KontraS, Munir Said Thalib dan Hukuman Mati

kontras-munir-said-thalib-dan-hukuman-mati

Terakota.id–Hukuman mati mejadi polemik, menjadi persoalan Hak Asasi Manusia (HAM). Mengingat hukuman mati langsung menyentuh hak paling mendasar dari manusia, yakni hak hidup. Hukuman mati dipandang sebagai penghilangan nyawa yang dilegalkan Negara, bukan sebuah penghukuman.

Ada empat film terdiri dari film dokumenter dan fiksi yang bisa memberi pandangan dan gambaran lebih luas mengenai hukuman mati. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) mengajak elemen masyarakat sipil di Malang bersama-sama menyimak dan mendiskusikan dalam acara “Pemutaran Film dan Pembacaan Dokumen TPF Munir.”

Sekaligus memperingati hari antihukuman mati diperingati setiap 10 Oktober. KontraS akan membacakan dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) Munir dalam rangka mengenang keberanian pejuang Hak Asasi Manusia Munir Said Thalib. Momen ini sekaligus menjadi sebuah teguran karena atas lambannya penanganan kasus Munir. Dokumen TPF Munir dibacakan perwakilan anak muda Kota Malang.

Mengundang teman-teman semua untuk hadir pada:

📆 : Rabu, 16 Oktober 2019
🕖 : 16.00 WIB – selesai
📍 : @kedaikopi_kalimetro
Jalan Joyosuko Metro No.42, Kota Malang

“Aku harus tenang walaupun takut. Untuk membuat semua orang tidak takut. Normal, sebagai orang ya pasti ada takut, nggak ada orang yang nggak takut,” kata mendiang Munir.

Munir juga menggambarkan perasaan para terpidana hukum mati. Apakah penghukuman ini benar-benar efektif? Atau hanya menghasilkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini