Lika-Liku Mengusir Sampar

Terakota.idSelama 10 bulan kita berjibaku melawan penyebaran sampar di Kota Malang. Berbagai langkah dan strategi diterapkan. Mulai menerapkan protokol kesehatan, menyalurkan bantuan sosial, hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Penanganan medis bagi pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 juga dilakukan di sejumlah rumah sakit rujukan.

Sepanjang 2020, Pemerintah Kota Malang mengalokasikan anggaran penanganan COVID-19 hingga Rp 286,1 miliar. Duit disebar ke berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan sampai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dana miliaran juga dialokasikan untuk program jaring pengaman sosial yang disalurkan ke sejumlah OPD. Antara lain Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata serta Dinas Perhubungan.

Anggaran yang besar tak berbanding lurus dengan laju mencegah penularan COVID-19. Seolah semakin menjadi, kini setiap hari puluhan orang terinfeksi COVID-19. Seolah semakin menjadi. Layanan kesehatan di Rumah Sakit rujukan juga terbatas. Jumlah petugas medis dan fasilitas pelayanan juga tak sebanding dengan jumlah pasien yang terinfeksi.

Masalah lain, pendataan pasien antara rumah sakit swasta, puskesmas dan Dinas Kesehatan tak sinkron. Fenomena itu berpotensi besar menghasilkan ledakan kasus COVID-19. Apalagi tim medis di fasilitas kesehatan layanan dasar tak sepenuhnya memadai. Jumlah tenaga kesehatan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang pada 2018 sebanyak 1.263 dokter (umum dan spesialis) dan perawat 3.028. Seluruhnya tersebar di fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit.

Kini, seolah kita kalah dengan penyakit yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina.  Kita tak pernah belajar dari sejarah, bagaimana wabah pes menyebar di Malang. Ribuan jiwa melayang, akibat penyakit yang ditularkan melalui kutu tikus.

Untuk itu, Terakota.id menurunkan laporan yang terbagi mendalam dalam tiga seri. Menyajikan laporan secara utuh, bagaimana lika-liku melawan sampar di Kota Malang. Untuk menghadirkan laporan ini, jurnalis Zainul Arifin harus berburu data dan dokumen. Menganalisis dan memilah data yang diperoleh. Serta mewawancarai sejumlah narasumber terdiri atas otoritas yang terkait penanganan pandemi COVID-19.

Kami berharap laporan ini menjadi refleksi penanganan COVID-19 di Kota Malang. Agar pemangku kepentingan menerapkan langkah dan strategi jitu untuk menangkal agar COVID-19 tak menyebar semakin meluas. Akhirnya, selamat membaca dan mari bersama-sama mencegah penularan sampar di Kota Malang.

 

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini