Mari Ngakak Bareng Paitun, Partai Kartunis Ngalam

mari-ngakak-bareng-paitun-partai-kartunis-ngalam
Koordinator Partai Katunis Ngalam (Paitun) Sawir Wirasto bersama pegiat antikorupsi Luthfi J Kurniawan menyerahkan buku pameran saweran kartun 2018 kepada Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto : dokumentasi Paitun).

Terakota.id—Tersenyum, Wali Kota Malang menerima sebuah buku berisi katalog dan kegiatan pameran kartun antikorupsi 2018 saweran kartun. Buku berisi dokumentasi foto dan karya kartun yang diproduksi para kartuns Malang, Yogyakarta dan Jakarta. Buku diserahkan koordinator Partai Kartunis Ngalam (Paitun) Sawir Wirasto.

Sawir bertemu Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan pameran serupa bakal dilangsungkan di Balai Kota Malang 31 Oktober-2 November 2019. Sawir menegaskan saweran kartun bakal diselenggarakan rutin saban tahun. Melibatkan kartunis dari Malang, Yogyakarta dan Jakarta.

Wali Kota Malang Sutiaji merespons positif pameran kartun antikorupsi tahun lalu. Sutiaji mengusulkan penutupan pameran dilangsungkan akhir pameran diselenggarakan di ruang publik. Alun-alun Merdeka Kota Malang menjadi pilihan . Agar masyarakat ikut terlibat dan membangun kesadaran antikorupsi.

mari-ngakak-bareng-paitun-partai-kartunis-ngalam
Wali Kota Malang Sutiaji melihat buku pameran saweran kartun 2018 yang diserahkan Koordinator Partai Katunis Ngalam (Paitun) Sawir Wirasto bersama pegiat antikorupsi Luthfi J Kurniawan . (Foto : dokumentasi Paitun).

“Orang bisa nimbrung. Disertai diskusi santai. Pejabat publik tak bisa dipisahkan dengan masyarakat,” katanya saat menemui panitia saweran kartun 2019 di Balai Kota Malang, Kamis 17 Oktober 2019. Selain itu diharapkan pelajar juga terlibat menerima pendidikan antikorupsi sejak dini. Pendidikan antikorupsi, katanya, harus dilakukan sejak dini.

Untuk itu, pameran kartun harus melibatkan para pelajar. Mulai pelajar Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas. “Generasi muda penting diberi pendidikan antikorupsi sejak dini,” katanya.

Lantaran generasi mudah kelak bakal menjadi pemimpin masa depan. Jika semangat antikorupsi ditanamkan sejak dini, diharapkan mereka menjadi bagian dari barisan gerakan antikorupsi. Sehingga gerakan lebih luas dan masif. Apalagi Sutiaji telah mengeluarkan peraturan Wali Kota Malang Nomor 45 tahun 2019 tentang Implementasi Pendidikan Antikorupsi.

Sawir menjelaskan pameran kali ini turut mengundang para kartunis muda untuk terlibat, menjaring bibit karunis berbakat. Kartunis di Kota Malang mencapai masa keemasan saat media cetak tengah moncer pada 1980 sampai 1990. Terutama didukung koran Suara Indonesia terbitan Malang. Karya kartunis Malang yang tergabung dalam Ngalam Kartun Klub (Ngakak) tampil secara rutindi Suara Indonesia.

mari-ngakak-bareng-paitun-partai-kartunis-ngalam
Panitia pameran saweran kartun 2019 bertemu Wali Kota Malang Sutiaji di Balai Kota Malang. (Foto ; dokumentasi Paitun).

Saat itu, katanya, kartunis bergairah untuk terus berkarya memproduksi beragam kartun yang kocak namun tetap menyampaikan kritik tajam. Namun, setelah Suara Indonesia gulung tikar para kartunis mulai surut. Seiring meredupnya bisnis media cetak. Belakangan muncul kartunis yang menampilkan karya tak di surat kabar namun memanfaatkan media sosial.  Salah satunya instagram.

Sawir berharap kartunis muda semakin berkibar menyampaikan kritik tajam dengan menangkap fenomena sosial di lingkungan sekitar. Pada pameran kali ini Sawir mengajak kartunis untuk merespon persoalan yang ada di sekitar kita. Terutama persoalan korupsi.

“Tema pameran kali ini negeri topeng monyet,” kata Koordinator Paitun, Sawir Wirasto. Kartun, katanya, menjadi sarana menyampaikan kritik dengan jenaka. Pihak yang dikritik tak tersinggung, bahkan kadang tersenyum. Saweran kartun 2019 ini menjadi ajang pendidikan antikorupsi melalui seni.

Pengunjung mengabadikan karikatur yang di pajang dalam pameran Kartun Anti Korupsi dengan ponselnya di Balaikota Malang Jawa Timur (02/10). Pameran tersebut sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat sekaligus upaya perlawanan terhadap korupsi. Terakota.id/Aris Hidayat

Pameran kartun bakal dilangsungkan rutin setiap tahun. Tahun lalu, katanya, melibatkan sekitar 30 kartunis dengan 80 karya.  Di sela-sela pameran bakal dilangsungkan pendidikan antikorupsi yang dilakukan Malang Corruption Watch (MCW). Serta talkshow mencegah korupsi yang akan dihadiri Wali Kota Malang. Selain itu, juga ada orasi budaya yang akan disampaikan budayawan dan akademikus.

Kartun antikorupsi ini diharapkan menjadi bagian gerakan antikorupsi. Serta melibatkan masyarakat agar menjadi gerakan bersama melawan korupsi. Korupsi, katanya, merupakan kejahatan luar biasa yang mengganggu pranata sosial.

 

2 KOMENTAR

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini