Eco Enzyme dan Sabun Lerak untuk Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Mahasiswa dan pegiat lingkungan mengikuti workshop membuat eco enzyme dan sabun lerak. (Foto: iLitterless)
Iklan terakota

Terakota.ID-Memeringati Global Recycling Day, iLitterless bersama Vosco Coffee menyelenggarakan workshop membuat eco enzyme dan sabun lerak. Eco Enzyme merupakan cairan multiguna yang terbuat dari fermentasi limbah organik seperti buah dan sayur. Workshop diikuti mahasiswa, dan pegiat lingkungan pada Sabtu, 19 Maret 2022.

Ekstrasi vitamin dan bakteri baik yang dihasilkan dari proses fermentasi berperan sebagai desinfektan alami, juga bisa digunakan sebagai bahan perawatan tubuh seperti toner wajah dan campuran air mandi, ataupun campuran pembersih lantai dan pupuk cair tanaman. “Workshop dari kampanyekan memanfaatkan, memilah dan mengolah sampah,” Direktur iLitterless, Ence Adinda dalam siaran pers yang diterima Terakota.ID

Sedangkan sabun lerak memiliki banyak manfaat, dapat digunakan sebagai sabun atau sampo untuk mencuci rambut dan deterjen alami. Umumnya, sabun lerak digunakan mencuci kain batik lantaran sifatnya yang tidak merusak warna dan tidak mengandung pewangi buatan.

Mahasiswa dan pegiat lingkungan mengikuti workshop membuat eco enzyme dan sabun lerak. (Foto: iLitterless)

Selain itu, sampo dan sabun lerak cocok digunakan untuk bayi yang sensitif terhadap bahan-bahan kimia yang terkandung dalam deterjen. Potensi buah lerak juga cukup besar. Banyak ditemukan di pekarangan dan perkebunan yang terserak dan jarang dimanfaatkan.

Workshop pembuatan eco enzyme disampaikan Desi dari Remora Handmade, dan pembuatan ampo dan sabun lerak oleh Cindy dari Estri Eco Bulk Store. Para peserta praktik langsung membuat eco enzyme dan sampo lerak. Para peserta juga dibekali pengetahuan mengenai isu, potensi, dan alternatif untuk mengurangi timbulan sampah dan mengelola sampah.

Tujuannya menggugah kesadaran generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan. Khususnya mengelola sampah.  Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Liingkungan Hidup dan Kehutanan, timbulan sampah nasional sebesar 67,8 ton. Sebesar 37,3 persen diantaranya berasal dari limbah rumah tangga.

Mahasiswa dan pegiat lingkungan mengikuti workshop membuat eco enzyme dan sabun lerak. (Foto: iLitterless)

Sektor rumah tangga menjadi yang paling banyak menyumbangkan timbulan sampah. Sayangnya, sampah tak dipilah sehingga tercampur sehingga sulit untuk didaur ulang. iLitterless juga mengenalkan ekonomi sirkular dan gaya hidup Zero Waste yang menjadi filosofi dan cara hidup. Mempertimbangkan dampak buruk dari aktivitas produksi dan konsumsi.

Tengah digagas maRRRch Fest yang dicanangkan iLitterless dan Overhypedshaped yang bertujuan sebagai bulan komunikasi bagi para pegiat lingkungan. Saling berbagi pengetahuan, gagasan, dan harapannya. Setiap maRRRch Fest dimunculkan suatu inovasi program atapun produk yang dapat membantu untuk mengampanyekan pengelolaan sampah yang tepat bagi masyarakat.

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini