DPRD Jatim Diminta Membuat Regulasi Pelarangan Plastik Sekali Pakai

Aeshnina Azzahra, 15 tahun, siswa kelas 10 Madrasah Aliyah (MA) Bilingual Al Amanah, Pesantren Al Amanah Junwangi, Krian, Sidoarjo menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRD Jawa Timur. (Foto: Nina).
Iklan terakota

Terakota.IDMemperingati Hari Anak Nasional perwakilan anak muda menyampaikan aspirasi kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur.  Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Jawa Timur bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur mengundang perwakilan anak-anak se-Jawa Timur untuk menampung aspirasi.

Perwakilan anak muda Aeshnina Azzahra, 15 tahun, siswa kelas 10 Madrasah Aliyah (MA) Bilingual Al Amanah, Pesantren Al Amanah Junwangi, Krian, Sidoarjo menyampaikan aspirasi melalui surat. Aeshnina Azzahra yang akrab disapa Nina menyampaikan aspirasi mengenai kondisi sungai.

“Dulu saya bermain di sungai yang bersih, masa-masa yang paling indah dan bahagia dalam hidup saya. Namun sekarang, sungai dikotori sampah plastik dan popok, mencemari sumber air dan sumber pangan kita dengan jutaan partikel mikroplastik,” ujar Nina Senin, 25 Juli 2022 dalam siaran pers yang diterima Terakota.ID.

Nina mengungkap kesedihannya lantaran plastik terbuat dari minyak bumi dan bahan kimia beracun. Sehingga, bisa mengganggu sistem hormonal tubuh, gangguan fungsi otak, dan menyebabkan kanker. “Saya dan anak-anak membutuhkan sungai yang bersih sebagai sumber air dan sumber pangan,” tutur gadis asal Gresik.

Menurutnya, anak-anak menjadi kelompok rentan mengalami dampak Kesehatan. Lantarankarena harus menanggung dampak pencemaran plastik yang dihasilkan generasi kini. Untuk itu, Nina mengajak masyarakat menurunkan jumlah sampah plastik sekali pakai. Kewajiban pemerintah desa, katanya, untuk menyediakan layanan sistem pengumpulan sampah terpilah dan rumah kompos Tempat Penampungan Sampah-Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS-3R) untuk mengolah sampah secara mandiri di desa masing-masing.

Selain itu, katanya, dibutuhkan pengawasan seperti polisi patroli kebersihan sungai. Tujuannya untuk menertibkan perilaku masyarakat yang buang sampah ke sungai dengan menerapkan sanksi hukum.

Aeshnina Azzahra, 15 tahun, siswa kelas 10 Madrasah Aliyah (MA) Bilingual Al Amanah, Pesantren Al Amanah Junwangi, Krian, Sidoarjo menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRD Jawa Timur. (Foto: Nina).

Nina yang juga Kapten River Warrior Indonesia meminta agar anggota DPRD Jatim menyediakan taman bermain dan rumah literasi untuk mengedukasi anak-anak terkait bahaya plastik sekali pakai. Selain itu, ia juga meminta agar DPRD Jatim menyusun peraturan yang melarang enam jenis plastik seperti tas kresek, styrofoam, sachet, popok dan pembalut sekali pakai, sedotan, serta botol plastik.

“Meminta agar DPRD Jawa Timur membuat aturan yang mewajibkan semua warga mengurangi sampah plastik dan memilah sampah dari rumah,” kata Nina.

Tak hanya itu, Nina juga mendorong DPRD Jatim mewajibkan kantin di sekolah untuk menghentikan penggunaan kemasan plastik. Tidak hanya di sekolah, katanya, ia juga meminta agar semua kegiatan dan pertemuan pemerintahan dan pendidikan menyediakan konsumsi dan perlengkapan yang bebas dari kemasan plastik sekali pakai.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini