Tembok Cina, salah satu destinasi favorit yang dikunjungi pelancong. (Permata Ariani/Terakota)
Iklan terakota

Terakota.id—Bagi pelancong yang menyukai sejarah klasi, Beijing menjadi tempat yang tepat untuk dikunjungi. Kota tua di Beijing menyimpan sejarah perkembangan budaya dan perabadan dari masa ke masa. Kota terbesar kedua di Cina setelah Shanghai ini menjadi pusat pemerintahan kekaisaran Cina sejak ribuan tahun lalu. Saat ini Beijing merupakan pusat pendidikan, kebudayaan dan politik di Cina. Tak heran Beijing menjadi salah tujuan utama wisatawan dari seluruh penjuru dunia.  Berikut lima destinasi yang layak dikunjungi di Beijing.

The Palace Museum

Berkunjung ke Beijing tidak lengkap rasanya, jika melewatkan tempat wisata yang satu ini. The Palace Museum yang dikenal sebagai Forbidden City merupakan merupakan istana kaisar di zaman Dinasti Ming dan Dinasti Qing. Keduanya merupakan Dinasti terakhir dalam sejarah kekaisaran China. Ini merupakan destinasi wajib bagi wisatawan yang tertarik dengan sejarah kekaisaran China.

Dibutuhkan waktu selama 2 sampai 3 jam untuk mengelilingi istana seluas  720 ribu meter persegi. Di mata saya tempat ini terlihat seperti kota pribadi sang kaisar. Forbidden City menyimpan furnitur bersejarah seperti singgasana sang kaisar, ada perpustakaan pribadi dan tempat belajar, rumah untuk ibu dan permaisuri, taman, dan bahkan galeri seni pribadi.

Untuk buah tangan, wisatawan tak perlu khawatir ada banyak gerai yang menjual cinderamata khas Cina. Meliputi buku panduan wisata, kaus, baju tradisional Cina, giok, kipas, pernak-pernik lucu atau kartu poker bergambar kaisar-kasiar Cina.

The Summer Palace

(Permata Ariani/Terakota)

Seperti namanya, The summer palace merupakan istana khusus sang kaisar saat musim panas. Harga tiket masuk tempat sebesar 60 RMB atau sekitar Rp.100 ribu. Meski harus merogoh kocek cukup dalam, tapi saya tidak menyesal karena tempat ini memang layak dikunjungi.

Di dalam istana ini, terdapat sebuah danau buatan yang sangat indah lengkap dengan pulau kecil di tengahnya. Pengunjung bisa dapat menyewa sepeda air untuk mengelilingi danau buatan. Sepeda air berpenumpang empat orang cukup membayar 40 RMB untuk berkeliling selama satu jam.

Temple of heaven

Temple of heaven menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup terkenal di Beijing. Berupa altar tempat pemujaan sang kaisar kepada dewa. Dahulu, keluarga kaisar datang setahun dua kali. Berdoa untuk memohon hujan dan mengadakan syukuran atas melimpahnya hasil panen. Untuk memasuki tempat ini Anda harus mengeluarkan uang sebesar 35 RMB setara dengan Rp60 ribu.

Temple of heaven ini tergolong istimewa, banyak aktivitas masyarakat setempat dilakukan di sana. Ada sebuah koridor pengunjung bisa melihat sejumlah pria dewasa duduk meriung bermain mahjong, sedangkan ibu-ibu berkumpul membuat kerajinan tangan dari sulaman benang. Kerajinan  ini dijual kepada para wisatawan. Tak ketinggalan, ada sejumlah orang lanjut usia yang tengah bersama-sama berlatih taichi.

Setelah melewati koridor itu, kita akan tiba di sebuah bangunan kuil yang sangat megah. Kuil peninggalan dinasti Qing, yang berjuluk the hall of prayer for god harvest. Kuil ini dihiasi banyak ornamen ukiran. Setiap ornament memiliki makna. Bangunan dengan atap bersusun tiga ini ditetapkan oleh organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan UNESCO sebagai world heritage site pada 1998.

Selain bangunan kuil, echo wall juga cukup menarik perhatian wisatawan. Seperti namanya, bangunan ini merupakan sebuah bangunan bisa memantulkan suara. Suara kita bakal terdengar di sudut bangunan lain jika kita berteriak di dekat dinding bangunan. Namun ketika saya berkunjung, kedua sudut bangunan sudah ditutup pagar. Ada noda hitam di permukaan dinding, menurut pemandu wisata dinding menghitam karena terlalu banyak orang berteriak. Sehingga pengelola memutuskan memasang pagar di sudut bangunan untuk mencegah wisatawan berteriak menguji echo wall.

The Great Wall

Megah dan indah, begitulah saat saya menyaksikan tembok raksasa Cina. Tak salah jika tembok Cina ditetapkan sebagai tujuh keajaiban dunia.  Bangunan tembok berdiri memanjang melewati hamparan bukit. Naik, turun dan berkelok mengikuti kontur daerah perbukitan. Saat kita memanjat tembok, terjadi pemandangan yang menakjubkan. Hamparan perbukitan yang ditumbuhi aneka jenis pepohonan perdu, hijau menghampar luas.

Tembok membentang sepanjang 5.500 mil melewati 10 Provinsi. Banyak pedagang cinderamata dan buah-buahan yang bakal menyambut setiap wisatawan. Dari pusat kota Beijing dibutuhkan waktu selama dua jam menumpang bus menuju tembok raksasa Cina.

Silk Market

(Permata Ariani/Terakota)

Puas menapaki sejarah klasik Cina, waktunya berbelanja. Tak perlu takut berbelanja cinderamata menguras isi dompet. Untuk mendapatkan barang harga murah di Beijing, Anda wajib mengunjungi Silk Market. Sebuah pertokoan yang menyediakan aneka jenis cinderamata dan barang bermerek, pengunjung bisa menawar harga.

Para pedagang fasih berbahasa Inggris, sebagian bahkan bisa berkomunikasi dalam bahasa Indonesia.  Jadi tak perlu khawatir berkomunikasi dalam proses tawar-menawar harga. Pedagang umumnya menawarkan harga tinggi, jadi tak perlu ragu segera tawar dengan harga lebih rendah. Jika pandai menawar, Anda bisa mendapatkan barang dengan harga seperlima dari harga yang ditawarkan.

Perlu diingat, barang yang dijajakan burang barang asli atau original. Sejumlah barang yang dijajakan merupakan barang imitasi.  Berbagai barang imitasi dengan merek global terlihat  di sana, ada Nike, Adidas, Mulberry dan banyak merek terkenal lainnya. Khusus untuk tas imitasi dengan merek sekelas Louis Vuitton dan Prada tak ada barang yang dijajakan di etalase. Calon pembeli hanya melihat catalog, setelah dipilih, harga cocok maka pedagang akan memberikan barang dagangannya. (PA)

 

1 KOMENTAR

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini