Fourtwnty : Zona Nyaman dan Kemandirian

Ilustrasi : Loket.com

Terakota.idMengenakan pakaian kasual Ari Lesmana, Roots dan Nuwi bertemu para jurnalis di sebuah restoran di Kota Malang. Mereka mengaku nyaman berada di Malang, menyenangkan, banyak kuliner dan enak. Lebih dari 10 kali, mereka berkunjung ke Malang. Kunjungan perdana pada 2016 saat konser di Kelud.

“Malang asyik untuk nongkrong. Malang seru,” kata Ari sembari tersenyum. Kali ini mereka hadir untuk menggelar konser tunggal heliotropisme di UMM Dome, Jumat 4 Oktober 2019. Heliotropisme berasal dari bahasa latin, artinya gerak tanaman yang dipengaruhi rangsangan cahaya. Seperti bunga matahari.

Ari berharap Fourtwnty seperti bunga matahari bisa hidup di dataran tinggi dan rendah. Bisa bereradabtasi dengan segala situasi. Fourtwnty telah sembilan tahun diterjma masyarakat. Menghasilkan dua album. Heliotropisme, katanya, melambangkan hidup ada di mana saja.

Konser tunggal pertama ini dilakukan secara mandiri. Mereka yang mengurus segala kebutuhan mulai dari bisnis dan konsep bermusik. Mereka pula yang bertindak sebagai promotor. Bahkan, mereka berkeliling untuk mencari sponsor yang mendanai konser tunggal tersebut.

Ia berharap apa yang dikerjakan menjadi bagian mengedukasi band independen agar mengikuti pola yang dilakukan. Membuat konser tunggal dikerjakan sendiri. Konser dilangsungkan di 10 kota tersebar di Nusantara sampai Desember 2019. Konser tunggal sebelumnya telah dilangsungkan di Medan, dan Makassar. Malang merupakan kota ke tiga.

Statistik pendengar di Malang, kata Ari, kelihatan. Cukup banyak. Persiapan dilakukan selama tiga bulan untuk mewujudkan konser ini. Mereka akan tampil selama dua jam dalam dua sesi. “Ada cerita. Ada orkestra. Akan tampil berbeda, lighting, tata panggung dan interaksi dengan penonton,” katanya.

Tak hanya itu, mereka juga akan menghadirkan kejutan. Sebuah lagu baru karya Ari Lesmana akan dihadirkan menghibur penonton. Lagu baru ini dihadiahkan untuk istrinya. Lirik lagu berbahasa Inggris ini tak spesifik ditujukan untuk sang istri. Menjelaskan keadaan, dan perjalanan. Jika bedah lirik, katanya, bakal multi tafsir. Lirik sederhana dan mudah dinyanyikan.

Ari mengaku belajar bermusik sejak kelas empat Sekolah Dasar, Ia suka menyanyi dan menciptakan lagu. Namun, di sela-sela bermusik ia tetap bekerja kantoran. Sedangkan Ayahnya memintanya fokus. “Kata Bapak aku tak pernah fokus. Ia memintaku fokus berkarya,” katanya.

Kini, Fourtwnty memiliki pendengar fanatik yang tergabung dalam 4.20 Society. Sementara gitaris Nuwi  mengaku tetap berjualan mie ayam sampai band berusia tiga tahun. Namun, sejak memiliki anak ia menghentikan bisnis berjualan mie ayam. Apalagi, jadwal dan kegiatan Fourtwnty semakin padat.

“Mie ayam disajikan saat hari Idul Adha dan idul Fitri di rumah saya, Pondok Kopi,” katanya.  Sebelumnya ia sempat disindir keluarganya saat merintis karier bermusik. Mereka menanyakan mana band. Tak disangka kemudian keluarganya bangga saat  Nuwi diundang talkshow di televisi swasta.

“Alhamdulillah. Media memang luar biasa mengubah hidup kami,” katanya.

Aksi Ari Lesmana dalam sebuah konser Fourtwnty. (Foto : dokumentasi Fourtwnty).

Sementara Roots mengaku awalnya ditentang keluarga saat bermusik, Sempat mengeyam kuliah Teknik Mesin dan terpaksa kabur. Memilih kuliah psikologi dan terus ngeband. “Bermusik mau jadi apa?,” kata Roots menirukan orang tuanya.

Namun sejatinya, orang tua tetap menyayanginya. Mereka membutuhkan pembuktian. Menyalurkan passion secara sungguh-sungguh. Mereka pun, katanya, juga turut mendoakan. Namun, mengenai pendidikan sampai saat ini Roots belum menyelesaikan pendidikannya.

“Aku cuti sampai sekarang. Tinggal sidang, orang tua geregetan. Aku sarjana gunaku untuk apa?,” tanyanya. Pendidikan, katanya, penting. Bukan sekadar mengejar gelar. Tapi membangun jaringan dan pengetahuan.

 

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini