Lebaran Monyet

Sejumlah perempuan membawa kendi untuk tempat air suci saat Grebek Tirto Aji di Sendang Widodaren Wendit, Malang, Jawa Timur 12 April 2018. Menurut cerita masyarakat Tengger, air yang terdapat di sendang Widodaren merupakan air resapan gunung Bromo dan Semeru. Terakota.id/Aris Hidayat

Terakota.id--Kapan lebaran monyet? Jangan tanyakan ke saya, tanyakan saja pada para monyet…hahaha. Kita sering mendengar ungkapan, “ntar lebaran monyet !”… apa sih artinya? Lebaran monyet adalah sebuah ungkapan yang bisa dimaknai sebagai sesuatu yang entah kapan bisa terwujud ataupun bisa terjadi.

Tetapi saat ini saya benar-benar akan mengajak kalian untuk mewujudkan lebaran monyet. Bagaimana caranya? Seperti kita ketahui bahwa Wendit adalah tempat wisata tertua di wilayah Malang.

Wendit diyakini telah ada sejak abad ke 10 pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Dan pada abad ke 14 pada masa Kerajaan Majapahit, Hayam Wuruk pernah berkunjung ke Wendit sebagaimana yang disebut dalam Kitab Negarakertagama.

Wendit disebut sebagai sebuah telaga yang indah. Air berwarna kebiruan. Di dalam terdapat bangunan candi bermekala dan sederet rumah yang indah. Kolam pemandian Wendit ini dulunya merupakan sebuah petirtaan suci.

Berdasarkan folklore, air di pemandian Wendit diyakini berasal dari empat sumber mata air, yaitu dari Gunung Arjuno, Gunung Semeru, Gunung Bromo dan Gunung Kawi. Pertemuan dari ke empat sumber mata air tersebut adalah Sendang Widodaren yang berada di Wendit.

Air dari Sumber Widodaren dianggap suci. Suku Tengger setiap kamis pahing bulan Rajab dalqm penanggalan Jawa mengadakan ritual Grebeg Tirto Aji yaitu mengambil air dari Sendang Widodaren untuk dibawa pulang agar ladangnya subur dan panen berlimpah. Untuk menjaga kesucian Sendang Widodaren diutuslah ratusan kera untuk melindungi sumber mata air di Sendang Widodaren Wendit.

Koloni monyet ekor panjang di Taman Wisata Wendit. (Terakota/Restu Respati)

Sejak pendemi covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia, dan termasuk pula Malang Raya, semua tempat wisata ditutup. Tak terkecuali tempat wisata Wendit. Lalu bagaimana nasib dan keberadaan monyet-monyet yang ada di taman rekreasi Wendit? Bagaimana makan mereka yang selama ini menggantungkan dari pengunjung? Apakah mereka kelaparan?

Pada tahun-tahun sebelum pendemi covid-19 melanda, momen Idul Fitri merupakan puncak kunjungan wisatawan ke Wendit. Ini berlangsung selama sepekan sampai perayaan Lebaran Ketupat. Untuk memanfaatkan momen ini, saya mengajak kalian semua untuk bermurah hati dan meluangkan waktu memberi makan monyet-monyet di Wendit.

Inilah yang saya maksud dengan Lebaran Monyet. Kita berlebaran dengan monyet. Tentu saja dengan tetap menjalankan himbauan pemerintah. Tidak perlu beramai-ramai datang ke Wendit. Cukup per individu atau perwakilan jika komunitas atau perusahaan.

Kegiatan ini sudah berjalan selama beberapa minggu. Tak kurang dari warga sekitar Wendit, warga di luar Wendit, maupun komunitas yang tergerak untuk menyumbang makanan berupa buah-buahan. Disaat kalian datang dan memberi makan para monyet, dokumentasikan dan sebarkan melalui media sosial apa saja.

Makanan atau buah-buahan dapat kalian kirim langsung ke : Mbak Rupiatin Juru Kunci Punden Mbah Kabul dan Sendang Widodaren Taman Wisata Wendit Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang

Salam Monyet,

Restu Respati
Jelajah Jejak Malang

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini