Lestarikan Seni Tradisi, Lestarikan Sumber Air

Air yang mengalir dari Candi Sumberawan mengaliri sawah di candi, sebagian digunakan untuk memasuk kebutuhan air bersih warga melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Malang. Dalam mitos, air yang keluar dari Candi Sumberawan merupakan obat awet muda. 

Terakota.id–Pagelaran kesenian tradisi memeriahkan ritual patirtan dan sedekah bumi di Dusun Sumberawan. Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Ritual patirtan dan sedekah bumi diselenggarakan pada Sabtu 4 November 2017.

Mengenakan pakaian tradisi, mereka mengambil air suci yang keluar dari Candi Sumberawan. Rangkaian acara ini diselenggarakan di pelataran Candi Sumberawan dalam rangkaian  Kirab Budaya dan tumpeng. Tujuannya untuk selametan Patirtan Sumberawan.  Pawai, dan arak-arakan mengenakan pakaian tradisi keliling kampung.

Warga antusias menyambut atraksi budaya dan religi ini. Malamnya, digelar wayang sakral dengan lakon “jumenenge kiyai Lurah semar.” Diselingi beragam kesenian tradisi meliputi sendra tari beskalan putri, gambyong, jaranan, reog, singo dan tari kreasi baru.

“Menjaga seni tradisi sekaligus menjaga kelestarian sumberdaya alam karunia Tuhan,” ujar sesepuh desa Prosesor Juajir Sumardi dalam siaran pers yang diterima Terakota.id. Dia berharap sumber mata air yang melimpah keluar dari Candi Sumberawan dikelola sebagai berkah.

“Ruwatan dan sedekah bumi ini sebagai wujud bakti bahwa air adalah sumber kehidupan. Dari Sumberawan harus muncul generasi pewaris budaya,” ujarnya. Pelaku seni tari, Reni Kurniawati menuturkan jika kreasi seni budaya merupakan kreasi seni tari tematik dan budaya.  Menggambarkan suka cita masyarakat yang mencintai lingkungan.

Reni menjelaskan pementasan tari kreasi yang disuguhkan di sela pementasan wayang sakral tersebut. Pelaku seni budaya, katanya, adalah masyarakat sekitar yang menjaga merawat, mengelola dan memanfaatkan sumber air sumberawan sebagai sumber kehidupan.

Beragam kesenian mewarnai pagelaran wayang sakral di Sumberawan. (Foto : Dokumen Ki Demang).

Air yang mengalir dari Candi Sumberawan mengaliri sawah di candi, sebagian digunakan untuk memasuk kebutuhan air bersih warga melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Malang. Dalam mitos, air yang keluar dari Candi Sumberawan merupakan obat awet muda.

Baca juga :  Jeritan Jiwa Pekerja Freeport

“Sedekah bumi sekaligus usaha menjaga sumber mata air tetap lestari,” katanya. Candi Sumberawan terletak enam kilometer dari Candi Singhasari (Singosari). Berupa stupa atau  candi tunggal, mengalir air di sekitar candi untuk memenuhi kebutuhan warga.

Dikisahkan dalam Kitab Negarakertagama Candi Sumberawan pernah dikunjungi Raja Hayam Wuruk pada 1359 Masehi. Saat itu, tengah melakukan perjalanan keliling wilayah kekuasaannya. Saat itu, kawasan Candi Sumberawan berupa hutan belantara.

Hayam Wuruk menemukan beberapa sumber mata air yang memiliki aura. Lantas, dibangun Candi Sumberawan yang kemudian dikenal sebagai Kasurangganan atau padepokan. Istilah Kasurangganan sendiri cukup terkenal di Kitab Negarakertagama.

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini