Makna Keluarga Bahagia dalam Kolase Seni Pertunjukan

Penonton bebas menafsirkan isi pertunjukan, seperti apa konsep keluarga bahagia. …...tak pernah benar-benar ada keluarga yang bahagia.

Kelompok Sagaloka menampilkan pementasan teater berjudul Konsep Kolase Keluarga Bahagia dalam Parade Teater Saling Kunjung Dewan Kesenian Malang, (Terakota/ Wulan Eka)

Terakota.idSeorang lelaki berbaju putih melangkahkan dengan kaki pincang. Sembari tertunduk ia mengucap keras-keras kata “tiga juta”, “tiga juta empat ratus”, tiga juta”. Sesekali tangannya terulur ke lantai, seolah meraih sesuatu. Padahal kosong.

Tak sendirian, di sampingnya tampak pula seorang perempuan bungkuk melakukan hal serupa. “Enam puluh”, “tujuh puluh empat”, “sembilan puluh”.

Pertemuan sepasang suami istri yang diiringi taburan nominal angka membuka pementasan teater berjudul Konsep Kolase Keluarga Bahagia. Kelompok Sagaloka tampil dalam gelaran Parade Teater Saling Kunjung Dewan Kesenian Malang, yang berlangsung 1 – 8 April 2021.

Ditampilkan potongan-potongan kisah tentang keluarga dalam satu pertunjukan berdurasi sekitar 40 menit. Pengikatan sepasang insan dalam tali keluarga, kehadiran buah hati, kebahagiaan, pertengkaran, angka-angka dalam rumah tangga, perselingkuhan, perebutan ditampilkan dengan gamblang melalui adegan, dialog, dan dramatisasi di atas panggung. Disajikan juga kritik sosial, fenomena pengkhutbah yang membicarakan kebajikan, ternyata dirinya sendiri yang berlaku kebalikan.

“Karena konsep dan ide tentang keluarga sendiri berasal dari semua pemain (aktor), maka keluarga tak ditampilkan secara linear, namun secara kolase,” ujar Doni Kus Indarto selaku ketua kelompok Sagaloka.

Doni Kus menambahkan pertunjukan Konsep Kolase Keluarga Bahagia ini tak berada di bawah arahan sutradara. Kolaborasi bersama antara pemain. Mulai dari tema, riset, hingga brainstorming pengalaman masing-masing tentang keluarga dilakukan dalam diskusi.

“Menyusun naskah teater hingga latihan untuk pertunjukan selama dua bulan. Seminggu tiga kali para pemain berkumpul di Dewan Kesenian Malang,” ujar Doni Kus.

Perempuan dalam Lingkaran Keluarga

Terdapat tiga tokoh perempuan yang sentral dalam pertunjukan ini, ibu (juga seorang istri), Perempuan Idaman Lain (PIL) dan anak perempuan. Dinamika kehidupan perempuan digambarkan melalui ketiga tokoh.

Peneliti seni pertunjukan dan dramatug tari Malang Renee Sariwulan menuturkan ia langsung teringat film Ibunda karya Teguh Karya setelah menonton sajian Konsep Kolase Keluarga Bahagia ini. “Film yang menempel terus pada saya hingga hari ini, meski Teguh Karya tak sevulgar pementasan hari ini,” ujar Renee.

Penonton diberikan kebebasan menafsirkan keluarga bahagia dalam pertunjukan Kelompok Sagaloka dalam pementasan teater berjudul Konsep Kolase Keluarga Bahagia di Dewan Kesenian Malang, (Terakota/ Wulan Eka)

Menurutnya di antara perdebatan antara menitikberatkan pada nilai atau manusia dalam sebuah naskah pertunjukan, nilai memegang pokok permasalahan. “Ibu menjadi peredam, pembawa nilai. Manusia-manusia zaman sekarang ketika berhadapan dengan ibu menjadi cooling down, ada sesuatu yang teredam, meski ibu tak bicara apa-apa,” ujar Renee.

Dalam pertunjukan Konsep Kolase Keluarga Bahagia ini menurutnya ibu mampu meredamkan konflik,meski tanpa banyak dialog. Anak perempuan mewakili kondisi lain perempuan. Acapkali perempuan memilih jadi pihak yang bungkam. Seperti si anak, bahkan ketika ia mengetahui perselingkuhan ayahnya dengan PIL.

Sisi lain perempuan juga ditampilkan melalui tokoh PIL. Digambarkan seperti stereotype perempuan penggoda yang beredar dalam masyarakat, PIL ditampilkan dengan mengenakan pakaian ketat, sepatu boots, dengan tata rias mencolok. Berlenggak-lenggok mendekati tokoh laki-laki beristri.

“Mengangkat pelakor (perebut laki orang) terperanguh dari drama Korea, The World of the Mariage. Mayoritas dari kami nontonnya itu, secara tak langsung ngaruh ke naskah teater,” ujar Doni Kus memaparkan.

Doni Kus mengakui bahwa fenomena PIL atau pelakor ini nyata dalam kehidupan sehari-hari. Bukan tokoh yang dimunculkan secara ngawang-ngawang. Melalui pertunjukan bertema keluarga ini, Doni Kus ingin menyampaikan pesan jika tak pernah benar-benar ada keluarga yang bahagia.

“Keluarga bahagia itu seperti apa, setiap pemain (aktor) sebagai penyusun naskah, memiliki tafsir yang berbeda, mereka berada di keluarga bahagianya masing-masing,” ujar Doni Kus.

Penonton diberikan kebebasan menafsirkan isi pertunjukan, seperti apa konsep keluarga bahagia. Sutradara film Mahesa Desaga yang malam itu menjadi narasumber diskusi menyatakan seperti film yang menawarkan ruang untuk menyajikan ide-ide, gagasan, atau mempertanyakan sesuatu, ruang pertunjukan semacam teater akan memunculkan bentuk yang menghadirkan imajinasi atas realitas yang ada dalam masyarakat. Teater menyajikan drama yang menampilkan tokoh dengan nilai yang dibawanya dalam panggung.

“Pelakor dalam rumah tangga masa kini tak harus diwujudkan dalam sosok manusia. Teknologi mampu merebut perhatian manusia masa kini, android. Di Jepang misalnya, objek penarik seksual beralih ke teknologi AI (Artificial Intelligence), kecerdasan buatan,” ujar Mahesa Desaga memberikan pandangannya.

Kelompok Sagaloka, Ruang Eksplorasi Seni

Sagaloka dibentuk 2018 sebagai ruang eksplorasi seni, khususnya seni peran atau teater. Kelompok ini berawal dari diskusi-diskusi perteateran. Diinisiasi oleh Doni Kus Indarto bersama beberapa seniman teater lainnya, FN Bagaskara, Ronald, Udin, Ela, dan Mahesa Desaga.

Eksplorasi dan pengembangan metode baru dalam latihan keaktoran, cerita, hingga konsep pertunjukan dikembangkan kelompok ini. Inilah mengapa Sagaloka menyebut kelompok mereka sebagai laboratorium seni.

Kelompok Sagaloka menampilkan pementasan teater berjudul Konsep Kolase Keluarga Bahagia dalam Parade Teater Saling Kunjung Dewan Kesenian Malang, (Terakota/ Wulan Eka)

“Penggiat teater yang tergabung dalam kelompok ini membutuhkan ruang berkesenian yang tak berpatok pada penonton, meski tak menampik penonton menjadi aspek penting sebuah pertunjukan teater,” ujar Doni Kus.

Hingga kini Sagaloka telah membuat tiga kali pertunjukan, dua pertunjukan secara daring ditayangkan melalui akun Youtube SAGALOKA.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini