Ekonomi Tumbuh, Malang Dibangun Trem dalam Kota 1897

Videografer : Nanda Dwika*

Terakota.idPertumbuhan ekonomi meningkat, investor melirik untuk mengembangkan jalur transportasi di dalam Kota. Malang Stoomtram Mij (MS) berdiri pada 27 September 1895. Perusahaan didirikan dengan modal 1,8 juta gulden dengan melepas 1.800 lembar saham. Satu lembar saham dijual seharga 1.000 gulden.

Lantas trem menjadi salah satu moda transportasi penghubung antara kawasan perkotaan dengan desa satelit di sekitarnya. Trem digunakan untuk mobilitas penduduk sekitar. Selain pertanian, pusat industri di Malang juga membutuhkan mobilitas pekerja ke pabrik. Sehingga trem menjadi solusi untuk mengangkut penumpang. Terutama mengangkut pekerja ke pabrik gula untuk mengolah hasil tebu di sentra perkebunan di Malang.

Jalur trem penghubung dibangun ke kawasan sentra perkebunan tebu meliputi Bululawang,dan Gondanglegi yang menjadi sentra tanaman kopi, dan karet. Gondanglegi memiliki perananan penting sebagai pemasok kayu untuk bahan bakar menggerakkan lokomotif. Lantaran lokomotif digerakkan dengan ketel uap.

Kemudian dikembangkan jalur Talok-Dampit, jalur ini penting untuk memasok hasil bumi ke kota sebagai pusat industri. Jalur kereta juga berkembang Tumpang –Singosari termasuk di dalam kota jalur Malang-Bimbing.

Stasiun Malang Jagalan-Stasiun Bululawang sepanjang 11 kilometer dibuka 14 November 1897, Stasiun Bululawang -Stasiun Gondanglegi sejauh 12 kilometer dibuka 4 Februari 1898, Stasiun Gondanglegi-Stasiun Talok tujuh kilometer dibuka 9 September 1898, Stasiun Talok-Stasiun Dampit 8 kilometer dibuka 14 Januari 1899, Stasiun Gondanglegi-Stasiun Kepanjen sejauh 17.

*Reporter magang, tengah menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini