CEK FAKTA : Petir Menyambar Mekah setelah Presiden Indonesia Masuk Ka’bah

Petir menyambar clock tower di Mekah, 8 September 2018. (Foto: alarabiya.net)

Terakota.id–Sebuah pesan berantai beredar di aplikasi perpesanan whatsapp berisi berita berjudul “Petir Menggelegar Setelah Presiden Indonesia Masuk Kabah.” Sekaligus dilengkapi tautan atau link berita dari aljazera.online. Laman berita menuliskan jika menara jam tertinggi dunia di kota suci Mekkah, Arab Saudi mendadak gelap. Setelah instalasi listrik di bangunan itu tergangggu akibat sambaran petir.

“Dilaporan harian lokal Sabq, listrik di menara jam yang menghadap langsung ke Kabah itu sempat padam dalam beberapa jam, sebelum akhirnya dipulihkan dan kembali normal,” ditulis dalam laman berita aljazera.online. Petir tersebut dikaitkan dengan kehadiran Presiden Joko Widodo masuk ke dalam ka’bah saat umroh, 14 Maret 2018. Berita ini diunggah 15 April 2019.

Presiden Joko Widodo beserta keluarga masuk ke dalam ka’bah saat menunaikan ibadah umroh. (Foto : Biro Pers Sekretariat Presiden).

Berita ini juga dikutip eramuslim.com. Isi berita sama persis dengan tautan di laman aljazera.online. Berita berkelindan, turut disebarkan di media sosial seperti facebook. Pemilik akun aad.adris.3 menyebarkan kabar melalui tangkapan layar alias screenshot. Kabar ini disebarkan sekitar pukul 17.00 WIB.

Sebagian juga menyebarkan berita tersebut, dilengkapi tautan youtube dengan akun Viral Daily. Jika teliti dan melihat detail, video ini diunggah pada 28 Septermber 2018. Video telah dilihat 41.355 orang.

Terakota.id menelusuri aljazera.online sebagai media yang pertama menyebarkan berita tersebut. Melalui penelusuran beberapa tools menunjukkan jika pemilik portal sengaja menyamarkan identitas media. Kapan didaftarkan, lembaga pengelola dan nomor telepon maupun surat elektronik yang bisa dihubungi. Hanya sebuah keterangan pengelola menggunakan alamat internet protokol atau IP address beralamat di Kalifornia, Amerika Serikat.

Pemilik portal sengaja menutupi identitas agar sulit dilacak. Sehingga diduga sengaja menyebarkan kabar bohong atau hoaks dengan motivasi tertentu.

Sebuah media di Arab Saudi alarabiya.net melaporkan kilatan petir menyambar clock tower di Mekah terjadi pada Sabtu, 8 September 2018. Galeri foto menunjukkan sejumlah foto menara jam di Mekah disambat petir.

Redaksi Al Jazeera Media Network Biro Jakarta juga mengklarifikasi berita tersebut bukan diproduksi Al Jazeera. Seperti sebuah pesan yang diterima Terakota.id berikut ini :

Salam,

Sehubungan dengan beredarnya sebuah tulisan berjudul “Petir Menggelegar Setelah Presiden Indonesia Masuk ke Kabah” yang dipublikasikan oleh situs bernama aljazera.online kemarin, Al Jazeera Media Network Biro Jakarta bermaksud menyampaikan keterangan sebagai berikut:

1. Al Jazeera Media Network tidak pernah memproduksi tulisan itu dan tidak memiliki hubungan apapun dengan pengelola situs tersebut

2. Al Jazeera Media Network mengecam keras penggunaan nama situs yang seolah-olah mirip dengan nama media kami

3. Al Jazeera Media Network mendesak agar pengelola situs aljazera.online dan situs-situs lain yang mencatut nama kami agar segera mengganti nama karena sangat merugikan Al Jazeera Media Network

4. Al Jazeera Media Network tidak memiliki situs berita online berbahasa Indonesia hingga saat ini

Sebagai informasi tambahan, Al Jazeera Media Network merupakan jaringan media internasional berbasis di Qatar yang menaungi stasiun televisi Al Jazeera English Channel, Al Jazeera Arabic Channel, Al Jazeera Documentary, Al Jazeera Mubasher (Live), aljazeera.com (Bahasa Inggris), aljazeera.net (Bahasa Arab), AJ+, dan lainnya.

Demikian pernyataan ini kami sampaikan. Terima kasih.

Sohaib Jassim

Kepala Biro Jakarta

Al Jazeera Media Network

KESIMPULAN

Berita yang beredar merupakan kabar bohong alias hoaks. Gambar dan foto diolah sedemikian rupa sehingga terjadi disinformasi. Kabar bohong yang sengaja disebarkan berulang-ulang melalui media daring dan media sosial.

FAKTA

Petir menyambar clock tower di Mekah terjadi pada Sabtu, 8 September 2018.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini