Film You and I Meraih Penghargaan di Copenhagen International Documentary Festival 

Terakota.id Film ‘You and I’ meraih penghargaan di ajang Copenhagen International Documentary Festival atau CPH:DOX. Kategori Next : Wave Award. Film ‘You and I’ menyisihkan 12 film lain dari berbagai negara seperti Venezuela, Serbia, Prancis, Denmark, Belanda, Iran hingga Inggris. CPH:DOX fokus memutar karya perdana dari berbagai pembuat film di seluruh dunia.

Penghargaan diumumkan di Denmark pada Kamis, 1 Mei 2021 di Denmark. CPH:DOX merupakan festival film dokumenter internasional sejak 2003 di Kopenhagen, Denmark. Diselenggarakan setahun sekali. CPH:DOX menjadi salah satu festival film dokumenter terbesar di Eropa.

Keberhasilan ini menambah rekor kemenangan You and I di ajang nasional maupun Internasional. Film ini bisa ditonton di aplikasi Bioskop Online sejak 9 Apri 2021. Film You and I menjadi satu-satunya film dari Asia Tenggara yang lolos dan berhasil menjadi pemenang.

Film You and I merupakan debut Fanny Chotimah sebagai sutradara. Fanny mengaku bersyukur bisa memenangkan kompetisi. Selain itu, kemenangan tersebut sebagai hadiah kerja keras bersama dengan tim yang memproduksi film dengan sepenuh hati.

“Penghargaan ini merupakan sebuah kehormatan, terpilih sekaligus memenangkan penghargaan CPH:DOX. Film ini juga penting untuk bisa diapresiasi di dalam negeri,” kata Fanny dalam siaran pers yang diterima Terakota.id.

Para juri menilai Fanny berhasil menjahit cerita dengan sangat baik dan mempunyai daya tarik bagi kedua protagonis dalam film, Kaminah dan Kusdalini. Yakni dengan menelusuri detail kehidupan sehari-hari sambil merefleksikan tahun-tahun yang mereka habiskan di penjara. Keduanya dipenjara karena keterlibatan dalam paduan suara pemuda.

You and I, film dokumenter arahan sutradara Fanny Chotimah Ini mengangkat kisah persahabatan yang unik dari sepasang mantan tahanan politik. (Foto : dokumentasi KawanKawan Media).

Memadukan catatan sejarah dan pengamatan, Fanny membawa penonton ke momen katarsis yang kuat. Kusdalini meninggal, Kaminah mulai menangis, dan sebagai penonton juri merasakan beban tragedi di balik air matanya. Dia berduka atas kematian teman hidupnya, rekan-rekannya yang di penjara, dan impian emansipatoris sebuah generasi. Kisah film ini akan menunjukkan bagaimana Kaminah dan Kusdalini mengenang kehidupan pahit mereka sebagai mantan tahanan politik 1965.

Sebelumnya film dokumenter You and I berhasil menyabet berbagai penghargaan dari luar dan dalam negeri. Menjadi film dokumenter panjang terbaik Festival Film Indonesia 2020, mendapat penghargaan internasional di Asian Perspective Award dari 12th DMZ International Documentary Film Festival. Terpilih menjadi Official Selection di Asian Vision dari Singapore International Film Festival 2020.

“Melalui film ini, kami berupaya mencatat memori-memori para penyintas, serta bertujuan meningkatan kepedulian untuk para Simbah penyintas 1965,” produser film dari KawanKawan Media Tazia Teresa D.

Daftar Film di Kategori Next:Wave Award di CPH:DOX 2021 

  1. A story of One’s own – Prancis
  2. All in – Belgia, Belanda, Prancis
  3. Cannon Arm and The Arcade Quest – Denmark
  4. Captains of Zaatari – Mesir
  5. Dark Blossom – Denmark
  6. Eastwood – Iran
  7. Fiasco – Lebanon, Belanda
  8. Holgut – Belgia
  9. Reconciliation – Slovenia, Serbia, Montenegro, Kosovo
  10. So Foul A Sky – Kolombia, Spanyol, UK, Venezuela
  11. The Soldier – Denmark
  12. You and I – Indonesia

 

Daftar Juri Kategori Next:Wave Award di CPH:DOX 2021 

  1. Annabel Brady-Brown – Editor dan Kritikus (Australia)
  2. Young-woo Kim – Festival Programmer (Korea Selatan)
  3. Pacho Velez – Sutradara (USA)

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini