Konser Pak Tua, Temu Kangen dan Reuni Elpamas Formasi 1984

Terakota.id–Siapa yang tak tahu lagu “Pak Tua”? Bagi pecinta musik rock, pak tua seolah menjadi lagu wajib pada awal 1990-an. Pak tua merupakan salah satu lagu dalam album Tato yang diluncurkan Elpamas pada 1991. Lagu yang diciptakan Pitat Haeng meledak, enak didengar dan sarat kritik. Pitat Haeng merupakan nama samaran Virgiawan Listanto ‘alias’ Iwan Fals. Iwan sengaja menyamarkan namanya agar lagu itu tak dalam bayang-bayang nama Iwan Fals.

Rindu dengan lagu Pak Tua? Rindu dengan band Elpamas? Datang dan saksikan Konser Ex Elpamas di Anang Karaoke pada Sabtu 21 Juli 2018 mulai pukul 20.00 WIB. Komplit, semua personil hadir dan menyemarakkan konser reuni ini merupakan kali ke tiga. Setelah sebelumnya konser di Cibubur 18 Desember 2011 dan Amsterdam, Belanda 20 Februari 2016.

Bekas pemain bass Elpamas 1984 Didik Sucahyo yang tengah menetap di Belanda melawat ke Malang. Kehadiran Didik disambut bekas personil Elpamas lain Dullahgowie, Tony, Issom dan Didik Kompol. Mereka adalah personil awal Elpamas saat mengikuti Festival Rock Indonesia pertama pada 1984. Sedangkan Anthony sebagai manajer Elpamas.

Toto Tewel yang telah meluncurkan album Miberdhewen juga digandeg, konser reuni ini diatur sendiri oleh Dullahgowie. Reuni Elpamas ini terselenggara atas kerjasama dengan Museum Musik Indonesia (MMI). Dua band dari Malang bakal menjadi band pembuka. Yakni Black Stallion dan Evolution-X. Puncak acara, Toto Tewel bergabung bermain bersama Elpamas.

Reuni Elpamas akan me rindu pecinta music Indonesia,” kata Toto pada Terakota.id saat konser Miberdhewen di MMI, 10 Mei 2018.

Kiprah Arek Pandaan

Perjalanan karier Elpamas berliku dan menantang. Dibutuhkan kerja keras untuk mengikuti Festival Rock Indonesia 1984. Awalnya Elpamas sempat ditolak panitia karena berasal dari kota kecil Pandaan dianggap tak mampu mengikuti festival. Namun atas kegigihan manajer Elpamas Anthony berhasil meyakinkan panitia, Elpamas akhirnya bersaing sebagai peserta Festival Rock Indonesia 1984.

Hasilnya Elpamas Juara III di bawah Harley Angel dan LCC.  Lantas Elpamas mengikuti tour bareng promotor rock Log Zelebour. Setelah 30 tahun lebih, hasrat untuk reuni terbendung. Temu kangen sembari mengenang kejayaan masa lalu.

Elpamas tampil dengan formasi Didik Sucahyo (bass), Didik Kompol (gitar), Tony (drummer) dan dengan vokalis Dullahgowie. Issom (keyboard) telah meninggal beberapa tahun lalu. Posisi Issom digantikan Herlambang.

Mereka kini memiliki kiprah dan tinggal berjauhan. Didik Sucahyo memiliki sekolah musik dan aktif ngeband dengan The Raspers di Belanda. Didik Kompol lama tinggal di Australia, kini kembali tinggal di Malang. Sedangkan Tony tinggal di Surabaya dengan vokalis Dullahgowie.

Didik Sucahyo salah satu personil awal 1984. Usai merilis album Dongeng pada 1997, ia memilih hijar dan menetap di Belanda sampai sekarang. Elpamas menjuarai Festival Musik Rock Indonesia II pada 1985. Toto Tewel dalam festival itu dinobatkan tiga kali berturut-turut sebagai the best guitaris.

Elpamas mengoleksi lima album. Pertama Untukmu Generasiku (1989), Tato (1991), Bos-Makan Apa? (1993), Negeriku (1997), Dongeng (2000), dan 60Km/Jam (2003). Sepanjang bermusik Elpamas sering berganti vokalis. Namun Elpamas menunjukkan eksistensi sebagai salah satu grup rock papan atas Indonesia.

MMI mengapresiasi Elpamas yang lahir dari sebuah kota kecil. Band ini menginspirasi musisi dari kota kecil untuk berkiprah dan berkarya di dunia music. “Kota kecil, tepatnya kecamatan Pandaan tetapi mampu mengibarkan bendera di tingkat nasional,” kata Ketua MMI, Hengki Herwanto melalui siaran pers yang diterima Terakota.id.

Sebua Album karya Elpamas tersimpan di MMI. Termasuk lagu Pak Tua yang legendaris akan disajikan dalam konser ini. Sedangkan penampilan Evolution-X dan Black Stallion juga merupakan apresiasi MMI terhadap band lokal. Mengingat selama ini konser sering menghadirkan band dan penyanyi dari luar Malang.

Konser Pak Tua, katanya, merupakan bagian nostalgia bagi pecinta musik rock. Selain bisa menikmati lagu karya Elpamas, generasi 70an juga bakal menikmati lagu-lagu top hit dari Pink Floyd, ELP, Deep Purple, Rainbow dan Uriah Heep. Sedangkan generasi 80an ke atas disuguhi karya-karya Rush, Michael Jackson, Nirvana dan juga Van Halen.

Undangan bisa diperoleh di Museum Musik Indonesia di Jalan Nusakambangan 19 Kota Malang, telpon 0341 3012518.

Museum Musik Indonesia

Jalan Nusakambangan 19 Kecamatan Klojen Kota Malang 65117

Phone 0341- 3012518.

WA: 08113402929 (Ketua MMI, Hengki Herwanto).

www.museummusikindonesia.org

e-mail:museummusikindonesia@yahoo.co.id

IG: museummusikindonesia

Facebook Halaman: Museum Musik Indonesia

Facebook Group :  Museum Musik Indonesia

Whatsapp Group: Museum Musik Indonesia

Youtube: Museum Musik Indonesia

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini