Cerita Panji, Visualisasi Seni Pertunjukan Wayang Topeng Malang

Pertunjukan wayang Topeng Panji biasanya di lakukan semalam suntuk. Mulai jam 9 sampai jam 6 pagi. Pertunjukan wayang topeng panji yang lama bersifat ritual /sakral. Pertunjukan itu pada dasarnya merupakan cara untuk memanggil roh-roh para leluhur.

Oleh: Tri Handoyo*

Cerita panji merupakan alternatif dari epos besar Ramayana dan Mahabarata. Ada sejumlah seni pertunjukan yang malah dengan sengaja mengabaikan epos dari india tersebut dan hanya memilih cerita panji, seperti wayang topeng dari Malang. Semula bukan hanya Panji saja yang menjadi cerita dalam pementasannya, namun dalam perkembangannya hanya memilih cerita panji saja.

Sehingga kemudian wayang Topeng Malang menjadi identik dengan cerita Panji.  Wayang topeng adalah sebuah pertunjukan seni drama dengan penonjolan pada aspek tari sebagai dasar penyajian dan sebagai salah satu aspek komunikasi  di samping vokal dalang.

Di Jawa Timur seni pertunjukan drama tari bermula dari seni pertunjukan pada masa kerajaan Majapahit, disebut wayang Wwang. Wayang dalam bahasa jawa kuno berarti bayangan/pertunjukan bayangan,Wwang berarti manusia. Jadi wayang Wwang  adalah seni pertunjukan wayang yang semua aktor dan aktrisnya berupa boneka dari kulit yang di ganti dengan manusia.

Kalau dahulu topeng di sebut juga dengan istilah tapel. Tapel atau topeng yaitu benda penutup wajah yang mewakili sebuah pribadi seseorang, maksudnya topeng penggambaran karakter dan sifat yang di gambarkan, pengambaran ini tidak terbatas pada figur manusia saja ,tetapi juga mahluk gaib seperti dewa dan binatang

Topeng  juga memiliki keterkaitan dengan aspek kepercayaan, yaitu sebagai sarana pemujaan terhadap roh nenek moyang. Contohnya pada masa kerajaan majapahit Raja Hayam Wuruk  pernah mengadakan upacara sebagai penghormatan kepada neneknya Sri Raja Patmi yang di namakan upacara Sradha. Yaitu dengan memakai media topeng yang terbuat dari emas yang bernama Sang hyang puspo sariro (dari hati yang paling dalam) dengan bentuk hanya sebesar segegaman tangan yang di tempel pada boneka.

Baca juga :  Komunisme Baru: Romantisme Sejarah atau Realitas ?

Cerita panji sendiri dalam pertunjukan wayang topeng secara garis besar adalah mengisahkan perjalanan / pengembaraan seorang pangeran dari kerajaan jenggala (kahuripan) dan seorang putri dari kerajaan kediri (daha ).  Keduanya ditakdirkan menjadi suami istri.

Cerita panji sendiri dalam pertunjukan wayang topeng panji malang versi kedung monggo ada sekitar 15 cerita. Contohnya : rabine panji, jenggolo mbangun candi, adeg’ke jenggolo, panji kudonorowongso, sayemboro sodo lanang,lahire nogo tahun,walang wati walang semirang,baderbang sisik kencono, gunungsari kembar,ronggeng roro jiwo – ronggeng roro tangis, panji laras adu jago, sekartaji palsu, rabine bapang, umbul umbul madyopuro, gegere gunung wilis

Kesenian wayang topeng panji tumbuh subur di daerah malang. Penyebarannya ada di Malang Timur dan Malang Selatan. Malang Timur meliputi Jabung, Tumpang, Glagah Dowo. Sedangkan Malang Selatan meliputi Kedungmonggo-Pakisaji, Jatiguwi, Jambuwer, Pijiombo-Gunung Kawi.

Sementara itu di Kota Malang juga tumbuh kesenian topeng Malang yang ada di Polowijen. Justru Empu Topeng Malang Ki Tjondro Suwono atau terkenal dengan buyut Reni berasal dari Polowijen yang menjadi acuan bagi sanggar wayang topeng di Malang pada jaman Bupati Malang Ario Suriodiningrat. Masa itu menjadi puncak moncernya topeng Malang, sekitar 1880-an sampai 1930-an

Kedungmonggo memiliki Sanggar Asmoro Bangun, sebagai salah satu sanggar yang masih tergolong paling aktif mempertahankan kesenian Wayang Topeng Panji. Dirintis Mbah Karimun (Maestro Topeng Malang), saat ini terus dijaga kelestariannya.

Sanggar Asmoro Bangun Kedungmonggo sampai saat ini mempunyai program pembelajaran seperti : pembelajaran tari yang di laksanakan  tiap hari minggu, pembuatan topeng malang setiap hari, pembelajaran karawitan sepekan dua kali, pertunjukan rutin setiap satu bulan sekali yang di namakan Gebyak malam senin legian, kegiatan itu tidak dipungut biaya alias gratis.

Baca juga :  Refleksi Hari Air di Situs Purbakala

Kesenian topeng Malang di Kedungmonggo sudah berjalan lima generasi sampai sekarang. Mulai Serun, Kiman, Larimoen (Bergelar Maestro Topeng Malang dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata 2008), Taselan, dan Handoyo.

Penari Topeng Malang bersiap menjelang pementasan. (Foto : Dok. pribadi penulis)

Adapun susunan san struktur penyajian dalam  pertunjukan Wayang Topeng Panji di Malang:

  1. Gending giro: eleng-eleng, krangehan (adalah sebagai pertanda bahwa pertunjukan topeng akan segera di mulai
  2. Tari pembuka: tari beskalan patih/bang tih (topengnya berwarna merah dan putih ) perlambang merah dari ibu putih dari bapak.
  3. Jejer jenggolo/ kediri: menceritakan permasalahan yang akan di hadapi
  4. Perang gagal: pertempuran antara prajurit jawa dan prajuri sabrang tetapi tidak ada yang kalah dan menang.
  5. Sigeg/jeda: di isi hiburan
  6. Perang: perang antara prajurit jawa dan prajurit sabrang yang di akhiri oleh kekalahan prajurit sabrang (tetapi tidak ada yang di bunuh)
  7. Temu: pertemuan panji asmorobangun dengan dewi sekartaji (ending)
  8. Penutupan: diisi dengan tari Topeng Gunungsari

Pertunjukan wayang Topeng Panji biasanya di lakukan semalam suntuk. Mulai jam 9 sampai jam 6 pagi. Pertunjukan wayang topeng panji yang lama bersifat ritual /sakral. Pertunjukan itu  pada dasarnya merupakan cara untuk memanggil roh-roh para leluhur.

Sehingga sebelum pertunjukan para pemain menjalankan ritual yang di namakan suguh. Ritual ini biasanya di laksanakan di punden (Tempat yang di anggap suci atau dokeramatkan oleh masyarakat desa setempat). Tujuanya supaya  para leluhur mau datang dan  memberikan contoh perbuatan baik mereka pada jaman dahulu  melalui pertunjukan wayang topeng panji.

Topeng sendiri dalam cerita panji versi Kedungmonggo mempunyai 76 karakter yang di bagi menjadi 4 kelompok besar:

  1. Tokoh protagonis/ tokoh baik: tokoh-tokoh panji ciri-cirinya mata gabahan ,hidung pangotan, senyum, ragam hiasnya memakai bunga , daun dan sulur
  2. Tokoh antagonis/ tokoh jahat : tokoh-tokoh sabrang ciri-cirinya mata telengan / bulat, mempunyai taring,ragam hiasnya memakai motif binatang (garuda , gajah ,naga)
  3. Tokoh lucu/abdi dalem: Potrojoyo, Demang dan Emban ciri-cirinya bentuk nya lucu dan tidak mempunyai ornamen yang banyak
  4. Tokoh binatang : celeng srenggi, nogo tahun, lembu gumarang ciri- cirinya seperti binatang tidak memakai ragam hias
Baca juga :  Romantisme Musisi dan Penyair dalam Akupili

 

Arti warna di topeng panji malang versi kedung monggo

  1. Putih artinya suci , setia
  2. Merah artinya pemberani
  3. Kuning artinya ceria, kesenangan
  4. Hijau artinya kedamaian, kesuburan
  5. Hitam artinya bijaksana

 

Demikian sekilas tentang Topeng Panji Malang yang menjadi ciri khas Sanggar Asmorobangun Kedungmong. Semoga menambah khasanah dalam seni dan pertunjukan yang berbasis kearifan lokal.

Penunaklis bersama istri dan anak-anaknya. (Foto : Dok. pribadi penulis).

* Penari, pengrajin topeng Malang dan Pimpinan Sanggar Tari Topeng Asmorobangun Kedungmonggo Pakisaji, Kabupaten Malang.

 

 

1 KOMENTAR

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini