Lestarikan Budaya, PSHT Cabang Malang Gelar Kejuaraan Silat

Terakota.id–Indonesia kaya akan budaya. Keragaman budaya yang kini hidup mewarnai perjalanan Bangsa Indonesia merupakan warisan dari masa lampau yang panjang. Bisa dikatakan, kebudayaan Indonesia berarti pula kebudayaan nusantara yang dilestarikan, dikembangkan, dan dihidupkan, mulai Indonesia berdiri, 17 Agustus 1945, hingga hari ini. Ki Hajar Dewantara menyebut bahwa kebudayaan nasional atau kebudayaan Indonesia merupakan puncak dari kebudayaan-kebudayaan daerah. Artinya, kekhasan kebudayaan daerah bersatu membentuk wajah kebudayaan nasional. Paham kesatuan teramat kental di sini.

Salah satu kebudayaan Indonesia yang memiliki akar sejarah cukup panjang dan berkembang hingga hari ini adalah Pencak Silat. Ia merupakan seni beladiri tradisional khas Nusantara. Seni beladiri ini bermula dari nenek moyang bangsa Indonesia untuk melindungi dan mempertahankan hidupnya. Baik itu untuk berburu, berperang, maupun mempertahankan diri dari tantangan alam.

Meski belum dapat dipastikan, Silat ditengarai telah berkembang di Indonesia sejak abad ke-7 Masehi. Seorang peneliti silat Donald F. Draeger mengatakan bahwa bukti adanya seni bela diri bisa dilihat dari berbagai artefak senjata yang ditemukan dari masa klasik (Hindu-Budha). Selain itu juga dapat ditemukan pada pahatan relief-relief yang berisikan sikap-sikap kuda-kuda silat di candi Prambanan dan Borobudur. Draeger dalam “Weapons and fighting arts of Indonesia,” menuliskan bahwa senjata dan seni beladiri silat tak terpisahkan, bukan hanya dalam olah tubuh saja, melainkan juga pada hubungan spiritual yang terkait erat dengan kebudayaan Indonesia.

Menariknya, tradisi silat setiap daerah berbeda-beda. Baik senjata, jurus, maupun makna spiritualnya. Karenanya, di Indonesia berkembang bermacam-macam aliran silat; Silat Minang, Cimande, Silat Cibeduyut, Silat Nampon, Silat Siwah Aceh, Silat Pangean Riau, dan sebagainya. Pada perkembangannya, aliran-aliran silat ini kemudian diserap dan dikembangkan menjadi perguruan-perguruan silat yang banyak sekali jumlahnya. Diantaranya: Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Perisai Diri, Merpati Putih, Setia Hati Winongo, Ikatan Kera Sakti, dan masih banyak lainnya.

Adalah Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), sebuah perguruan silat yang telah berdiri sejak tahun 1922. PSHT didirikan oleh seorang pahlawan perintis kemerdekaan (ditetapkan Pemerintah RI Tahun 1952) sekaligus aktivis Serikat Islam, Ki Hadjar Hardjo Oetomo. Ia menimba ilmu silat dari gurunya, Ki Ngabehi Ageng Soerodiwirdjo (Eyang Suro), pendiri Setia Hati. Karena niatan perjuangan dan mengembangkan, Hardjo Oetomo akhirnya memilih untuk mendirikan perguruan silat sendiri yang hari ini dikenal dengan nama PSHT.

Untuk melestarikan tradisi pencak silat sekaligus menjadi ajang pembibitan atlet pencak silat, PSHT rutin mengadakan kejuaraan-kejuaraan. Baik tingkat nasional, provinsi, maupun kota/kabupaten. Oleh karena itu, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Malang mempersembahkan “Kejuaraan Pencak Silat Invitasi Antar Ranting PSHT Se-Malang Raya 2017” dengan mengambil tema “Menumbuhkan Jiwa Patriotisme Melalui Pencak Silat.” Meski diutamakan bagi Ranting PSHT se-Malang Raya, namun kejuaraan ini juga terbuka bagi PSHT cabang lain yang tertarik untuk ikut serta.

Kejuaraan ini akan dilangsungkan pada tanggal 18-21 desember 2017, Bertempat di gedung Sasana Budaya universitas Negeri Malang.

Adapun Kategori yang di pertandingkan adalah sebagai berikut:

  • Usia Dini (tanding/TGR)
  • PraRemaja (tanding/Tunggal)
  • Remaja (tanding/tunggal)
  • Dewasa(tanding/tunggal)
  • Sedang kelas yang belum terdaftar akan di pertandingkan apabila di ikuti minimal 3 peserta.

Untuk Biaya pendaftaran:

  • FIGHT/TUNGGAL : 40.000,
  • GANDA : 45.000,
  • REGU : 50.000

Untuk batas konfirmasi pendaftaran terakhir tanggal 8 Desember 2017. Dan untuk daftar ulang terakhir tanggal 12 Desember 2017.

Yuk, bagi saudara-saudara PSHT di manapun berada mari ikut serta di kejuaraan ini.
.

 

Tinggalkan Pesan