Ilustrator Arema Menembus Hollywood

Admira Wijayadi, ilustrator asal Kota Malang, Jawa Timur ini terlibat dalam pembuatan sejumlah karakter film yang diproduksi oleh Warner Bros Pictures. Salah satu karyanya, sebagai character guide artist untuk film Batman vs Superman : Dawn of Justice.

Terakota.id – Matanya tajam menatap monitor komputer, jari jemarinya memainkan tetikus. Asap rokok mengepul dari mulutnya. Dua monitor yang tertata berhimpitan di meja kerjanya membantu memudahkan pekerjaannya membuat komik karakter untuk salah satu klien di luar negeri.

Admiranto Wijayadi, 40 tahun, atau dikenal dengan sebutan Admira Wijaya tengah mengerjakan semua pekerjaannya. Di sebuah ruangan seluas tiga meter persegi di rumahnya Jalan Kedawung Gang 8 Nomor 25 Kota Malang.

Sebagai ilustrator, di ruangan itu pula dia menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikan pesanan komik karakter dari Warner Bros Pictures. Admira merupakan character guide artist untuk film Batman vs Superman : Dawn of Justice yang diputar selama Maret-April 2016. Dia mengerjakan gambar tokoh Batman, Superman, dan Wonder Woman. Semua gambar dikerjakan mulai Juni 2015 sampai April 2016. Semua gambar dikerjakan secara detail, termasuk lekuk tubuh dan karakter wajah tokoh.

“Bolak-balik revisi, detail memperbaiki bagian per bagian,” katanya di studio yang merangkap rumah tinggal.

Selama 10 bulan, dia menghabiskan waktu di depan komputer mengerjakan 40 pose ketiga tokoh tersebut. Setelah gambar selesai, dikirim melalui internet pukul 03.00 WIB kepada manajemen Warner Bros Picntures, lantas jam 13.00 WIB ada umpan balik untuk perbaikan atau revisi yang diinginkan klien.

Komik karakter yang dihasilkan itu digunakan untuk key pose yakni menciptakan pose tertentu untuk ketiga tokoh karakter tersebut. Lantas aktor dan aktris meniru pose yang dibuat untuk kepentingan gerakan dalam film maupun saat sesi foto. Termasuk untuk poster dan berbagai produk promo film. Sebelum mengerjakan key pose dia mendapat sejumlah gambar referensi untuk para tokoh.

Lantas dia mengembangkan karakter tokoh itu melalui games, menonton film super hero, juga pose referensi tetapi terbatas. Selain itu, juga menggunakan program tiga dimensi poser untuk gerakan tertentu. Inspirasi, katanya, kadang datang tiba-tiba dan dituangkan di dalam gambar. Jika jenuh saat mengerjakan gambar, dia memilih memancing sebagai cara menyegarkan pikiran. “Minggu istirahat, refreshing,” katanya.

Baca juga :  Bekas Pemukiman Pejabat Belanda di Kota Malang Terancam Lenyap

Kini, dia tengah memesan figure figma untuk memudahkan membuat pose dan gerakan super hero. Boneka setinggi 30 centimeter itu, bisa digerakkan anggota tubuh mulai tubuh, kaki, tangan dan jemarinya sesuai kebutuhan karakter tokoh. Dalam proyek ini sebanyak 37 ilustrator dunia terlibat, mereka berasal dari Amerika, Eropa dan Korea. Admira satu-satunya ilustrator asal Indonesia.

Dari ke-37 ilustrator, kata Admira, hanya dua ilustrator yang hasil karyanya memiliki karakter yang pas untuk gambar karakter super hero. Salah satunya adalah Admira, sedangkan ilustrator yang lain cocok dan pas dalam gambar karakter tertentu. Admira mengaku bekerja secara total dalam pengerjakan suatu proyek, menjadi salah satu kunci keberhasilannya. Dia menghabiskan waktu selama enam jam sehari khusus untuk proses pewarnaan. “Saya bukan siapa-siapa, bukan artis top,” ujarnya.

Saat ini, Admira mengaku karyanya dalam film Batman Vs Superman sebagai puncak prestasi di dunia ilustrasi. Namun, ia berharap tetap menghasilkan karya terbaik untuk melampaui prestasi itu. Dua tahun lalu, ia juga terlibat dalam pembuatan gambar karakter dalam film Hercules: The Thracian Wars. Pada 2013 juga terlibat dalam film Superman : Man of Steel.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here