Libur Natal dan Tahun Baru, Penumpang Kereta Diprediksi Naik 4 Persen

PT KAI Daop 8 Surabaya mengerahkan tenaga keamanan sebanyak 727 personil. untuk menjaga angkutan Natal dan tahun Baru. (Foto : PT KAI Daop 8 Surabaya).

Terakota.id–Libur natal dan tahun baru di depan mata. Untuk melayani libur natal dan tahun baru PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daeraj Operasional (Daop) 8 Surabaya  menyiapkan 78 perjalanan kereta api penumpang. Total tersedia 828.324 seat tempat duduk.

Meliputi 8 KA jarak jauh/ menengah jenis kereta kelas Luxury + Eksekutif, dengan 59.184 tempat duduk, 14 KA jarak jauh/menengah jenis kereta kelas campuran tersedia 143.712 tempat duduk, 9 KA jarak jauh/menengah jenis kereta kelas ekonomi, kapasitas 127.548 tempat duduk.

Serta 22 KA lokal kapasitas 297.000 tempat duduk, 20 KA kereta diesel dengan total tempat duduk 147.200, dan lima  KA jarak jauh/menengah tambahan terdiri atas dua  kereta eksekutif, lima kereta campuran, dan satu kereta ekonomi, total tempat duduk tersedia 53.640 seat.

“Masa angkutan natal dan tahun berlangsung selama 18 hari. Mulai 19 Desember 2019 sampai 5 Januari 2020,” kata Juru bicara Suprapto dalam siaran pers yang diterima Terakota.id.

Diperkirakan semasa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), jumlah pengguna jasa layanan kereta api di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya mencapai 778.198 orang atau naik sebesar 4 persen. Dibanding 2018 berjumlah 749.770 orang. Diprediksikan puncak penumpang terjadi pada Sabtu, 21 Desember 2019 sebesar 49.402 penumpang.

Untuk mengantisipasi kejadian alam ini, telah disiapkan manajemen risiko alat material untuk siaga (Amus). (Foto : PT KAI Daop 8 Surabaya).

Wilayah kerja PT KAI Daop 8 meliputi 52 stasiun di Jawa Timur. Terbentang dari lintas utara di Stasiun Tobo, lintas selatan di Stasiun Wilingi, dan Lintas tengah Mojokerto. Panjang rel 530 kilometer. Terdapat sejumlah titik jalur rel yang rawan banjir dan longsor. Sebanyak 17 titik yang menjadi pantauan potensi banjir dan longsor.

Jalur antara Stasiun Tanggul Angin dan Stasiun Porong menjadi titik yang paling fokus diwaspadai. Untuk itu, telah dilakukan perbaikan dan penguatan pendukung pondasi tubuh badan rel. Serta menambah tenaga pemeriksa jalur rel atau petugas penilik jalur rel ekstra sebanyak 32 personil.

Untuk mengantisipasi kejadian alam ini, telah disiapkan manajemen risiko alat material untuk siaga (Amus). Disediakan di empat titik strategis antara laun Stasiun Babat, Stasiun Mojokerto, Stasiun Bangil dan Stasiun Wlingi. AMUS terdiri atas peralatan pemelihara jalur rel seperti mesin pemadat tubuh rel dan eskavator, material dan personil siaga 24 jam.

PT KAI Daop 8 Surabaya menambah petugas penjaga pelintasan sebanyak 89 petugas. Saat ini, ada total 568 titik pelintasan di wilayah Daop 8 Surabaya. Terdiri atas 130 titik dijaga petugas, 34 titik dijaga pihak Dishub / swasta, dan 404 titik tidak terjaga. Suprapto mengimbau masyarakat tentang agar mematuhi rambu lalu lintas untuk mencegah kecelakaan.

PT KAI Daop 8 Surabaya mengerahkan tenaga keamanan sebanyak 727 personil. Terdiri atas tenaga keamanan internal PT KAI sebanyak 591 personil dan tenaga pengamanan eksternal sebanyak 136 personil.

Juga disiapkan 62 unit lokomotif berbagai jenis dan 393 gerbong kereta berbagai jenis. Sebanyak 62 unit sarana lokomotif tersebut terdiri dari 16 unit jenis CC 201, 10 unit CC 203 dan 36 unit CC 206.

 

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini