Cegah Covid-19, Penumpang KA Dilarang Berbicara antar Penumpang dan Menelepon

Libur panjang, jumlah penumpang kereta melonjak dibanding penumpang di hari saat pandemi Covid-19. (Foto : PT KAI Daop Surabaya).

Terakota.id-PT Kereta Api Indonesia (KAI) melarang penumpang berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung selama perjalanan. Larangan ini diterapkan untuk mencegah penuluaran Covid-19. Penumpang yang lama perjalanan kurang dari dua jam tidak diperkenankan makan dan minum.

“Kecuali individu yang wajib mengonsumsi obat-obatan untuk pengobatan. Jika tidak dikonsumsi membahayakan keselamatan dan kesehatan yang bersangkutan,” kata Manager Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) 8 Surabaya, Suprapto dalam keterangan tertulis yang diterima Terakota.id, Rabu 27 Januari 2021.

Selama perjalanan penumpang kereta api wajib mematuhi protokol kesehatan dan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kementeri Perhubungan Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian dalam masa Pandemi Covid-19.

pemeriksaan GeNose Test atau Rapid Test Antigen (RT-PCR) di stasiun kereta. (Foto : PT KAI Daop 8 Surabaya)

Selain itu, mulai 26 Januari sampai 8 Februari 2021, penumpang jarak menengah dan jauh diharuskan menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19. Yakni hasil pemeriksaan GeNose Test atau Rapid Test Antigen (RT-PCR) yang menyatakan Negatif Covid -19. Surat tersebut sebagai syarat kesehatan bagi individu yang melakukan perjalanan.

Surat keterangan negatif Covid-19 diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan. Namun tidak diwajibkan bagi pelanggan yang berusia di bawah 12 tahun. PT KAI juga menyediakan fasilitas pemeriksaan GeNose Test di sejumlah stasiun 5 Februari 2021. Kini masih tahap persiapan bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

“Tahap awal, disediakan di Stasiun Gambir dan Yogyakarta dahulu,” ujar Suprapto. Biaya layanan rapid test antigen Rp105 ribu. Bagi yang ingin mendapat layanan rapid test antigen di stasiun harus menunjukkan tiket kereta api jarak menengah atau jauh. Atau cukup menunjukkan kode booking yang dibayarkan lunas beserta kartu identitas.

Rencananya layanan pemeriksaan rapid test antigen tersedia di Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, Mojokerto dan Sidoarjo. Penumpang kereta api jarak menengah atau jauh harus dalam kondisi sehat. Tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam. Serta uhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius. Mengenakan masker kain tiga lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut. Diimbau mengenakan pakaian lengan panjang.

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini