Kisah Dapur Umum Korban Gempa di Malang

Korban terparah gempa berada di sepanjang garis tanah patahan Lumajang-Sumenep. Geologist Merdeka Andang Bachtiar menjelaskan garis patahan berada di daerah Dampit Kabupaten Malang dan Tempursari Kabupaten Lumajang.

Sultan makan nasi bungkus pemberian Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di tenda pengungsian korban gempa Desa Majangtengah, Dampit, Kabupaten Malang. (Terakota/ Eko Widianto).

Terakota.idSultan, berusia tiga tahun lahap menikmati nasi bungkus yang dibagikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Desa Majangtengah, Dampit, Kabupaten Malang, Ahad 11 April 2021. Bersama puluhan korban gempa Sultan menempati tenda pengungsian. Didampingi ibunya, Sultan menikmati makan siang. Ia bersama puluhan balita membutuhkan asupan makanan untuk tumbuh kembang balita.

Gubernur Jawa Timur menyalurkan bantuan 33 paket sembako dan uang tunai Rp 8 juta. Paket sembako sebagian dibagikan langsung, sebagian dikumpulkan di tenda pengungsian. Seorang perempuan warga setempat yang menerima uang dari Gubernur Jawa Timur Khofifah menyampaikan uang akan dibagikan kepada korban yang rumah rusak parah.

“Nanti uang dibagikan ya. Sembako kita masak bersama di sini,” katanya. Warga mendirikan dapur umum secara swadaya untuk saling membantu korban gempa di desanya.

Di belakang tenda, sebuah peralatan dapur umum lengkap namun tak ada bahan makanan yang akan dimasak bagi para pengungsi. Bupati Malang Muhammad Sansusi membuka sebuah dandang untuk menanak nasi. Kosong, tak ada beras yang dimasak. “Sementara masak paket sembako dari Provinsi,” kata Sanusi kepada relawan yang bertugas di dapur umum.

Dalam kondisi tanggap darurat bencana, kata Sanusi, dilakukan usaha untuk memberikan kebutuhan pangan. “Dapur umum sudah ada, bantuan dari Provinsi sudah mengalir. Setiap kecamatan saya perintahkan buka dapur umum,” kata Sanusi.

Bupati Malang M. Sanusi memeriksa peralatan dapur umum di tenda pengungsian Desa Majangtengah, Dampit, Kabupaten Malang. (Terakota/ Eko Widianto).

Sementara di Majangtengah sebanyak 120 rumah rusak mulai rusak ringan sampai rusak berat. Sebanyak 52 keluarga mengungsi karena rumahnya tak layak huni, rawan dan berpotensi ambruk. Mereka menempati rumah tetangga atau di tenda pengungsian.

Sanusi menjelaskan saat ini, Badan Penaggulaangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang tengah mendata dan mengidentifikasi kebutuhan. Selanjutnya akan dirumuskan bentuk bantuan dan berapa jumlah anggaran yang dibutuhkan. Karena bencana bersifat mendadak, namun di lapangan saling berkoordinasi.

“Dibawah kendali BPBD Kabupaten Malang,” katanya. Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang 2021 sebesar Rp 5 miliar. Namun, anggaran tersebut telah habis dalam menangani bencana di Ngantang, Pujon dan Kasembon.

Kini tengah diajukan izin untuk menyediakan anggaran tanggap bencana melalui Gubernur dan Menteri Dalam Negeri. Alokasi anggaran, katanya, masih data dan dihitung. Perencanaan anggaran disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan kebudayaan, Menteri Sosial, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Gubernur Jawa Timur.

“Yang mendesak memenuhi kebutuhan pokok, makanan bayi, dan susu,” katanya. Sedangkan bagi korban meninggal, Sanusi telah menyalurkan santunan masing-masing Rp 5 juta. Tiga korban meninggal yakni Imam warga Desa Sidorenggo, Munadi warga Desa Wirotaman dan Munadi warga Desa Tamanasri, Kecamatan Ampelgading.

Sementara Menteri Sosial Tri Rismaharini saat meninjau gedung Madrasah Aliyah Negeri 2 Malang yang rusak menyampaikan telah menyalurkan bantuan untuk tanggap darurat bencana. Bantuan berupa bahan makanan pokok untuk memenuhi kebutuhan dasar korban gempa. “Disalurkan sembako dua truk di Malang dan satu truk di Lumajang,” katanya.

Trauma Gempa

Gempa dengan magnitudo 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang Malang, Sabtu 10 April 2021. Pusat gempat berada di 90 kilometer barat daya Malang dengan kedalaman 25 kilometer. Getaran gempa sampai dirasakan warga di Banjarnegara Jawa Barat dan Bali.

Salah seorang warga Majangtengah korban gempa Umbar Iswahyuti mengaku kaget dengan gempa yang merusak bangunan rumahnya. Saat kejadian, ia tengah menemani tidur anaknya usia dua tahun. “Tiba-tiba ada getaran. Barang-barang berjatuhan, saya langsung keluar rumah. Si kecil saya gendong. Ternyata ada rumah roboh,” katanya.

Rumah roboh milik Muji tetangga depan rumahnya. Sejumlah anggota keluarga saat itu tengah tidur siang. Udara panas, katanya, sebagian warga tengah di dalam rumah. Setelah gempa, mereka berlarian keluar rumah. Beruntung, setelah di luar rumah bangunan ambruk. “Anaknya keluar detik-detik akhir, setelah itu rumah ambruk,” katanya.

Rumah Muji warga Majangtengah, Dampit, Kabupaten Malang rata dengan tanah karena gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter, Sabtu 10 April 2021. (Terakota/ Eko Widianto).

Bahkan, sebuah motor di dalam rumah tertimpa bangunan rumah yang ambruk. Kini, mereka mengungsi di rumah tetangga yang kokoh. Mereka tidur di teras dan ruang tamu. Saat terjadi gempa susulan Ahad 11 April 2021, mereka kaget dan semburat keluar rumah.

Hingga saat ini, korban gempa membutuhkan makanan siang santap. Sementara sampai saat ini belum ada bantuan makanan. Sementara ia tak bisa memasak karena di rumah tak ada air, ia juga takut jika masak di rumah. Lantaran konstruksi bangunan rumah rentan, dinding retak yang rawan ambruk. “Kami butuh makanan dan susu untuk bayi,” katanya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan sampai saat ini BPBD Jawa Timur masih mengidentifikasi, dan menghitung kerusakan akibat gempat. Termasuk menghitung kerugian dan kebutuhan bagi korban gempa. “Kerusakan dan kerugian dihitung, masih diinvetarisir,” katanya.

Dalam kondisi tanggap darurat, kaatanya, Pemerintah Kabupaten Malang menyiapkan posko dan dapur umum. Serta pengungsian. Selanjutnya, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten yang terdampak gempa akan mengalokasikan anggaran bersama. Menentukan sasaran dan alokasi anggaran secara bersama-sama. “Anggaran diidentifikasi, Pemkab bagian apa, Pemprov bagian mana,” katanya.

Daerah yang terdampak gempa terberat di Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Blitar. Khofifah meninjau korban gempa terparah di Kabupaten Malang antara lain di Turen, Dampit dan Ampelgading. Gempa berdampak terhadap warga di 22 kecamatan dari 33 kecaatan di Kabupaten Malang.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan nasi bungkus kepada pengungsi di Desa Majangtengah, Dampit, Kabupaten Malang Ahad 11 April 2021. (Terakota/ Eko Widianto).

Khofifah menyampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan potensi hujan deras disertai gempa susulan. Sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan dampak seperti banjir dan longsor. “Peringatan BMKG ada potensi banjir dan longsor. Terutama warga yanga tinggal di kemiringan tertentu. Lebih baik mengungsi untuk mencegah korban jiwa,” katanya.

Daerah Rawan Gempa, Ratusan Rumah Direkolasi

Menteri Sosial Tri Rismaharini menjelaskan telah meninjau korban gempa di Lumajang dan Malang. Di Malang memantau penanganan dalam darurat di sejumlah desa di Ampelgading. Menurutnya banyak rumah yang rusak berada di lahan yang kemiringannya curam. Sehingga rawan saat gempa maupun berpotensi longsor. Di Taman Asri, Ampelgading sekitar 40 rumah.

“Kondisi rumah mengkhawatirkan, berada di daerah dengan kemiringan tajam,” kata Risma. Sementara di Kabupaten Lumajang terdata sebanyak 428 rumah yang rusak parah, dan lokasinya berbahaya ditinggali. Mereka ini mengungsi di tenda pengungsian.

Tenda pengungsian dilengkapi dapur umum untuk memberi makan bagi para pengungsi korban gempa. Selanjutnya mereka akan direlokasi di kawasan yang aman. Rumah akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan strandar tahan gempa.

Menteri Koordinaroe Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini saat meninjau gedung MAN 2 Malang. (Terakota/ Eko Widianto).

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang datang bersama Menteri Sosial menjelaskan pada tahap tanggap bencana seperti saat ini, menjadi tugas Menteri Sosial. Yakni menangani kebutuhan dasar hidup korban gempa. Yang penting, katanya, menyelamatkan korban dan memenuhi standar minimun kebutuhan.

“Baru kemudian memikirkan infrastuktur,” katanya. Penanganan infrastruktur termasuk memperbaiki rumah korban gempa ditangani dalam tahap rehabilitasi dan rekondisi.

Jalur Patahan Lumajang-Sumenep

Korban terparah gempa berada di sepanjang garis tanah patahan Lumajang-Sumenep. Geologist Merdeka Andang Bachtiar menjelaskan garis patahan berada di daerah Dampit Kabupaten Malang dan Tempursari Kabupaten Lumajang.  “Kalau di Malang Kota mungkin sekadar diayun-ayun ringan,” katanya.

Kecuali, kata Andang, di tempat yang berada di bidang tanah arah north-northeast (NNE)  south-southwest (SSW). Sama dengan arah patahan Lumajang-Sumenep. Tapi belum terpetakan karena ketutup endapan volkanik.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau rumah yang terdampak gempa di Desa Majangtengah, Dampit, Kabupaten Malang Ahad 11 April 2021. (Terakota/ Eko Widianto).

“Mungkin ada juga daerah  sekitar Turen dan Sitiarjo Kabupaten Malang yang terkena pengaruh gempa lebih kuat dari daerah lainnya,” katanya. Lantaran Sitiarjo-Turen juga ada patahan-patahan arah NNE SSW. Yakni patahan Kali Banteng. Andang yang kini bekerja sebagai geologist merdeka di Perancis, mengaku pernah meneliti bersama kelompok pecinta alam AMC 2006.

Lokasi tersebut memiliki potensi menjadi amplifier rambatan gelombang gempa dari selatan.

Dalam diskusi mitigasi bencana gempa dan tsunami pekan lalu yang diselenggarakan AJI Malang akhir Maret 2021, Andang mengingatkan untuk memitigasi daerah Sumbermanjing Wetan dan daerah Lumajang.

Selain masuk area zona bidang patahan Lumajang – Sumenep juga kemungkinan ada endapan-endapan kwarter semi consolidated yang bisa menguatkan rambatan gelombang gempa dari arah Selatan.

Warga Majangtengah, Dampit, menyelamatkan barang berharga dari reruntuhan rumah akibat gempa bumi 6,1 Skala Richter Sabtu 10 April 2021. (Terakota/ Eko Widianto).

Bekas Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) ini berharap masyarakat melakukan mitigasi bencana. Lantaran gempa dan tsunami itu pasti. Sebab Indonesia berada di zona Ring of Fire yang berpotensi gempa tsunami dan gunung meletus. Pesan Andang disampaikan pula dalam lirik lagu di album Melembutkan Batu yang diluncurkan 2 April 2021

Data Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Malang gempa di Malang menyebabkan korban jiwa tiga orang, dan 57 orang terluka ringan hingga berat. Total kerusakan 1.751 rumah, terdiri atas 843 rumah rusak ringan, 409 rumah rusak sedang dan 499 rumah rusak berat. Lokasi terdampak tersebar di 23 kecamatan dari total 33 kecamatan.

Selain itu fasilitas umum rusak meliputi 14 gedung sekolah, 36 tepat ibadah, 9 fasilitas kesehatan rusak dan 11 fasilitas umum lain. BPBD Kabupaten Malang mendirikan posko tanggap darurat, pos pengungsian dan dapur umum. Serta mendirikan pos bantuan logistik.

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini