Leuhang, Sauna ala Urang Sunda

leuhang-sauna-ala-urang-sunda
Terapi Leuhang di Saung Leuhang, Dago. (Foto : Basuki Rachmat).,

Oleh : Neng Eri Sofiana*

Terakota.idUrang Sunda (orang Sunda), adalah orang yang berdasarkan sosial budaya atau sekelompok orang yang dibesarkan dalam lingkungan sosial budaya Sunda. Serta berdasarkan keturunan atau hubungan darah jika orang tuanya baik ibu atau bapak ataupun keduanya adalah orang Sunda. Dalam hidupnya menghayati serta mempergunakan norma dan nilai budaya Sunda. Provinsi Jawa Barat dan Banten dikenal sebagai tempat asal atau lahirnya urang Sunda. Biasa dikenal dengan sebutan Tanah Sunda, Tatar Sunda, Pasundan, Tanah Pasundan, Parahyangan dan Priangan.

Urang Sunda dikenal biasa mengonsumsi dedaunan tertentu sebagai hidangan atau lalapan. Mengonsumsi dedaunan selain menambah cita rasa makanan, lalapan mempunyai berbagai manfaat. Nenek moyang urang Sunda mempunyai cara efektif dalam mengatasi demam dan flu yang menyerang tubuh dengan mengonsumsi dedaunan tertentu atau obat herbal.

Urang Sunda juga memiliki metode pengobatan alternatif dengan teknik Leuhang. Efektif untuk mengobati demam dan flu. Leuhang bisa dikatakan sebagai sauna ala Sunda, karena setelah di-leuhang, tubuh mengeluarkan keringat. Sauna atau mandi uap biasa menggunakan arang, dan serat. Namun lain dengan sauna ala urang Sunda.

Untuk memulai Leuhang dibutuhkan panci, kompor dan gas, selimut tebal sebanyak 4 sampai 5 buah, jojodog atau kursi kecil dan sarung. Serta beberapa lembar daun honje, daun kluwih, daun sirsak dan daun jambu air. Dedaunan yang sudah disiapkan direbus hingga mendidih, hasil rebusan yang mendidih disimpan di depan kursi pendek. Sedangkan orang yang sakit demam dan flu cukup duduk di kursi dan hanya mengenakan sarung dan selimut untuk menutupi tubuh dan panci yang berisi air rebusan.

Cukup duduk di kursi selama sekitar satu ham. Maka, akan menghasilkan sensasi yang luar biasa. Uap panas dan aroma wangi dari rebusan efektif menurunkan demam dan flu yang menyerang. Sesuai pengalaman saya, setelah melakukan sauna ala Sunda, tubuh menjadi lebih segar dan bugar kembali.

Saat itu saya sedang mengalami demam dengan suhu 38 derajat celsius, namun Leuhang suhu tubuh turun menjadi 35 derajat celsius. Ini membuktikan rebusan daun honje, daun kluwih, daun sirsak dan daun jambu air mampu menurunkan demam dan meredakan flu.

Honje atau kincung (Medan), kincuang dan sambuang (Minangkabau), siantan (Malaya), Daalaa (Thailand), Kecicang ( Bali). Daun honje biasa dikonsumsi menjadi berbagai hidangan atau dijadikan lalapan karena mengandung karbohidrat. Berdasarkan berbagai sumber, daun honje memang dapat menurunkan demam untuk semua usia.

Adapun manfaat daun honje lainnya adalah untuk menurunkan risiko kanker seperti kanker payudara, kanker usus, kanker rahim dan lainnya. Serta bermanfaat menjaga dan meningkatkan stamina, kebugaran dan kesehatan, menurunkan kolesterol, membantu penyembuhan diabetes dan darah tinggi, meningkatkan vitalitas, dan antioksidan.

Selain daun, bunga honje juga bisa mengobati campak dan bau badan. Sehingga bisa menjadi deodoran alami, dan dikonsumsi sebagai sirup. Selain itu batang muda atau yang biasa disebut bongkot kerap dipakai bahan baku sambal matah.

Sedangkan buah kluwih biasa disayur atau digoreng dan menjadi bahan pembuatan tepung dan roti. Daunnya bisa diolah menjadi minuman herbal atau jamu. Daun kluwih berbentuk menjari dan mengkilap, berwarna hijau muda dan hijau tua saat daun sudah tua.

Manfaat daun kluwih berkhasiat sebagai obat demam secara alami dan juga bisa mencegah stroke, obat gangguan pencernaan, menambah berat badan, obat mual, obat radang, obat nyeri. Baik nyeri di sendi, otot dan tulang, serta mengatasi anemia, obat stress, mencegah penyakit jantung, menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah, melancarkan oeredaran darah sehingga dapat mengatasi kram.

Buah sirsak atau disebut juga nangka atau durian Belanda mengandung banyak karbohidrat, vitamin B dan C. Adapun daunnya mengandung annoohexocin, anonol, acetagenins, annocatacin, anomurine dan annomuricin yang dapat mengobati kolesterol, obat kanker, diabetes, asam urat, paru-paru, kista ovarium, meningkatkan kesuburan, melancarkan sistem pencernaan. Serta obat nyeri punggung, eksim dan renatik, melegakan pernapasan, meredakan stress, menyehatkan kulit, memperkuat sistem kekebalan tubuh, meningkatkan energi.

Sedangkan jambu air atau Syzygium aqueum, daunnya terbukti efektif menurunkan panas. Selain itu aroma daunnya dapat menetralkan ketentraman dan menetralkan bau keringat juga sebagai obat mata dan pencernaan. Tidak hanya daun, namun biji, bunga, akar, batang hingga buahnya ini punya manfaat tersendiri seperti bijinya yang dikeringkan dan dihancurkan dapat dijadikan obat diare, asma dan menurunkan demam.

Sementara bunga jambu air dapat dijadikan obat pereda cacar air, dan batang kayunya mengatasi penyakit yang berhubungan dengan pernapasan. Meliputi asma, bronkitis hingga infeksi tenggorokan. Akarnya bisa digunakan sebagai obat penyakit epilepsi. Buahnya pun yang jika dikonsumsi secara rutin dapat mencegah pria terkena kanker prostat, melindungi wanita dari kanker payudara. Kaya vitamin dan mineral antara lain sodium, zat besi, pottasium, protein dan serat.

Pada saat pandemi COVID-19 merebak, leuhang juga dapat menjadi salah satu cara yang efektif dan ekonomis untuk meredakan demam dan flu.

*Mojang Sunda, tinggal di Ponorogo adalah. Seorang ibu satu anak yang duka menggeluti kebudayaan dan dunia hukum Islam

 

**Pembaca Terakota.id bisa mengirim tulisan reportase, artikel, foto atau video tentang seni, budaya, sejarah dan perjalanan melalui surel : redaksi@terakota.id. Tulisan yang menarik akan diterbitkan di kanal terasiana.

 

 

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini