Cegah Penyebaran Virus Corona, Gunung Bromo Ditutup

cegah-penyebaran-virus-corona-gunung-bromo-ditutup
Asap dan Abu Vulkanik mencurat dari kawah Gunung Bromo di Jawa Timur, kamis (21/03). Walaupun Gunung Bromo sedang mengeluarkan asap dan abu Vulkanik sejak awal bulan maret, aktifitas warga dan wisatawan masih berjalan normal, hanya dilarang mendekat ke kawah aktif dengan radius 1 Km. Foto: Falahi Mubarok/ Terakota.id

Terakota.id—Sejumlah tempat wisata ditutup untuk mencegah penularan virus corona. Termasuk objek wisata gunungapi Gunung Bromo. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) menutup objek wisata Gunung Bromo mulai 19 Maret 2020 pukul 00.01 WIB sampai 31 Maret 2020. Termasuk menutup pendakian ke Gunung Semeru.

“Ditutup sementara kunjungan wisata alam di kawasan TNBTS,” kata Kepala BBTNBTS Jhon Kenedie melalui siaran pers yang diterima Terakota.id.

Penutupan wisata di Gunung Bromo dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona. Lantaran penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) semakin cepat dan luas. Keputusan ini, katanya, menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: SE.1/MENLHK/SETJEN/SET.1/3/2020 tanggal 15 Maret 2020 tentang Pencegahan Penyebaran (COVID-19) di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Jhon menyampaikan jika pengumuman ini disampaikan melalui surat Nomor: PG.03/T.8/ BIDTEK /BIDTEK.1 /KSA/3/2020 tanggal 18 Maret 2020 tentang Kewaspadaan dan Pencegahan Terhadap Resiko Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). “Mencegah penyebaran COVID-19 di area wisata,” katanya.

Bunga es tipis menyelimuti hamparan pasir di lautan pasir Gunung Bromo. (Terakota/Eko Widianto).

Kebijakan panutupan wisata TNBTS, ujar Jhon, semata-mata merupakan ikhtiar BBTNBTS untuk mencegah penyebaran COVID-19 semakin meluas. Terutama berpotensi menular kepada petugas dan pengunjung wisata Gunung Bromo.

Penutupan Gunung Bromo bersifat sementara, akan dievaluasi dengan memperhatikan kebijakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Serta kebijakan Pemerintah Daerah setempat dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Jhon Kenedie meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Namun, senantiasa waspada. Perkembangan selanjutnya, ujar Jhon, jika kondisi normal akan ditinjau kembali penutupan wisata ke Gunung Bromo.

“Senantiasa berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Esa agar wabah COVID-19 ini segera berlalu,” katanya. Sehingga aktivitas kepariwisataan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru segera pulih dan normal kembali.

1 KOMENTAR

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini