HUMAN : Menyuarakan yang Tak Bisa Bersuara

Terakota.id – Media massa arus utama terus tumbuh seperti cendawan di musim basah, melahirkan sejumlah risiko terpinggirkannya nilai perjuangan dan kemanusiaan. Media massa arus utama, lebih mementingkan kepentingan bisnis sehingga menggerus fungsi media yang salah satunya menjadi medan inspirasi.

Berangkat dari interaksi dan keprihatinan yang sama, sejumlah jurnalis dari beberapa wilayah di Indonesia menginisiasi lahirnya media siber atau media online. Media ini berusaha menarik kembali fungsi pers sebagai penampung dan penyalur aspirasi masyarakat. Ini merupakan tindakan alternatif untuk menjaga marwah media massa.

Hal itulah yang mendasari 20 media daring atau online berasal dari 15 kota di nusantara mendeklarasikan Himpunan Media Alternatif Nusantara (HUMAN). HUMAN mendorong keberagaman media dan menjadi wadah berkembangnya media yang menyalurkan dan menginformasikan suara-suara dan kondisi masyarakat yang terabaikan. HUMAN dideklarasikan dengan harapan spirit dan profesionalisme tetap terjaga sekaligus semakin terasah.

“Yang tak berdaya, juga perlu media. Yang tak bersuara, juga perlu media. Yang tak berkuasa, juga perlu media. Yang tak berdana, juga perlu media. Yang tak sama, juga perlu media,” kata Dwijo Utomo Maksum, salah seorang penggagas saat membacakan slogan HUMAN, Jumat, 24 November 2017.

Baca juga :  Kisah Kuliner Khas Solo dan Revolusi Industri Keempat

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here