Depot Hok Lay, Kuliner Legendaris Tiga Generasi

depot-hok-lay-kuliner-legendaris-tiga-generasi
Depot Hok Ley pelanggan kebanyakan keturunan Tionghoa, penjabat pemerintah, wisatawan mancanegara dan food blogger. (Terakota/Nanda Dwika).

Reporter : Nanda Dwika

Terakota.id–Tak banyak usaha kuliner yang bisa bertahan turun temurun sampai tiga generasi. Salah satunya di Malang, ada depot Hok Lay Jalan Kiai Haji Ahma Dahlan, Kota Malang. Kini, dikelola Budiman, 60 tahun, yang mewarisi usaha dari kakek dan neneknya.

“Depot Hok Lay menerapkan prinsip menyajian dan rasa tidak akan berubah. Resep dari kakek saya,“ ujarnya.

Budiman dalam mengelola depot Hok Lay tetap mempertahankan resep tradisi masakan dari mendiang kakeknya, Tio Hoo Poo. Ada menu utama yang menjadi andalan depot yang terletak tak jauh dari Pasar Besar Malang ini. Meliputi pangsit cwie mie, lumpia Semarang, es puding, es fosco dan lo mie.

Depot yang dibuka sejak 1946 ini menyajikan menu kuliner yang citarasanya tetap dipertahankan sampai sekarang. Resep warisan keluarga yang disajikan secara turun temurun. Pemilik depot, Budiman mengaku cita rasa tetap dipertahankan. Salah satunya, cwie wie yang kini menjadi kuliner khas Malang yang digemari.

Arsitektur depot tetap dipertahankan sejak 1946. Nyaman dan menarik bagi pemburu kuliner. (Terakota/Nanda Dwika).

“Sejak kakek membuka depot 1946 menu utamanya cwi mie, lumpia semarang, es puding, es fosco dan lo mie,” katanya. Lumpia Semarang, katanya, sengaja disajikan lantaran kudapan khas Semarang itu jarang ada di Kota Malang. Kuliner ini tetap dipertahankan, dan tetap mampu bersaing dengan kuliner baru dan restoran dengan konsep modern.

Sedangkan es fosco merupakan es andalan yang berasal dari bahasa latin dak blak artinya minuman berwarna hitam dan berbahan susu full cream dicampur coklat. Sehingga rasanya perpaduan antara asin, manis dan gurih.

Es fosco disajikan dalam botol kaca Coca-Cola, sehingga sebagian pembeli terkecoh dan menyangka es fosco  merupakan minuman bersoda. Selain es fosco, lumpia Semarang menjad menu andalan. Namun pangsit cwi mie tetap menjadi best seller.

Arsitektur bangunan tetap dipertahankan. Seluruh bentuk bangunan tak berubah, sejak dibangun sekitar 1946.  Bangunan khas era kolonial dengan model art deco. Sehingga saat menikmati kuliner, kita seolah memasuki gerbang waktu. Masuk ke masa era awal kemerdekaan.

depot-hok-lay-kuliner-legendaris-tiga-generasi
Lumpia Semarang juga menjadi menu andalan di depot Hok Ley. (Terakota/ Nanda Dwika).

Hok Lay buka mulai 09.00 WIB-13.30 WIB dan kembali buka sore pukul 17.00 WIB – 20.30 WIB. Hok Lay dalam bahasa mandarin artinya rezeki. Nama tersebut menjadi doa, berharap agar rezeki terus mengalir.

Meski depot Hok Lay berdiri sejak 1946 tetapi Hok Lay mendapatkan izin berwirausaha resmi dari pemerintah pada 18 Februari 1961. Izin usaha dibingkai dan dipajang di dinding samping kasir depot Hok Lay.

Pelanggan kebanyakan keturunan Tionghoa, penjabat pemerintah, wisatawan mancanegara dan food blogger. Rombongan pengunjung dari Bekasi tengah menikmati kuliner legenda ini setelah membaca ulasan dari seorang food blooger. Datang berombongan Sandra, 54 tahun bersama Fina, 20 tahun dan Vinda, 29 tahun.

“Makanan legendaris dan enak, “ kata Vinda. Sandra turut gembira, keturutan mencicipi masakan dari Hok Lay. Harga kuliner juga terjangkau, cukup puas cita rasa yang cocok di lidah. Harga makanan mulai Rp 6 ribu sampai Rp 25 ribu.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini