Delapan Jenis Tanaman Hias Paling Banyak Dibudidayakan di Kota Batu

tanaman hias di kota batu
Berbagai tanaman hias dibudidayakan petani di Desa Sidomulyo, Kota Batu. (Terakota/Zainul Arifin).

Terakota.id Sebagian besar pelancong mengenal kota berjuluk De Klein Switzerland atau Swiss kecil di Pulau Jawa ini sebagai salah satu tujuan favorit berpelesir. Padahal bukan itu saja, budidaya pertanian holtikultura khususnya tanaman hias di Kota Batu juga tak kalah memikat.

Berbagai jenis tanaman hias dibudidayakan warga Kota Batu. Di kebun, di green house maupun di pekarangan rumah. Mudah pula melihat deretan kios bunga di kiri kanan jalan. Ada pula Pasar Bunga Sekarmulyo di Desa Sidomulyo, sebuah desa yang kondang dengan sebutan sebagai desa wisata sejuta bunga.

Dari kebun – kebun di kota ini, jutaan bunga dikirim ke berbagai penjuru daerah di Indonesia setiap tahunnya. Para petani mereguk untung di momen tertentu. Awal pandemi lalu, pertanian tanaman hias pula penyelamat perekonomian Kota Batu. Saat banyak orang mulai berburu berbagai jenis tanaman hias guna mengusir kejenuhan.

Setidaknya ada 24 jenis tanaman hias yang paling banyak dibudidayakan di Kota Batu menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) setempat. Bisa jadi jumlah sebenarnya bisa lebih dari itu. Dari yang jumlah yang tercatat statistik itu, ada delapan jenis paling banyak tingkat produktivitasnya. Berikut ini tanaman hias itu.

 

Desa Sidomulyo, Kota Batu.
Hamparan kebun bunga mawar di Desa Sidomulyo, Kota Batu (Terakota/Zainul Arifin).

Mawar

Tanaman hias yang paling banyak dibudidayakan di kota ini adalah mawar. Sangat mudah melihat hamparan perkebunan mawar di daerah ini, terutama di Desa Gunungsari. Ada beragam jenis varietas mawar dengan beragam warna.

Salah satu masa panen bagi para petani mawar adalah saat momen valentine. Ratusan ribu tangkai dikirim ke berbagai pelosok kota besar. Wajar saja, produktivitas mawar di Kota Batu pada tahun lalu mencapai 55.488.590 tangkai dari luas lahan panen mencapai 1.466.530 meter persegi.

Krisan

Salah satu tanaman hias andalan dari kebun – kebun warga adalah bunga krisan. Biasanya, di penghujung tahun beraneka warna krisan bermekaran di green house. Karena tampak sangat cantik itu pula, banyak pelancong tak segan berswafoto di situ.

Krisan biasanya digunakan untuk mempercantik dekorasi panggsung, acara pesta pernikahan maupun hiasan meja rumah dan kantor. Produksi krisan (Chrysantemum) di Kota Batu pada tahun lalu sebanyak 21.980.908 tangkai dari luas panen mencapai 298.742 meter persegi.

 

Anggrek di Kota Batu
Anggrek (Anncapictures/Pixabay.com)

Anggrek

Tanaman bernama latin Orchidaceae ini banyak dibudidayakan di kota ini. Bila anda seorang pecinta tanaman ini, maka patut pula pelesir ke kebun bibit dan rumah hijau yang banyak berdiri di sini. Bahkan di kota ada Kampung Anggrek di Kelurahan Dapadrejo.

Ada berbagai jenis anggrek hasil persilangan yang diakui dunia internasional. Tak bisa dipungkiri, Kota Batu jadi salah satu penghasil anggrek berkualitas. Di kota ini pada tahun lalu sebanyak 1.673.296 tangkai anggrek dihasilkan dari luas panen 66.674 meter persegi.

Philodendron

Salah satu jenis tanaman populer dan sempat diburu para kolektor di tanah air. Philodendron termasuk satu jenis tanaman yang hits dan harga menembus jutaan rupiah awal pandemi lalu. Tanaman ini tergolong mudah perawatannya, bisa diletakkan di dalam maupun luar ruangan.

Di Kota Batu ada banyak jenis philodendron misalnya monstera, violin golden, singonium mojito, epipremnum skeleton key, kuping gajah karet hingga hibrid dan masih banyak lagi Pada tahun 2020 lalu, sedikitnya 1.413.445 pohon philodendron dihasilkan dari luas panen mencapai 68.220 meter persegi.

Anthurium Bunga

Anthurium atau juga dikenal dengan sebutan nama kuping gajah merupakan salah satu komoditas tanaman hias unggulan di kota ini. Bahkan pelaku usaha di Kota Batu sudah mampu mengekspor benih tanaman hias tersebut.

Tanaman dengan salah satu ciri berdaun lebar dengan tongkol bunga berwarna-warni menawan. Ada beragam jenis anthurium dibudidayakan petani di kota ini, mulai dari gelombang cinta, jemani, andraeanum dan lainnya. Sedikitnya 416.7171 tangkai anthurium bunga dihasilkan dari luas panen mencapai 15.708 meter persegi pada tahun lalu.

 

Bunga anyelir atau carnation (Gerhard G/Pixabay.com)

Anyelir

Anyelir atau carnation termasuk salah satu tanaman hias pekarangan dan pot yang populer. Kelopak bunganya berwarna tajam seperti merah, ungu, kuning dan bahkan perpaduan corak warna. Menjadikan tanaman hias ini banyak dibentuk buket untuk dekorasi ruangan.

Di Kota Batu pada tahun lalu dari luas panen mencapai 14.427 meter persegi mampu menghasilkan 209.776 tangkai anyelir. Menempatkan tanaman hias ini jadi salah satu yang banyak dibudidayakan petani.

Hebras

Herbras atau gerbera, salah satu bunga potong yang banyak diminati masyarakat. Jenis bunga yang banyak digunakan untuk bahan buket karena keindahan serta wanginya. Tumbuhan semak ini memiliki lebih dari 2.000 kultivar dengan bunga yang memiliki bentuk beragam.

Gerbera salah satu jenis tanaman hias yang juga banyak dibudidayakan di Kota Batu. Pada tahun lalu produktivitas tanaman ini mampu sebanyak 173.898 tangkai dari luas panen mencapai 11.796 meter persegi.

Aglonema

Sri Rejeki atau aglonema sempat menjadi salah satu superstar di kalangan penyuka tanaman hias. Salah satu tanaman hias yang mudah dijumpai di kios-kios tanaman di Kota Batu. Jenisnya pun beragama seperti lipstik merah, anjamani, big roy dan banyak lagi.

Bila ingin berburu beragam aglonema, silakan mampur di kebun dan green house para petani di kota ini. Produktivitas tanaman ini pada tahun lalu mampu sebanyak 165.389 pohon dari luas panen mencapai 13.231 meter persegi.

Selain delapan tanaman hias tersebut, masih banyak lagi yang dibudidayakan. Seperti anthurium daun, balanceng, keladi hias, gladiol, kamboja, pedang-pedangan, hanjuang dan lainnya. Karena itu, jangan lupa singgah ke kebun bila bertandang ke Kota Batu.

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini