayakan Hujan dengan Puisi

Rabu tanggal 29 November 2017, pukul 19.00 hingga pukul 22.00 di Kedai Kalimetro. Kami mengundang kawan-kawan untuk hadir. Kali ini kita akan membuat hujan dari puisi. Penyair Budhi Setyawan akan menemani. Ia akan berbagi proses kreatif dan akan membaca puisi. Kawan-kawan yang hadir dan berkenan, juga bisa turut membaca puisi.

Hujan kerap membuat kita malas beranjak untuk keluar rumah, kamar atau warung kopi. Hujan bagi sebagian orang dianggap masalah. Bagi kebanyakan lainnya, hujan berarti berkah. Bagi sepasang asmara yang terpaut jarak dan waktu, hujan membawa kerinduan. Sedang untuk mereka yang sendirian menatap cangkir kopi, hujan turun bersama kenangan. Singkatnya, satu hujan beragam makna dan keunikan.

Para penyair kerap mengubah hujan menjadi puisi. Salah seorang penyair yang lahir di Purworejo Jawa Tengah dan besar di Jakarta, Budhi Setyawan, menulis puisi tentang hujan. Tulisanya:

Buah Hujan

hujan pun runtuh dari dahan dahan awan
membawa pesan haru jantung laut
selepas melewati udara kota desa dan hutan
menyadap bermacam kisah yang membuat waktu hanyut

lapis kelopak kenangan perlahan membuka dan mekar
seperti tersentuhi pekabaran, panggilan nyanyian surga
yang mencurah mencipta sajak dalam arus memusar
menyuburkan kata kata yang menggelombang cahaya

mengapa doa doa bumi telah memanggilnya turun
karena mimpi api telah terlampau kuasa menjalar
maka pohon langit melepaskan ranum buah rimbun
sebelum semesta menyerpih terhampar terbakar
Jakarta, 2014

Sudah banyak puisi ditulisnya dan tersebar di media, dan juga terkumpul dalam beberapa buku. Salah satunya dalam buku Sajak-sajak Sunyi.

Rabu tanggal 29 November 2017, pukul 19.00 hingga pukul 22.00 di Kedai Kalimetro. Kami mengundang kawan-kawan untuk hadir. Kali ini kita akan membuat hujan dari puisi. Penyair Budhi Setyawan akan menemani. Ia akan berbagi proses kreatif dan akan membaca puisi. Kawan-kawan yang hadir dan berkenan, juga bisa turut membaca puisi.

Mari kita rayakan hujan puisi ini. Agenda ini terselenggara berkat kerjasama Pelangi Sastra Malang, Komunitas Kalimetro dan Terakota.id.

Baca juga :  Jejak Peristiwa dalam Bidikan Jurnalis Foto dari Barat Kalimantan

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini