Daftar Pemenang Lomba Konten Digital Pengendalian Tembakau

Salah satu poster pemenang lomba konten digital pengendalian tembakau

Terakota.id-Program Pengabdian Masyarakat Akademisi Ilmu Komunikasi Lintas Kampus mengumumkan pemenang Lomba Konten Digital Pengendalian Tembakau. Pemenang terpilih Defita Dwinusa Cindana dari UII, Iqbal Maulana Astika Winardi dari UMM, Danny Kunto Wibisono dari UAI, Muhammad Fazrur Farizqidari UMM, dan Danny Kunto Wibisono dari UAI. Para pemenang diberikan penghargaan uang tunai dan sertifikat.

Produk konten digital yang dilombakan kategori poster, dan video yang diunggah di platform digital. “Proses lomba produksi konten digital sendiri digelar sejak 11 Maret,” kata Ketua juri lomba konten digital Pengendalian Tembakau, Monika Sri Yuliarti dalam siaran pers yang diterima Terakota.id.

Dimulai dengan pembekalan kepada 43 mahasiswa dari 5 kampus. Dilanjutkan dengan penilaian konten digital yang dilakukan pada 21 Maret. Salah seorang juri dari Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta Irwa Zarkasi  menilai konten peserta perlu dievaluasi.  “Masih ada peserta yang memunculkan gambar ataupun ilustrasi rokok dan kegiatan merokok. Konten tersebut langsung kami gugurkan,” katanya.

Dalam pembekalan, katanya, sudah diberitahukan syarat konten yang boleh disertakan. Dilarang menggunakan gambar atau ilustrasi rokok, apalagi aktivitas merokok. Hasil pre test dan post test saat pembekalan, terlihat peningkatan kesadaran peserta atau mahasiswa atas pentingnya pengendalian tembakau.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Masduki menyampaikan harapan program ini berlanjut. Ading, panggilan Masduki yang aktif memperjuangkan reformasi iklan tembakau di media penyiaran ini optimistis literasi pengendalian tembakau di kalangan mahasiswa cukup strategis.

“Mahasiswa adalah sasaran utama produk tembakau. Oleh karena itu perlu berpikir kritis terhadap upaya promosi produk tembakau.” kata Ading.

Sementara dosen ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Frida Kusumastuti menilai beberapa ide bisa dilanjutkan. “Peran akademisi komunikasi masih bisa dimaksimalkan untuk mendukung upaya pengendalian tembakau,” katanya.

Program ini didukung Southeast Asia Tobacco Control Aliance (SEATCA).  Program pengabdian masyarakat kolaboratif dimulai 6 Maret 2021. Program Pengabdian Masyarakat Akademisi Ilmu Komunikasi Lintas Kampus yang digagas Institut Komunikasi dan Bisnis London School of Business (IKB-LSPR) Jakarta. Melibatkan 15 dosen dari 15 kampus. Dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari lima dosen dari lima kampus.

Kelompok kedua terdiri atas dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Al-Azhar Indonesia-Jakarta (UAI), Universitas Islam Arsyad Al-Banjari-Banjarmasin (UNISKA Banjarmasin), Universitas Sebelas Maret-Surakarta (UNS), dan Universitas Islam Indonesia-Yogjakarta (UII).

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini