Kucur Siap Mempromosikan Potensi Desa

Kawasan Wisata Alam Lembah Gunung Sari, memiliki kolam renang untuk anak dan dewasa dengan air langsung dari sumber. (Foto : Wawan Yulianto).

Terakota.id–Di Lembah Gunung Sari yang teduh, 25 orang berkumpul di gazebo beratap ijuk bergaya Minang, Sabtu, 12 Juni 2021. Kawasan ini merupakan tempat wisata alam pemandian di desa Kucur, kecamatan Dau, kabupaten Malang. Pertemuan ini adalah “Pelatihan Tim Kreatif Promosi Potensi Desa.”

Meski senyum tertutup masker, sorot mata dan gerak-gerik menandakan peserta cukup antusias mengikuti  proses belajar bareng tersebut. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Ma Chung, Pemerintah Desa Kucur, dan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang.

“Kalau kita ingin berpromosi, pertama-tama mesti mengetahui seluk-beluk produk yang ingin dipromosikannya. Baik itu produk barang, jasa, maupun sebuah gagasan. Selanjutnya, kita juga perlu mengetahui keunggulan produk, serta manfaatnya bagi orang yang menggunakannya,” ujar Wawan Eko Yulianto, Ph.D., staf pengajar di program studi Sastra Inggris Universitas Ma Chung

Menurut Wawan, seringkali seseorang yang ingin menjual produknya terlalu terfokus pada produknya. Hal tersebut wajar, karena dia sangat mengenal produk tersebut. Namun, kebanyakan seorang pembeli lebih tertarik sebuah produk karena keunggulan dan bagaimana produk itu nanti akan bermanfaat baginya. Itulah yang perlu dibidik.

Mengetahui Audiens dan Branding

Kucur Siap Mempromosikan Potensi Desa. (Foto : Wawan Eko Yulianto).

Lebih jauh ditambahkan Aditya Nirwana, S.Sn., M.Sn., pentingnya mengidentifikasi audiens yang menjadi tujuan promosi sebuah produk tersebut. “Dengan mengenali siapa orang yang hendak kita sasar, kita bisa menentukan seperti apa citra yang ingin kita bentuk untuk produk kita ini,” tegas dosen Desain Komunikasi Visual Universitas Ma Chung ini.

Menurut Aditya, branding sebuah produk adalah juga bahasa yang dipakai untuk berkomunikasi dengan target sasaran promosi. Hal ini penting pertama-tama sebelum menuliskan sebuah teks promosi, baik itu yang disebarkan melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram maupun melalui pesan instan seperti Whatsapp.

Aditya menggambarkan, proses menuju penentuan branding dengan contoh-contoh menarik yang diakrabi oleh para peserta pelatihan. Berbagai produk mulai dari makanan sampai produk tata rias disebutkan oleh Aditya untuk membuat para peserta mengetahui pentingnya arti branding dalam membuat materi promosi.

Belajar di Lembah Rindang

Sejak pukul 15.45 WIB, hujan mengguyur di kawasan Lembah Gunung Sari. Terasa semakin teduh berkat pohon-pohon besar berusia puluhan tahun yang menaungi sumber air di lembah tersebut. Lembah Gunung Sari merupakan salah satu potensi alam, sekaligus ekonomi yang dikelola oleh BUMDES Kucur.

Tempat wisata ini, baru dikembangkan dalam dua tahun terakhir oleh Desa Kucur. Dalam perkembangannya, pemerintah Desa Kucur telah mengucurkan dana untuk menjadikan tempat yang awalnya hanya sumber air tempat memandikan ternak menjadi area wisata kolam air seperti saat ini. Ada dua kolam renang untuk anak-anak, satu kolam renang untuk orang dewasa yang tengah dibangun.

“Kami berharap bisa membantu memberitakan kepada khalayak lebih luas bahwa ada tempat wisata sebagus ini di sini,” kata Elsa, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang. Elsa dan timnya, membantu membuatkan akun IG untuk mempromosikan potensi ini.

Selain Lembah Gunung Sari, masih ada beberapa usaha di desa Kucur, baik usaha milik pribadi maupun dikelola BUMDES yang sangat layak dipromosikan lebih jauh. Baru-baru ini, Desa Kucur melalui Kelompok Tani Kopi ‘Republik Tani Mandiri’ (RTM) meluncurkan satu brand kopi bernama Kopi Koetjoer, yang memiliki varian robusta dan arabika. Selain itu, ada juga produk jeruk dengan berbagai varian hasil dari perkebunan di Kucur. Kepala Desa Kucur, Abdul Karim, mendukung sepenuhnya upaya mempromosikan berbagai potensi desa.

Kawasan Wisata Alam Lembah Gunung Sari, memiliki kolam renang untuk anak dan dewasa dengan air langsung dari sumber. (Foto : Wawan Eko Yulianto).

“Potensi kita di Kucur ini banyak sekali. Sayangnya, ada beberapa komunitas pengelola potensi tersebut yang belum terwakili hari ini,” kata Lika Bomantara, warga Kucur yang juga aktif ikut mengelola dan mempromosikan Lembah Gunung Sari. Selain bekerja sehari-hari sebagai guru MTS, Lika juga merupakan anggota Persatuan Pramuwisata Indonesia Malang. Selama pelatihan, Lika tampak tak henti-henti memberikan dorongan semangat bagi para peserta untuk ikut aktif saat sesi tanya jawab maupun diskusi.

Dua anggota tim dari Universitas Chung yang juga hadir adalah Melany Agustina, dosen Sastra Inggris konsentrasi Pariwisata, dan Sultan Rahmadianto, Kepala Program Studi Desain Komunikasi Visual. Kedua dosen ini yang merupakan anggota dari tim Pengabdian Masyarakat ini sangat berharap acara formal pertama dari seri pendampingan Tim Promosi Potensi desa ini berharap acara ini berdampak bagi perekonomian warga desa Kucur.

 

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini