Fakta dan Mitos Seputar Olahraga Selama Pandemi Covid-19

fakta-dan-mitos-seputar-olahraga-selama-pandemi-covid-19
Foto : Stylecaster.com

Terakota.idSelam masa pandemi Covid-19, masyarakat rajin berolahraga. Kemudian banyak beredar pernyataan dan sebaran informasi mengenai olahraga selama masa pandemi Covid-19. Sebagian meyakininya, sebagian justru menyangsikan informasi tersebut.

Dokter spesialis olahraga dan Direktur Slim & Health Sports Center Jakarta dr Michael Triangto, SpKO mencatat 10 hal tentang olahraga yang diterima Terakota.id. Berikut Fakta dan Mitos dalam olahraga.

1. Olahraga saat pandemi Covid-19 aman dilakukan di dalam rumah.

American College of Sports Medicine (ACSM) merekomendasikan agar menghindari tempat umum dan jaga jarak. Sejalan dengan anjuran dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) untuk tetap beraktivitas fisik di rumah untuk menekan risiko penularan Covid-19.

Pernyataan diatas adalah: Fakta

2. Berolahraga mengenakan masker akan mengganggu kesehatan.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan menggunaan masker sebagai barrier antara udara luar dan hidung maupun mulut yang menyaring udara sampai 90 persen. Masker sama sekali tidak menghentikan aliran udara pernafasan. Sehingga mengenakan masker tidak akan mengganggu pernafasan termasuk juga saat berolahraga dengan intensitas ringan hingga sedang.

Pernyataan diatas adalah: Mitos

3. Mengikuti CFD aman karena berada di udara terbuka, tidak mungkin tertular Covid-19.

Udara terbuka di zona hijau memiliki risiko lebih kecil terinfeksi Covid-19. Namun jika mengikuti acara car free day yang penuh orang bergerombol kita akan sulit menjaga jarak. Sehingga risiko bertambah apalagi banyak yang tak mematuhi protokol kesehatan seperti tak mengenakan masker, dan jaga jarak.

Pernyataan diatas adalah: Mitos

fakta-dan-mitos-seputar-olahraga-selama-pandemi-covid-19
Warga menggunakan masker dan pelindung wajah saat mengikuti Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau yg lebih dikenal dengan Car Free Day (CFD) di Jalan Thamrin sampai Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (21/6/2020). Masyarakat memadati jalan Sudirman sampai Jalan Thamrin, Jakarta pada hari pertama Car Free Day di tengah pandemi Covid-19, Kebanyakan pengunjung didominasi oleh pengemudi sepeda ketimbang yang berlari. Selain orang dewasa juga banyak anak kecil yang terlihat turut berolahraga di sepanjang jalan. SP/Joanito De Saojoao.
  1. Olahraga ringan sampai sedang dapat menghindari Terinfeksi Covid-19.

Olahraga berintensitas ringan sampai sedang akan meningkatkan kesehatan dan juga daya tahan tubuh dari kemungkinan terinfeksi Covid-19. Karena tak memaksa tubuh melakukan latihan berlebihan dan melampaui batas kemampuan tubuh.

Pernyataan diatas adalah: Fakta

5. Berolahraga berat di tempat kebugaran meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan mencegah Covid-19.

Olahraga dengan intensitas berat justru akan menurunkan intensitas tubuh sehingga lebih memungkinkan terinfeksi Covid-19. Selain itu  kebersihan peralatan tidak dapat dijaga sehingga mempermudah penularan.

Pernyataan diatas adalah: Mitos

6. Minum air secara teratur saat berolahraga dapat menghindari Covid.

Saat berolahraga tubuh kehilangan cairan. Kehilangan cairan harus segera diatasi dengan meminum air secara cukup dan teratur. Jika tak segera mengganti cairan tubuh, tubuh akan mengalami dehidrasi dan mengganggu kesehatan. Sehingga mudah sakit dan tak tertutup kemungkinan terinfeksi virus Covid019.

Pernyataan diatas adalah: Fakta

7. Setelah berolahraga di luar rumah sebaiknya segera mandi dan berganti pakaian untuk menghindari Covid-19

Saat berolahraga di tempat umum, meski menjalankan protokol kesehatan namun selama berolahraga di luar tidak terkontaminasi virus Covid-19. Serta tidak berharap membawa pulang penyakit ke dalam lingkungan keluarga. Sehingga sesampai di rumah wajib membersihkan tubuh dengan mandi dan berganti pakaian bersih. Senantiasa menjaga kebersihan diri, berharap terhindar dari penularan Covid-19.

Pernyataan diatas adalah: Fakta

8. Berenang itu sama dengan mandi sehingga baik untuk mencegah Covid-19.

Jika berenang dilakukan di kolam renang pribadi dan dijamin tidak ada orang lain yang menggunakan kolam yang terinfeksi Covid-19 maka resiko penularan menjadi rendah. Namun jika di kolam renang umum dan terlebih tidak menerapkan protokol kesehatan maka resiko terinfeksi menjadi besar.

Pernyataan diatas adalah: Mitos

9. Mengenakan kalung eucalyptus bisa menghindari Covid-19.

Minyak eucalyptus memiliki manfaat untuk mengurangi gejala influenza, hidung tersumbat dan juga anti radang. Covid-19  memiliki gejala mirip influenza. Namun sumbatan saluran pernafasan berat sangat berbeda dari flu umumnya. Minyak eucalyptus mungkin bisa membantu meringankan gejala namun tidak mencegah atau menyembuhkan.

Pernyataan diatas adalah: Mitos

  1. Bersepeda merupakan olahraga paling aman selama pandemi Covid-19.

Bersepeda merupakan jenis olahraga yang  dapat meningkatkan kesehatan dan membantu mengatasi penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, kolesterol darah. Bersepeda harus mematuhi protokol kesehatan yakni dalam keadaan sehat, bersepeda sendiri dan memilih jalur yang tergolong zona hijau. Jika bersepeda tanpa menggunakan masker secara benar, bersama kelompok pesepeda berjumlah lebih dari lima orang dan tidak menjaga jarak sejauh 20 meter atau lebih maka resiko terinfeksi sangat besar. Bersepeda yang dilakukan melampaui batas kemampuan dapat mengganggu kesehatan tubuh.

Pernyataan diatas adalah: Mitos

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini