CEK FAKTA : Benarkah Infrastruktur Digital sudah Terbangun?

Terakota.id-Calon Presiden Joko Widodo mengklaim pada masa pemerintahannya telah membangun infrastruktur digital dalam debat calon Presiden, Sabtu 13 April 2019. Jaringan infrastruktur dengan pita lebar atau broadband, meluncurkan palapa ring dengan 4 G. Apakah klaim ini benar? Terakota.id mengecek ke sejumlah sumber memastikan sebagian pernyataan benar.

Jokowi mengklaim jika infrastruktur digital ini membantu mengembangkan bisnis digital. Serta menunjang Internet of Things (IoT), Big Data, Cloud Computing, Artificial Intellegence (AI), dan Games.

Data Kementerian Komunikasi dan Informasi menyebutkan Jakarta rata-rata menggunakan internet dengan kecepatan 7 Mb/s jaringan 4G. Sedangkan di Maluku dan Papua hanya 300 Kb/s. Sehingga belum ada pemerataan infrastruktur digital. Sedangkan pengguna harus membayar harga yang lebih mahal per Mega byte.

Kementerian Informasi dan Komunikasi tengah membenahi sektor infrastruktur akses internet. Salah satunya dengan mengerjakan program satelit Palapa Ring sebagai jaringan tulang punggung atau broadband backbone. Menteri Rudiantara menargetkan, pembangunan infrastruktur satelit Palapa Ring selesai 2019. 

Progres pembangunan infrastruktur paket wilayah barat meliputi Natuna beroperasi, wilayah tengah meliputi Talaut, Sangihe. Infrastruktur mencapai 98 persen. “Sekarang Palapa Ring dalam proses uji coba dan integrasi,” kata Menteri Kominfo, Rudiantara di Jakarta, 26 Oktober 2018.

Program Satelit Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi pembangunan serat optik sepanjang 36 ribu kilometer. Palapa Ring terdiri dari tujuh lingkar kecil serat optik meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku.

Data Kominfo merilis pembangunan Palapa Ring Paket Barat sepanjang 2.275 kilometer dan Palapa Ring Paket Tengah sepanjang 2.995 kilometer selesai 100 persen. Sedangkan pembangunan Palapa Ring Paket Timur sepanjang 6.878 kilometer akhir 2018 mencapai 90 persen.

Sementara kecepatan internet 4G Indonesia menjadi yang paling lambat di Asia Tenggara. OpenSignal mencatat koneksi internet 4G Indonesia mengalami kemacetan sehingga membuat ayunan besar dalam kecepatan jaringan.

Koneksi tercepat 4G di Indonesia sebesar 18,5 Mbps, sedangkan koneksi terlambat sebesar 5,7 Mbps. Berarti, ayunan kecepatan internetnya sekitar 3,2 kali lipatnya. Sedangkan  42 persen Negara yang disurvei memiliki variasi kecepatan hingga dua kali lipat.

Sumber :

Kata Data

Kominfo

Bisnis

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini