Debat Kandidat, Ijtihad Menggairahkan Kongres AJI di Masa Pandemi

Terakota.idAliansi Jurnalis Independen (AJI) menyelenggarakan debat terbuka pasangan kandidat Ketua Umum (Ketum) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen)  pada Kamis, 25 Febuari 2021, pukul 19.00-21.00 WIB.  Debat dilangsungkan menjelang Kongres XI secara virtual 27-28 Februari 2021.

Acara debat diselenggarakan Majelis Pertimbangan Organisasi Nasional (MPON) AJI dan difasilitasi Pengurus Nasional AJI. Sekretaris MPON AJI Abdi Purmono sebagai penanggung jawab acara debat, menjelaskan debat diikuti dua pasangan kandidat. Dua pasangan yang mendeklarasikan diri antara lain Sasmito Madrim-Ika Ningtyas Unggraini, dan Revolusi Riza Zulverdi dan Dandy Koswaraputra.

“Debat bertujuan menyebarluaskan profil, visi, misi, dan program kerja kepada seluruh anggota AJI,” kata Abdi. Sehingga bisa menyebarkan informasi kepada seluruh anggota AJI untuk pertimbangan menentukan pilihan dalam Kongres. Tema utama debat tentang Tripanji AJI, yakni kemerdekaan pers, profesionalisme dan kesejahteraan jurnalis.

Debat terbuka, semacam uji kapasitas kandidat melalui acara public speaking seluruh anggota AJI. Sehingga pemilihan berdasarkan profesionalisme kandidat, integritas, komitmen kandidat terhadap organisasi memperjuangkan Tripanji AJI.

Debat terbuka menorehkan sejarah baru bagi AJI yang genap berusia 26 tahun. Sejak Kongres pertama 7-8 Oktober 1995 belum ada debat terbuka kandidat. Sehingga menjadi terobosan atau ijtihad bersama AJI, menggairahkan Kongres di masa pandemi Covid-19.

Sedangkan moderator debat adalah aktivis hak asasi manusia dan lingkungan yang juga Koordinator MPON AJI, Dandhy Dwi Laksono.  Panitia telah merumuskan draf aturan debat yang disepakati kedua pasangan kandidat. Debat juga menyediakan sesi pendalaman materi visi, misi, dan program kerja dengan model moderator bertanya. Pertanyaan rahasia, dan belum diketahui siapa pun kecuali moderator sendiri.

Ketua Umum AJI Abdul Manan menyetujui debat terbuka. Debat terbuka merupakan hal baik yang layak menjadi tradisi bagi seluruh anggota AJI. Agar memiliki kesempatan menimbang-nimbang para kandidat sebelum dipilih. “Kesempatan bagi para calon untuk menjelaskan ide, strategi dan programnya jika terpilih,” katanya.

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini