Kreasi Font Aksara Daerah, Upaya Menjaga Aksara Nusantara  

“Di Indonesia ini banyak aksara nusantara, kenapa nggak kita bikin base yang mengulas banyaknya aksara itu”

Tangkapan layar beragam jenis font aksara nusantara di aksaradinusantara

Terakota.idDeretan aksara terpampang, dipajang di laman aksaradinusantara.com. Terdiri atas aksara Bali, aksara Batak, aksara Iban, aksara Incung, aksara Janggang-Janggang, aksara Jawa, aksara Kawi, aksara Lampung, aksara Lontara, aksara Lota, aksara Malesung, aksara Mbojo, aksara Minangkabau, aksara Pallawa hingga aksara Rejang.

Masing-masing aksara dibuat dengan beragam kreasi font. Bentuk aksara dalam seni rupa yang mempertimbangkan ukuran, berat, dan gaya pada typeface yang sama.

“Aksara nusantara dimasukkan ke ranah digital. Font yang tersedia secara digital untuk keperluan desain biar nggak itu-itu aja, seperti font aksara Jawa Hanacaraka di bawah papan nama jalan di Jogja dan Solo, kan itu font lama,” kata pendiri website aksaradinusantara.com Aldila Dwiki Himawan.

Ia menceritakan inspirasi awal menginisasi pembuatan webiste. Berawal dari perkumpulan virtual pecinta aksara daerah yang tergabung dalam grup Aksara di Nusantara di Facebook, Aldila Dwiki  bersama Aditya Bayu ngide membuat wadah diskusi mengulas aksara tersebut.

Pada 2015, komunitas pegiat aksara masih terpisah tiap daerah. Komunitas aksara Jawa, komunitas  aksara Sunda tercecer dalam beberapa grup di media sosial. Website aksaradinusantara.com awalnya dibuat untuk mengunggah bahan diskusi komunitas. Mengunggah tentang aksara nusantara  atau aksara daerah yang sebelumnya diunggah di Facebook.

“Setelah ada website, lama-lama ketemu teman-teman komunitas sejenis, banyak yang bergabung. Dibantu Mas Arif, pegiat aksara Jawa yang bisa membuat website, jadilah aksaradinusantara.com,” kata Aldila.

Programer aksaadinusantara.com, Arif Budiarto menceritakan komunitas aksara di beberapa grup Facebook digabungkan di Aksara di Nusantara agar bisa sharing informasi.  “Karena orangnya itu-itu aja,” ujarnya.

Setelah setahun para anggota komunitas merasa penggungaan website kurang efektif. Bahkan hanya mengarsipkan postingan media sosial. Pasalnya postingan masih bisa diakses di Facebook.

“Di Indonesia belum ada website khusus yang mengunggah aksara daerah atau aksara nusantara. Kebanyakan font aksara atau huruf latin. Website aksaradinusantara.com akan lebih produktif untuk mengunggah itu,” ujar Arif.

Beberapa font dapat diunduh gratis untuk digunakan komersial. Beberapa font ada tarifnya. Kebijkan hak cipta dan lisensi mengikuti standar yang ditetapkan masing-masing kreator, dicantumkan dalam webiste.

“Ketika akan download (unduh) font di website aksaradinusanta.com disediakan opsi berisi keterangan lisensi karya. Website hanya tempat yang memfasilitasi kreator, ketentuan terkait hak cipta diserahkan pada masing-masing kreatornya,” kata Arif.

Arif berasal dari komunitas aksara Jawa Sega Jabung. Ia bercerita minimnya variasi font aksara nusantara untuk keperluan desain.   Aksara Jawa yang terdiri atas banyak huruf, untuk pembelajaran dibutuhkan lebih banyak varian desain font.

“Desain poster, banner dan cover buku menggunakan font yang sama. Monoton dan membosankan ,” ujar Arif.

Arif sendiri mulai belajar kreasi font aksara daerah sejak 2015, setelah bertemu komunitas aksara. Tujuannya bergabung komunitas untuk saling berbagi ilmu. Menurutnya aksara Jawa membutuhkan lebih banyak varian bentuk. Terutama pada penulisan pasangan, sandangan.

Setali tiga uang, website aksaradinusantara.com menjadi wadah menghimpun kreator font aksara daerah. Mempertemukan para kreator yang awalnya mengunggah karya mereka di website pribadi dan grup-grup Facebook.

Kreator font terdiri atas anggota komunitas maupun kreator aksara daerah lain yang bergerak sendiri.  Proses kreatif pembuat font aksara daerah ada yang menggambar sketch (sketsa) secara manual lalu dipindai, kemudian diolah secara digital. Ada pula kreator yang langsung menggambar secara digital.

Dilansir dari website aksaradinusantara.com, pegiat aksara yang tergabung mencapai 70-an kreator. Kreator teraktif Ridwan Maulana dengan 17 font, Adipati Genk Kobra dengan 9 font, dan Arif Budiarto dengan 9 font.

Jenis Font di Website aksaradinusantara.com. Sumber Gambar – Facebook Aksara di Nusantara

Kini kreator font aksara daerah yang berminat menampilkan karyanya bisa langsung mendaftar dengan membuat akun di sebelah kanan atas website. Sedangkan pengguna font tinggal mengunduh masing-masing aksara.

“Melalui website ini digarapkan font aksara nusantara dapat dijangkau pengguna secara lebih luas, serta dapat menjaga kelestarian aksara nusantara,”  kata Arif Budiarto memungkasi wawancara.

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini