Kelompok Tani Pengelola Perhutanan Sosial Berharap Hutan Lestari dan Petani Sejahtera

nasib-petani-penggarap-lahan-perhutanan-sosial
Kawasan hutan lindung Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang tampak dilihat dari pantai Tamban. (Terakota/Eko Widianto).

Terakota.id—Lima kelompok tani di Jawa Timur mendeklarasikan Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia (AP2SI) di Batu, 31 Juni 2021. AP2SI menjadi wadah bagi kelompok tani yang bergiat dan mengelola hutan dalam program perhutanan sosial. Asosiasi lahir sebagai upaya mendorong implementasi program perhutanan sosial agar berjalan baik. Dengan mengarusutamakan prinsip hutan lestari dan petani sejahtera.

AP2SI didirikan lima Kelompok Tani Hutan dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan dari Banyuwangi, Batu, Pacet dan Trawas Mojokerto. “AP2SI di Jawa Timur hadir untuk menyelesaikan persoalan pengelolaan perhutanan sosial secara bersama-sama,” kata Manajer bidang kampanye dan jaringan masyarakat AP2SI Wahyu Eka dalam siaran pers yang diterima Terakota.id.

Terutama untuk sinkronisasi perhutanan sosial dan mencegah konflik sosial. AP2SI, katanya, akan menjawab tantangan kedepan bagaimana pengelolaan hutan yang lestari. Serta membawa kabaikan bagi masyarakat, terutama peningkatan ekonomi dan kesejahteraan petani hutan.

“Mendorong keberlanjutan hutan dan lingkungan hidup agar lestari,” ujarnya.

Program perhutanan sosial di Jawa Timur, katanya, masih belum maksimal. Meski kelompok tani sudah memiliki izin perhutanan sosial, tetapi di lapangan banyak masalah dalam mengakses hutan. Selalu berhadapan dengan stakeholder terkait, seperti Perum Perhutani.

“Contoh di Desa Bayu, Banyuwangi. Sering terjadi friksi antara petani dengan Perhutani di tapak,” katanya.

Badan Pengawas AP2SI Jawa Timur terpilih Andi Sucipto  berharap AP2SI bisa bersinergi antar pihak. Terutama mendorong perhutanan sosial berjalan optimal. Ia juga berharap perhutanan sosial dapat menjadi solusi atas persoalan ketimpangan para petani hutan. Lantaran selama ini akses hutan masih terbatas, dan petani sering ditakut-takuti pihak tak bertanggungjawab.

“Kami berharap perhutanan sosial berjalan maksimal. Petani bisa mengelola hutan tanpa gangguan dari pihak lain,” katanya.

Dalam deklarasinya, AP2SI Jawa Timur merekomendasi untuk pengarusutamaan perhutanan sosial yang lestari dan sejahtera. Pemenuhan dan penjaminan hak asasi manusia terutama petani hutan agar dapat mengelola tanpa gangguan. Mendorong sinergi antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehuatan, Perum Perhutani sampai level regional.

Agar bisa menjalankan program perhutanan sosial dengan melakukan sosialisasi masif, serta membangun kebersamaan untuk penyelesaian konflik sosial. Juga penguatan sumber daya manusia petani hutan, terutama untuk pengelolaan hutan agar lestari dan kesejahteraan petani hutan meningkat.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini