Kotbah Kepada Diri Sendiri

Oleh : Cak Ipan Tagem (Irfan AS)*

Terakota.id-Aku menyaksikan sorot memerah tua-bangka, dilumat bunga malam kuncup mekar, dari ritual kantuk mata yang dititip pada anak, sebelum hari-hari basi;

Aku mendengar mulut mencibir jatuh ke ubin merangkak ke dipan penjagalan patriot, menjelma angka merah di almanak, dan tersesat di semak kotoran telinga;

Aku menggerayangi setiap lekuk dan bulu-bulu halus seorang pelacur dengan gaun Polenesia, yang disablon darah cinta Sangkuriang, dibingkai pada ahistorisme Balai Pustaka;

Aku memulai mempersunting perih dalam iring-iringan keranda tua Desima, bulan madu gelisah di delman priyayi Gresik berlumur sperma dan ovum Dewan Kesenian Jakarta;

Aku mengunyah harapan manusia yang mengampas dari tragedi, Romusa dan seduhan penghianatan diturunkan dalam parade sejarah;

Aku merasai sukmaku menggigil dalam tangga nada rodi Belanda yang remas preman Batavia, dalam saputan kuas cat, kanvas pucat dan catatan bugil Doekoehwringin;

Aku mencium aroma anyir kebangsatan kolonial mengepul di kereta uap Batavia-Surabaya, bersama kecemburuan dan cinta tak berbalas, di cerobong baja Jatibarang;

Aku mengamati wajah-wajah meja juga kursi malam ini, sunyi diguyur liur dari cipratan percakapan manusia yang dikuasai bahasa ngawur hari ini.

Aku menyaksikan perih menanggalkan kutang yang melapisi hari-hari pesakitan, dalam sesatnya permenungan dan kemurungan langit dan bumi, mereka mendadak sufi;

Aku yakini ini adalah karya-karya agung dalam historia tragedi, dan hanya terjadi di bumi di mana kita saling melupakan.

Sampit, Januari 2021

Lahir di Gresik, 1984, mengawali proses kreatif di sanggar Teater Kramas Melati – SMA Muhammadiyah 4 Sidayu di era 2001-2006, mendirikan Teater Jalanan bersama kawan-kawan Speakers-G Gresik, Sempat bergabung bersama KOTA SEGER sebelum Hijrah ke tanah Dayak. Saat ini Aktif berproses Seni Teater dan Sastra di Kelompok Limbah Sastra, membina Sanggar Tjangkir Boedaja serta LINTAS Teater SMAN 2 Sampit, Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Daerah Kotawaringin Timur. Tinggal di Jl. Metromuara 1A no.15, Sampit Kotawaringin Timur.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini