Indonesia Kehilangan Tokoh Pendidikan, Abdul Malik Fadjar Berpulang

Terakota.id--Bangsa Indonesia dan Muhammadiyah kehilangan tokoh pendidikan Profesor Abdul Malik Fadjar. Wafat pada usia 81 tahun Senin, 7 September 2020 pukul 19.00 di Jakarta. Direncanakan akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammdiyah Haedar Nashir dalam siaran pers mengatakan Muhammadiyah, umat Islam dan bangsa Indonesia kehilangan tokoh bangsa. “Beliau banyak prestasi, berpikiran maju, dan bersahaja,” katanya.

Mendiang Malik Fadjar menjadi Menteri Agama, Mendikbud, Menko Kesra, dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden era Presiden Jokowi yang pertama. Sedangkan di PP Muhammadiyah menjadi Wakil Ketua 2000-2005, 2005-20010, dan 2010-2015. Malik Fadjar pula yang mengatarkan Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Muhammadiyah Surakarta menjadi maju dan besar.

“Pak Malik sebagai tokoh Muhammadiyah banyak mengayomi yang tua maupun muda,” ujarnya. Haedar mengaku banyak belajar dari Malik Fadjar yang bersahaja, gigih, penuh prestasi di bidang pendidikan, berpikiran maju, inklusif, dan diterima banyak pihak.

“Kita kehilangan tokoh besar yang dimiliki bangsa ini. Beliau lebih banyak bekerja membangun pusat keunggulan dan membawa umat untuk maju ketimbang banyak bicara,” ujarnya.

Mengalir Jiwa Pendidik dari Sang Ayah

Malik Fadjar tercatat sebagai Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tokoh kelahiran Yogyakarta 22 Februari 1939 ini mewarisi jiwa aktivisme dan kepemimpinan dari ayahnya, Fadjar Martodiharjo. “Ayahnya seorang guru dan aktivis Muhammadiyah,” ujar
Kepala Humas dan Protokoler UMM, Sugeng Winarno.

Kiprah sebagai pendidik diawali menjadi guru agama di Sekolah Rakyat Negeri (SRN) Taliwang Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 1959.
Dilanjutkan mengajar di Sekolah Guru Bantu (SGB) Negeri dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Sumbawa Besar NTB pada 1960-1963.

Lantas menjadi dosen Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Malang pada 1972, dosen dan dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hingga 1983. Kemudian menjadi rektor di dua kampus, yaitu di UMM pada 1983-2000 dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada 1994-1995.

Malik Fadjar tak sekadar menjadi seorang pendidik, tapi juga berkontribusi besar membangun sekolah Muhammadiyah dan perpustakaan desa di daerah Yogyakarta dan Magelang. Kepakaran bidang pendidikan kian lengkap setelah dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel pada 1995.

Pada 2001, Malik Fadjar mendapat gelar kehormatan Doktor Honoris Causa di bidang kependidikan Islam dari Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini