Hilangnya Pahlawan di Hari Pahlawan

hilangnya-pahlawan-di-hari-pahlawan

Terakota.id–Selamat hari pahlawan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pejuang yang gagah berani dan orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanan dalam membela yang benar. Nah, kita juga memiliki seorang Pahlawan Perintis Kemerdekaan yang hilang tepat pada Hari Pahlawan pada 1965.

Ironi sekaligus tragedi, lelakon itu dialami Pontjo Pangrawit (1893-1965). Seorang maestro karawitan Jawa, anggota Sarekat Rakyat, Digulis, dan pengajar ahli di Konservatorium Musik Surakarta. Maestro dari kampung para begawan seni musik dan tari Jawa Kemlayan, Surakarta ini merupakan abdi dalem karawitan yang menonjol sejak S.I.S.K.S. Paku Buwono X.

Salah satu peninggalannya yang melegenda dan melintasi antar benua ialah Gamelan Digul. Ia membuat dengan bantuan dua koleganya dengan bahan sederhana seperti kaleng yang dikreasikan menjadi satu set gamelan apik. Sekembali pasca masa interniran, gamelan itu tetap dipakai para Digulis hingga mereka dipindahkan pemerintah kolonial Belanda ke Cowra, Sydney pada 1943.

Pontjo Pangrawit dan tragedinya juga menggaris-bawahi bahwa mayoritas masyarakat pada memiliki memori atas keberadaan Pahlawan Perintis Kemerdekaan yang ditetapkan Negara. Terutama mereka yang berlatar belakang Digulis. Untuk mendiskusikan lebih lanjut sosok sang maestro, Hilangnya Pahlawan di Hari Pahlawan.

Pada Sabtu, 16 November 2019 pukul 18.30-20.30 di Kafe Pustaka, Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Malang. Bersama Soeracarta Heritage Society Yunanto Sutyastomo, Dosen Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta Kuncoro Hadi, dan mahasiswi Ilmu Sejarah Universitas Negeri Malang Riza Amilia.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini