Duta Budaya 12 Negara Belajar Seni Tradisi Malang

Duta budaya dari 12 Negara belajar menari topeng di Kampung Budaya Polowijen. (Foto : Dokumen KBP).

 

Terakota.id–Sejumlah perempuan luwes, menggerakkan tubuh mengikuti irama yang mengalun dari gending beskalan. Ya, mereka tengah menarikan tari beskalan putri. Sebuah tarian yang awalnya merupakan tarian ritual untuk ritus tanah. Menyambut musim tanam. Namun, kini tari beskalan putri menjadi tarian menyambut tamu. Tarian selamat datang.

Usai sajian tari beskalan putri, sejumlah penari menyuguhkan tari topeng khas Malangan dan tari garuda Nusantara. Tarian ini khusus dipersembahkan Kampung Budaya Polowijen Kota Malang untuk menyabut tamu, Sabtu 8 Desember 2018.

Tak sembarang tamu, sebanyak 30 orang dari 12 Negara merupakan tamu duta budaya.  Mereka berasal dari Thailand, Amerika Serikat, Papua Nugini, Uzbekistan, Afganistan, Vietnam, Kamboja, Mesir, India, Korea Selatan, Ukraina dan Afika Selatan.

Tari topeng Malang menyambut kedatangan duta budaya dari 12 Negara. (Foto : dokumentasi KBP).

Mereka hadir atas undangan pemerintah Indonesia untuk belajar seni dan budaya Nusantara. Usai menikmati sajian tarian tradisional, para tamu disambut dengan sampur atau selendang tari dikalungkan di leher. Warga Negara asing ini diajak ikut menari bersama.

Riuh, ramai dan bergembira. Mereka mengikuti gerak tari, memperhatikan gerakan tangan, kaki dan kepala para penari. Para tamu tekun mengikuti setiap gerak tari. “Ini strategi kami memperkenalkan seni dan budaya Malang,” kata penggagas Kampung Budaya Polowijen, Isa Wahyudi alias Ki Demang.

Kepala Bahasa Indonesia dan Penuturan Asing Universitas Muhammadiyah Malang Arif Budi Wuriyanto menjelaskan para mahasiswa asing ini tengah belajar bahasa dan budaya Indonesia. Termasuk bahasa dan budaya Jawa. “Mereka belajar selama setahun,” katanya.

Mereka memotret dan mempelajari seni dan budaya Nusantara termasuk tari topeng. Juga belajar membatik, tembang macapat dan permainan tradisional.  Duta budaya dari Vietnam, Nguyen Thanh Truc Dao mengaku gembira bisa belajar tari-tarian khas Malang. Termasuk tari topeng, dan tari beskalan putri.

Ia memperhatikan kesenian tari topeng Malang dengan tari topeng Ino di negaranya,  Kedua seni tari sama-sama mengangkat kisah epos Panji atau Inu Kertapati. Epos Panji menyebar ke kawasan Indo Cina dikenal dengan sebutan Inu. “Gerak tari topeng Malang lebih rancak,” katanya.

Duta dari Amerika Serikat Kevin Tatsuya menyukai tarian Indonesia. Ia mengabadikan setiap sesi tari dengan kamera foto. Mereka kagum dengan kesenian asal Indonesia yang beragam. Mereka juga menikmati kudapan atau jajanan tradisional yang tersaji.

Duta Batik Indonesia Gloria Vincentia Riyadi mengajari duta budaya membatik. (Foto : dokumentasi KBP).

Putri Batik Indonesia 2018 Gloria Vincentia Riyadi turut menyambut kehadiran tamu budaya.  Gloria mengajak duta budaya belajar tembang macapat, bermain musik tradisional dan permainan tradisional. Mahasiswa Sastra Jerman Universitas Negeri Malang ini memandu proses membatik.

Telaten, Gloria mengajarkan menorehkan malam di atas kain hingga proses pewarnaan. Gloria menjelaskan mulai cara membuat pola, mencanting,  mewarna dan hingga meluruhkan malam di atas kain. Sebagian belajar memoles topeng Malang dengan cat sesuai karakter tokoh topeng.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini