Jurnalisme Investigasi untuk Mengungkap Skandal Korupsi

Terakota.id–Dua jurnalis Terakota.id mendapat kesempatan untuk mengikuti fellowship workshop liputan investigasi yang diselenggarakan AJI Jember dan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Kedua jurnalis Terakota.id merupakan bagian dari 10 peserta pelatihan yang diselenggarakan dua hari 3-4 Maret 2018.

Keduanya terpilih berdasarkan usulan liputan, menyisihkan puluhan proposal liputan investigasi yang diajukan oleh jurnalis di Jawa Timur. Kepala Humas Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Christine Getzier Vaughan saat membuka pelatihan menyampaikan jika liputan investigasi dibutuhkan untuk mengungkap skandal yang merugikan kepentingan publik.

Dia menyebutkan liputan investigasi Woshington Post yang akhirnya menjatuhkan Presiden Nixon. Sebuah skandal politik yang menguncang Amerika pada 1972-1974 yang populer disebut sebagai skandal Watergate. “Pers merupakan pilar demokrasi. Jika skandal tak diungkap dan merugikan kepentingan publik, demokrasi akan mati,” katanya.

Pemimpin Redaksi Terakota.id menghadiahkan buku hasil karya jurnalistik jurnalis Terakota.id kepada Kepala Humas Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Christine Getzier Vaughan. (Terakota/HA. Muntaha Mansur).

Laporan investigasi berkembang di Amerika Serikat. Para jurnalis investigasi berkumpul dan bernaung dalam Propublica, dan Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ). Konstitusi Amerika Serikat memberikan ruang kebebasan berekspresi, berpendapat dan kebebasan pers, sehingga laporan investigasi berkembang.

Jurnalisme investigasi berkembang termasuk di media lokal. Seperti yang dilakukan koran lokal The Boston Globe yang mengungkap skandal pelecehan seksual yang dilakukan pastor. Laporan investigasi yang dikenal dengan spotlight itu juga difilmkan. Film karya sutradara  Tom McCarthy mendapatkan piala Oscar.

Sejumlah jurnalis investigasi menjadi trainer dalam workshop tersebut antara lain penulis buku jurnalisme investigasi Dandhy D. Laksono dan Kholikul Alim dari Jaringan Indonesia untuk Jurnalisme Investigasi (JARING) dan jurnalis Dwi “Siba” Setyo Irawanto.

Untuk menguatkan kapasitas jurnalis dalam memahami modus korupsi dalam dana hibah dan bantuan sosial juga dihadirkan narasumber yang berkompeten. Antara lain Dakelan dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jawa Timur, pegiat koalisi masyarakat antikorupsi dan peradilan bersih Zainuddin Elyzein dan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jember, Asih.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Pesan