Marching Menuju Maut, Kisah Perjalanan The Brandals

Iklan terakota

Terakota.ID—Mau tahu perjalanan The Brandals? Band yang memiliki sejumlah lagu hits sejak 2000-an ini hadir dalam Film dokumenter berjudul Marching Menuju Maut. Film ini merangkum sejak awal The Brandals terbentuk sampai era 2012-an. Menampilkan sisi The Brandals yang liar tanpa sensor. Film karya sutradara Faesal Rizal ini digarap mulai 2007 hingga 2012 silam.

Dengan footage penampilan band yang akan membuat kita seolah melintasi zaman dan merasakan bagaimana The Brandals bertumbuh seiring perubahan zaman. Film dokumenter ini, menampilkan para personeldan mantan personel The Brandals, seperti Eka Annash (vokal), Radit Syaharzam (bass), PM Mulyadi (gitar), alm Rully Annash (drum), Tony Dwi Setiaji (eks gitar), Bayu Indrasoewarman (eks gitar) dan Doddy Wiyono (eks bass).

Termasuk sejumlah orang-orang dekat, mulai manajer hingga pengamat musik, juga ikut bersuara di dalam film dokumenter Marching Menuju Maut. Film merangkum perjalanan satu dekade pertama The Brandals mulai 2001 sampai album DGNR8 (2011).

Pada 28 Juli 2023 lalu, sejumlah lagu dari album terbaru Era Agressor bisa didengar di berbagai platform streaming digital. Album Era Agressor disebut-sebut sebagai album yang paling tajam, mengkritisi beragam masalah di sekitar kita. Lewat album ini, The Brandals mencoba menyuarakan suara hati rakyat. Menyampaikan kritik sosial dengan lantang dan tajam, tanpa kompromi.

Album ini menghadirkan berbagai isu, mulai dari perpecahan akibat pemilihan presiden hingga kasus-kasus kekerasan yang sering terjadi dalam konteks militer, agama, dan antar golongan. Beragam drama dan peristiwa sosial politik yang telah terjadi di Indonesia terangkum di dalam Era Agressor.

Retorika dan Suara Rumah Rakyat merupakan lagu yang mewakili suara rakyat tentang kondisi akhir-akhir ini. Selain membingkai kondisi sosial politik di album Era Agressor, The Brandals juga menyisipi album itu dengan pengalaman hidup para personelnya di 10 tahun terakhir. Mereka telah melewati jatuh bangun untuk bisa bertahan hingga kini.

Bagi penikmat musik yang baru mengenal mereka, perlu mengintip kembali bagaimana awal mula band ini dikenal hingga akhirnya dicintai banyak orang. Meski berusia 20 tahun lebih, kamu akan dengan mudah mengenal The Brandals lewat film dokumenter ini.

Apakah The Brandals yang dulu tetap seperti The Brandals yang sekarang, yang lantang bernyanyi mewakili suara rakyat? Kamu bisa mendapatkan jawabannya dengan menonton film dokumenter Marching Menuju Maut, yang tayang di Bioskop Online. Cukup membeli tiket seharga Rp 15 ribu, penonton akan menyaksikan bagaimana para personel The Brandals bertumbuh, dari band anak sekolah, hingga band yang sempat menjadi salah satu band Raja Pensi pertengahan 2000-an. Pembelian tiket film dokumenter ini bisa lewat website www.bioskoponline.com atau melalui aplikasi Bioskop Online yang bisa diunduh di App.