Marak Perburuan, Dua Jenis Burung Mulai Langka di Malang

marak-perburuan-dua-jenis-burung-mulai-langka-di-malang
Salah satu burung yang bisa diamati di kawasan P-WEC. (Foto : Dokumen P-WEC).

Terakota.id–Dua jenis burung mulai sulit dijumpai di kawasan pinggiran Malang. Menyusul perburuan di alam secara besar-besaran. Kedua jenis burung yang menghilang antara lain burung kacamata (Zosterops palpebrosus) dan bentet kelabu (Lanius schach). Fakta ini terungkap dalam pengamatan burung di Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang yang dilakukan aktivis PROFAUNA Indonesia.

“Padahal pada 2000 sampai 2005 mudah menjumpai burung kacamata dan bentet kelabu di sini,” kata  aktivis PROFAUNA Indonesia, Made Astuti, Selasa 28 Mei 2019. Pengamatan dilakukan di kawasan Petungsewu Wild Education Center (P-WEC) sebuah pusat pendidikan satwa liar yang dikelola PROFAUNA Indonesia. Sejak marak penangkapan burung di alam, katanya, ia tak pernah melihat kedua jenis burung. Made mengamati burung di alam sejak 1996.

Perburuan berlangsung lantaran permintaan kedua jenis burung ramai di pasar burung. Selain itu, juga karena marak lomba burung berkicau di Malang. Sehingga permintaan tinggi, menyebabkan perburuan burung di alam terus melonjak. Kawasan Petungsewu merupakan habitat penting bagi berbagai jenis burung. Tim P-WEC dan Birding East Java sampai bulan Mei 2019 menemukan 48 jenis burung.

Pecinta burung mengamati aneka jenis burung di kawasan P-WEC. (Foto : P-WEC).

Keragaman jenis burung tidak terlepas dengan keragaman tumbuhan di P-WEC. Sebanyak 100 jenis tumbuhan tumbuh di P-WEC. Tak heran jika burung suka menetap atau sekedar mencari makan di P-WEC. Made Astuti yang juga Direktur P-WEC selain kedua jenis burung yang sulit ditemui di alam, juga ada beberapa burung lain yakni cabak maling (Caprimulgus macrurus) dan paok pancawarna (Pitta guajana). Burung cabak maling merupakan burung yang aktif di malam hari dan pemakan serangga.

Sementara keluarga elang dan alap-alap sering dijumpai. Tercatat tujuh jenis elang dan alap-alap antara lain sikep madu asia (Pernis ptilorhynchus}, elang ular bido (Spilornis cheela), elang alap cina (Accipiter soloensis), elang hitam (Ictinaetus malayensis), elang brontok (Spizaetus cirrhatus), alap-alap layang (Falco cenchroides) dan alap-alap sapi (Falco moluccensis).

Selain itu jenis burung yang ditemukan antara lain kangkok besar (Cuculus sparverioides), wiwik kelabu (Cacomantis merulinus), kedasi australia (Chrysococcyx basalis), kadalan birah (Phaenicophaeus curvirostris), bubut jawa (Centropus nigrorufus). Cekakak jawa (Halcyon  cyanoventris), sepah hutan (Perirocrotus flammeus), pelanduk topi hitam  (Pellorneum capistratum), pelanduk semak (Malacocincia sepiarium),  cinenen jawa (Orthotomus sepium), perling kumbang (Aplonis panayensis) dan prenjak padi (Prinia inornata).

P-WEC dan Birding East Java mengembangkan pengamatan burung di alam atau birding. Wisata birdingdiharapkan membantu melestarikan burung di alam.

Baca juga :  Harum Kopi Jogomulyan

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini