Jambu Mete untuk Penghijauan dan Mitigasi Bencana di Pesisir Ambulu Jember

GUSDURian Peduli bersama Pemerhatii Alam Hijau Damai (PAHAD) Ambulu menanam 500 bibit jambu mete (Anacardium occidentale) di pesisir pantai Watu Ulo, Ambulu, Kabupaten Jember. (Foto: GUSDURian Peduli).
Iklan terakota

Terakota.ID—GUSDURian Peduli bersama Pemerhatii Alam Hijau Damai (PAHAD) Ambulu menanam bibit jambu mete (Anacardium occidentale) di pesisir pantai Watu Ulo, Ambulu, Kabupaten Jember pada Sabtu, 16 April 2022. Reboisasi pesisir Watu Ulo merupakan usaha mengurangari risiko bencana di wilayah selatan Jember. Meliputi kawasan pantai Watu Ulo, pantai Payangan, hingga pantai Papuma, yang berbatasan langsung dengan Samudera Hinda.

Ketua GUSDURian Peduli, Abdullah Al Kudus menjelaskan potensi terjadinya gempa di zona mega thrust yakni tumbukan lempeng benua dengan lempeng samudera. Jika bergerak, lapisan sedalam 30 kilometer, selebar 100 kilometer dan panjang 500 kilometer bergerak bersama-sama bisa menimbulkan gempa yang luar biasa. Hingga bisa memicu tsunami besar.

“Seharusnya menjadi perhatian kita semua untuk melakukan tindakan mengurangi risikonya,“  katanya dalam siaran pers yang diterima Terakota.ID. Saat ini, katanya, gerakan penanaman di kawasan pesisir selatan Jawa sudah berjalan. Mulai pesisir selatan di Banyuwangi hingga kawasan pantai selatan Ujung Kulon.

Mereka menanam sebanyak 500 bibt jambu mete. Menanam serentak untuk mencegah risiko bencana alam seperti tsunami. GUSDURian Peduli bersama komunitas dan kelompok masayarakat yang bergerak, memiliki ide, gagasan dan semangat yang sama. “ Ke depan, tentu saja, saya berharap kolaborasi segitiga antara GUSDURian Peduli, PAHAD Ambulu serta pemerintah dusun Watu Ulo,” katanya.

Tujuannya, untuk memperkuat program penghijauan sebagai upaya bersama mengurangi risiko potensi bencana di pesisir selatan Jember. Sementara Kepala Dusun Watu Ulo desa Sumberejo, Ambulu, Ngadi menyatakan selama dua tahun mengajukan permintaan bibit jambu mete ke pemerintah Kabupaten Jember. Namun, sampai kini belum terealisasi.

“Beruntung, GUSDURian Peduli, langsung menanam jambu mete. Tanpa saya minta,” katanya. Ngadi menyampaikan sebaran sebanyak 500 bibit jambu mete masih kurang dibandingkan luas, kawasan pesisir Watu Ulo. Sehingga dibutuhkan dukungan berbagai pihak untuk mereboisasi pesisir selatan Jember.

“Penghijauan seperti ini sangat dibutuhkan warga yang tinggal di pesisir pantai Watu Ulo,” katanya. Apalagi jambu mete, juga memiliki nilai ekonomis. Warga setempat bisa memanen hasilnya, sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada warga. Sekaligus memberikan dampak terhadap lingkungan.

“Saya berharap GUSDURian Peduli terus membantu menghijaukan kawasan ini. Demi kelestarian lingkungan dan mencegah risiko bencana ,” kata Ngadi.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini