Desa Adat Ngadas Mempertahankan Tradisi Suku Tengger

desa-adat-ngadas-mempertahankan-tradisi-suku-tengger

Terakota.id–Desa Adat Ngadas, Desa Poncokusumo, Kabupaten Malang merupakan daerah enclave atau kantung di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Masyarakat merupakan salah satu suku Tengger yang tersebar di kaki Gunung Bromo. Hingga kini, mereka masih mempertahankan adat istiadat dan budaya Tengger.

Menunju Ngadas, Anda bisa mengendarai motor, atau membawa mobil keluarga. Jalan menuju lokasi, relatif bagus sebagian beraspal serta sebagian lagi jalan berlapis semen. Sebagian masyarakat menggantungkan hidup dari bertani, dan pekerja sektor wisata. Lantaran Ngadas merupakan jalur perlintasan wisatawan yang berwisata ke Gunung Bromo melalui Malang.

Dari Malang, Anda bisa menikmati pemandangan kawasan hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Jika beruntung bakal melihat lutung jawa (Trachypithecus auratus) dan elang jawa (Nisaetus bartelsi).

Lutung jawa kerap bergelantungan dari dahan satu ke dahan lain. Lutung biasa berkoloni atau berkelompok untuk mencari pakan. Berbagai dedaunan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menjadi pakan alami satwa endemik Jawa ini. Kadang lutung bergelayutan pepohonan yang berada di tepi jalan.

Sedangkan jika beruntung Anda bisa melihat elang jawa biasa terbang melayang tanpa mengepakkan sayap atau soaring pagi mulai pukul 07.30 WIB sampai Rp 10.00 WIB. Tak perlu menggunakan teropong, atraksi ini bisa dilihat dengan mata telanjang. Sehingga pengunjung yang melintas bisa melihat langsung atraksi burung langka ini.

Kedua jenis satwa ini kategori langka, dan dilindungi. Sesuai pendataan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTN-BTS) pada 2015 sebanyak 38 jenis satwa liar dilindungi . Terdiri dari 24 jenis aves atau burung dan 11 mamalia.

desa-adat-ngadas-mempertahankan-tradisi-suku-tengger

desa-adat-ngadas-mempertahankan-tradisi-suku-tengger

Masyarakat Ngadas khusus laki-laki menggunakan sarung dan perempuan mengenakan sewek atau jarik. Masyarakat Ngadas memiliki tata cara mengenakan sarung dan sewek. Masing-masing memiliki makna dan filosofi yang diwariskan leluhur.

Mereka juga mempertahankan udeng khas Tengger. Serta rumah ada Tengger. Sayang hanya tersisa dua rumah yang mempertahankan arsitektur khas Tengger.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini