Gedung Rajabali Mempertahankan Heritage  

Terakota.id–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang meninjau gedung kembar Rajab Ally atau yang sering disebut Rajabali. Tim bertemu pemilik gedung, 25 Februari 2021.

“Pemilik gedung justru akan memperkuat dan mempertahankan fasade gedung supaya tetap memiliki kesan dan nilai heritage,” kata Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Dian Kuntari, Ahad 28 Februari 2021.

Pemilik gedung, katanya, akan mengalihfungsikan gedung menjadi sebuah cafe yang bernuansa heritage. Dia mengakui jika ada penambahan dan renovasi gedung, namun tidak secara total direnovasi atau bahkan dibongkar. Dian menjelaskan renovasi untuk memperkuat bangunan dan merapikan bagian dalam gedung, tanpa menghilangkan nilai heritage bangunan.

Menilik sisi sejarah dari data primer, bangunan kembar Rajabali menunjukkan sebagai bangunan cagar budaya. Bangunan saat ini dalam tahap pengkajian. TACB mengkajinya beserta Obyek Diduga Cagar Budaya (ODCB) lainnya.

“Belum ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya, masih tahap dikaji TACB,” ujarnya. Tahapan penetapan benda cagar budaya, katanya, tak hanya berhenti sampai pengkajian tetapi butuh persetujuan pemilik bangunan untuk dijadikan sebagai bangunan cagar budaya.

Benarkah Herman Thomas Karsten arsitek ternama pada masa kolonial Hindia Belanda yang mendesain gedung kembar Rajabali? Perlu kajian mendalam. Karsten mendesain tata kota Malang, termasuk Jalan Idjen sebagai sebuah kawasan hunian. Namun, bukan mendesain bangunan rumahnya.

Data primer yang dapat dilacak sejauh ini menyebutkan bangunan gedung kembar Rajabali merupakan karya Karel Bos. Gedung dideasain setelah Karsten mengembangkan Bouwplan V Kota Malang. Karel Bos mendesain gedung untuk mengikuti perkembangan tata kota Malang.

Menilik data sejarah, kata Dian, Herman Thomas Karsten merupakan sosok arsitek yang berperan besar dalam perencanaan kota dan arsitektur di Indonesia. Memulai karir di Indonesia sebagai penasihat perencanaan di kota Semarang. Kemudian Karsten menjadi penasihat perencanaan kota Jakarta, Bandung, Magelang, Malang, Bogor, Madiun, Cirebon, Jatinegara, Yogyakarta, Surakarta, Purwokerto, Palembang, Padang, Medan dan Banjarmasin.

“Sebagai arsitek, karya-karyanya tersebar di berbagai kota,” katanya.

 

Kedua bangunan kembar dibangun arsitek Karel Bos pada 1936 dan dikembangkan Herman Thomas Karsten pada Bouwplan V Kota Malang. (Foto : KITVL).

Karsten mendesain sejumah bangunan di Semarang, Yogya, Solo dan beberapa kota lain. Salah satunya Gedung Sobokartti di Jalan Dr Cipto 31-33 Kota Semarang. Selain bangunan itu, karya Thomas Karsten di Semarang antara lain Pasar Johar, Kantor Asuransi Jiwasraya, Kantor PT Kereta Api Daop 4 dan rancangan permukiman Candi Baru dan Mlaten.

Sementara di Yogyakarta, Karsten merancang Museum Sono Budoyo, di Surakarta mendesain Pasar Gede dan beberapa bagian Pura Mangkunegaran. Setiap karyanya menghitung secara cermat sirkulasi udara dan pencahayaan secara alamiah. Dihitung demi kenyamanan pengguna.

Karsten mampu memadukan unsur-unsur di Nusantara dengan perkembangan arsitektur Eropa secara harmonis. Semua dihadirkan dalam setiap rancangan gedung yang didesainnya. Sejumlah data menyebut Karsten mendesain sejumlah bangunan di Kota Malang.

Mengenai respon masyarakat dalam menanggapi dan menyikapi gedung Rajabali patut diapresiasi. Hal ini, kata Dian, menujukkan jika masyarakat sangat peduli terhadap tata kelola Kota Malang beserta bangunan sejarahnya. Agar Kota Malang bisa diwujudkan sebagai Kota Heritage.

Selain itu, kesadaran pemilik bangunan, gedung dan rumah yang dinilai sebagai cagar budaya penting untuk turut menjaga dan melestarikan. Pemerintah Kota Malang turut mendukung pelestarian cagar budaya dengan memberikan kompensasi pada bangunan atau rumah yang ditetapkan sebagai cagar budaya.

Kompensasi seperti aspek perpajakan daerah yakni berupa pengurangan pajak sebesar 50  persen dari tarif  Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan (PBB). Pengurangan pajak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. (Advetorial)

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini