Film Ziarah, Merekam Kisah Sejarah Agresi Militer Belanda II

Terakota.id—Film ziarah mulai diputar serentak mulai 18 Mei 2017 di bioskop nasional. Film yang mengisahkan perjalanan hidup mbah Sri, nenek berusia 95 tahun, yang mencari makam suaminya. Dia terpisah dengan suami saat Agresi Militer Belanda ke-2.

“Tujuan perjalanan Mbah Sri sederhana, ingin dimakamkan di samping makam suaminya,” kata sutradara, BW Purba Negara dalam surat elektronik yang diterima Terakota.id. Para penikmat film diajak untuk menonton bareng film produksi good work di Bioskop Mandala 21 (Malang Plaza) 18-22 Mei 2017. Juga digelar diskusi bersama BW Purba Negara pada 20 Mei 2017.

Pemeran Mbah Sri, Mbah Ponco Sutiyem ssal Gunung Kidul dinominasikan sebagai aktris terbaik di Festival Film Tingkat ASEAN (ASEAN International Film Festival and Awards-AIFFA) . Dalam kategori Best Actress ini, Mbah Ponco Sutiyem bersaing dengan nominator lainnya yaitu Ngoc Thanh Tam (The Way Station/Vietnam), Subenja Pongkorn (Bangkok Nites/Laos), Al-Al Delas Allas (Area/Filipina), dan Cut Mini (Athirah/Indonesia).

Dalam festival yang diselenggarakan di Kuching Serawak, Malaysia Film Ziarah dinominasikan dalam empat kategori sekaligus. Yakni Best Film, Best Screenplay, Best Director, dan Best Actress. Sementara di Salamindanaw Film Festival di Filipina (2016), film Ziarah menjadi nominasi Film Terbaik Di antara empat kategori nominasi.

Mbah Ponco tak memiliki pengalaman akting, dipilih dalam proses casting yang jauh dari kelaziman casting film. Dalam proses casting, BW Purba Negara berkeliling ke desa-desa untuk mencari lansia yang memungkinkan untuk berakting. “Berkunjung ke rumah, berbincang satu demi satu. Akhirnya kami dipertemukan dengan mbah Ponco Sutiyem,” ujarnya.

Mbah Ponco setiap hari bekerja sebagai petani dengan bertanam jagung di dekat rumahnya. Yang dicari, karanya, bukan pengalaman acting tetapi pengalaman hidup. Agar lebih otentik, film diperankan mereka yang mengalami masa perang kemerdekaan. “Saya memang menghindari bentuk-bentuk akting yang stereotype,” kattanya.

Sebagian kisah hidup Mbah Ponco dimasukkan dalam bagian cerita Film Ziarah. Pada masa Agresi Militer Belanda ke-2, suaminya ditangkap serdadu Belanda. Saat itu, Mbah Ponco tengah hamil tua. Rumahnya dihujani mortir dan peluru. Mbah Ponco lari, berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Perjalanannya diwarnai kejaran peluru. Untung, dia selalu menemukan cara menyelamatkan diri.

Ada juga tokoh lain, seperti tentara veteran yang turut berperan untuk film ini. Dengan cara seperti itu, akting para tokoh film Ziarah ini jadi tampak dramatis, unik, dan otentik. Beragam penghargaan telah diterima Film Ziarah, antara lain Skenario Terbaik versi Majalah Tempo 2016, Nominasi Penulis Skenario Festival Film Indonesia 2016, dan Nominasi Film Terbaik – Apresiasi Film Indonesia 2016.

Untuk pemesanan tiket bisa dilakukan di sejumlah tempat : pertunjukan 18 Mei 2017 @kineklubumm 085205154322 (Aliya), 19 Mei 2017 @Kopimanisfebub 082232228822 (Rhisma), 20 Mei 2017 @Societoub 081311159370 (Loudy), 21 Mei 2017 @nolderajatfilmUB 085279258247 (Luthfi) dan 22 Mei 2017 @anaksingafilms 089654989229 (Dita). Terakota.id turut mendukung nonton bareng dan diskusi Film Ziarah.

Pemesanan bisa melalui aplikasi perpesanan WA ke saudara Dita 089654989229

Format pemesanan tiket Film ZIARAH

Nama                 :
Tgl Nobar           :
Jml tiket            :
Email                 :
No hp                :

 

Tinggalkan Pesan