Byar Pet Jalanan Kota Malang dan Penerapan PPKM Darurat

Kondisi jalan Ijen Kota Malang pada Senin malam, 5 Juli 2021. (Terakota/ Zainul Arifin).

Terakota.id-Gelap gulita bergelayut di jalanan utama Kota Malang selama tiga hari ini. Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah ruas jalan dimatikan. Sesuai keputusan Pemerintah Kota Malang saat menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai 3-20 Juli 2021.

PJU dipamdamkan mulai pukul 20.00 WIB. Sejumlah ruas jalan gelap gulita, tak ada penerangan jalan. Wali Kota Malang Sutiaji usai koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) pada 1 Juli 2021 menyampaikan pemadaman PJU dilakukan untuk mencegah aktivitas masyarakatan di pusat keramaian saat malam hari.

“Berkoordinasi dengan PLN soal pemadaman listrik di titik keramaian,” katanya. Tak ada jam malam selama pemberlakuan PPKM Darurat, namun kegiatan masyarakat harus berhenti sesuai jam yang ditentukan. Pusat perbelanjaan, supermarket dan toko ditutup sesuai ketentuan.

Pemadaman PJU menjadi perbincangan di dunia maya. Sejumlah warga menyampaikan keluhannya melalui media sosial. Seperti yang disampaikan Alfian Andhy di Grup Facebook Komunitas Peduli Malang-Asli Malang. Alfian menyampaikan Alfian Andhy jika pemadaman PJU bisa mengakibatkan kecelakaan dan kriminalitas. “Malang PDD (peteng dhedhet) onok wong nyabrang meh ae di tabrak scoopy…Tulung mulai mene urupno maneh lampune, marai rawan begal,” tulis Alfian.

Malang PDD ( peteng dhedhet ) onok wong nyabrang meh ae di tabrak scoopy….
Tulung mulai mene urupno maneh lampune, marai rawan begal.

#dosadansalahapa

Dikirim oleh Alfian Andhy pada Minggu, 04 Juli 2021

 

Sebagian beasr anggota grup mendukung keluhan Alfian. Seperti yang disampaikan Himawan Arif S . “Tlg peraturan ini ditinjau ulang.. Sy jd kuatir dgn anak saya (cewek) yg kadang harus.. pulang mlm..Ini bnr bnr peraturan konyol.. . Dgn dimatiin lampuny akan rawan kecelakaan dan rawan kejahatan,” tulis Himawan.

Setelah menjadi perdebatan dan diprotes warganet di sejumlah media sosial, Wali Kota Malang Sutiaji mengubah kebijakan tersebut. Sutiaji mengumumkan dalam instagram pribadi. Ia menyampaikan mulai 6 Juli, pemadaman PJU ditiadakan. Sutiaji mengajak semua warga Kota Malang untuk mematuhi protokol kesehatan mencegah penularan Covid-19.

“Bismillah. P. J. U. Setelah evaluasi pada penerapan PPKM Darurat sejak 3 Juli dan berjalan beberapa hari kemarin. Mulai hari ini 6 Juli 2021 Penerangan Jalan Umum (PJU) akan dinormalkan kembali. Berbagai pertimbangan diperhatikan dan berbagai masukan secara seksama. Karena dalam situasi seperti ini, Kita perlu untuk cermat dan akurat, berhati-hati sekaligus juga segera dalam eksekusi. Saya mengajak semua masyarakat Malang untuk mematuhi dan membantu menyukseskan PPKM Darurat yang masih berlangsung beberapa hari kedepan. Mari kita dukung dan doakan untuk tenaga kesehatan yang berada dalam garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 semuanya diberikan kesehatan dan kekuatan. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT dan dijauhkan dari wabah COVID-19,” tulis Sutiaji.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Drs. H. Sutiaji (@sam.sutiaji)

Aturan PPKM Darurat

Wali Kota Malang Sutiaji mengeluarkan Surat Edaran Nomor 35 tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM Darurat Covid-19. Surat ditandatangani 2 Juli 2021. Isinya meminta seluruh masyarakat, pelaku usaha, pengelola tempat ibadah dan perkantoran untuk mematuhi protokol kesehatan. Bagi lembaga pendidikan diminta melakukan kegiatan belajar secara daring. Sedangkan pada kegiatan sektor non esesnsial diberlakukan 100 persen bekerja di rumah.

Sedangkan sektor esensial meliputi perbankan, pasar modal, teknologi informasi dan perhotelan dan indutri orientasi ekspor diberlakukan separuh bekerja di kantor dengan protokol kesehatan. Sedangkan esensial sektor pemerintahan yang memberi pelayanan publik diberlakukan 25 persen bekerja di kantor.

Sementara kritikal seperti sektor energi, kesehatan, logistik, transportasi industri makan dan minum, objek vital nasional, dan kebutuhan pokok diberlakukan 100 persen bekerja di kantor. Supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan dibatasi operasional sampai pukul 20.00 WIB. Dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Sedangkan apotik dan toko obat buka buka 24 jam.

Rapat koordinasi Forkompimda menjelas rapat PPKM Darurat di Ngalam Command Center. (Foto : Humas Pemkot Malang).

Warung makan tidak diperkenankan makan di tempat dan dibungkus. Tempat inadah masjid musala gereja pura vihara klenteng ditutup sementara “Sudah diputuskan dan dikung dalam pertemuan dengan tokoh agama,” katanya.

Area publik, taman dan wisata ditutup sementara, Kegiatan olahraga dan seni yang berpotensi menimbulkan kerumunan ditutup sementara. Transportasi umum diterapkan kapasitas maksimal 70 persen dengan protokol kesehatan. Resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 orang dengan menerapkan protokol kesehatan. Tidak diperkenankan makan di tempat resepsi.

Sanksi bagi yang melanggar diberlakukan sesuai aturan Undang-undang Nomor 4 tahun 1984 tentang wasbah penyakit menular dan Undang-undang Nomor 6 tahun 2018 tentang karantina kesehatan.  “Sanksi berupa tegura lisan dan tertulis. Bisa dicabut izin jika membandel,” kata Sutiaji.

Pemerintah Kota Malang memberikan bantuan bagi 2.500 pedagang kaki lima (PKL) sebesar Rp 300 ribu. Selain itu, juga dialokasikan dukungan anggaran Rp 500 ribu untuk per RT dan RW. Walikota Malang juga menginstruksikan kepada camat, dan lurah beserta instansi terkait untuk berkeliling menyosialisasikan kepada masyarakat.  “Motivasi menyelamatkan nyawa manusia,” katanya.

Data satgas Covid-19 mencatat pada 5 Juli 2021 yang terkonfirmasi positif bertambah 50 orang sehingga total 7.251 orang. Sedangkan yang dalam pemantauan bertambah 35 total menjadi 332, sembuh 14 orang menjadi 6.248. Sedangkan yang meninggal bertambah 1, total menjadi 671.

Kebut Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Kota Malang mengebut vaksinasi penduduk untuk menangkal Covid-19. Hari ini, dilangsungkan vaksinasi di sejumlah titik. Yakni di stadion luar Gajayana Malang, Puskesmas Bareng dan Stasiun Kota Baru Malang. Walikota Malang Sutiaji saat meninjau vaksinasi Covid-19 menjelaskan Pemerintah Kota Malang mengoptimalkan vaksinasi meski dalam masa PPKM Darurat.

“Target vaksinasi akhir Agustus-September mencapai 500 ribu jiwa. Setiap hari minimal 14 ribu sampai 20 ribu” katanya. Percepatan vaksinasi, katanya, tergantung ketersedian vaksin dari Kementerian Kesehatan.

Antusias masyarakat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19, katanya, sangat tinggi. Setiap hari semua fasilitas kesehatan di Kota Malang melakukan vaksinasi covid-19.  Sebanyak 1.500 vaksinator terlatih bekerja melakukan vaksinasi di 96 fasilitas kesehatan. “Sehari kita bisa 15 ribu,” katanya.

Juru bicara PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daop 8 Surabaya, Luqman Arif menjelaskan vaksinasi di stasiun untuk mendukung program pemerintah mempercepat program vaksinasi Covid-19. Selain itu, juga melengkapi persyaratan pelanggan kereta api jarak jauh untuk melakukan perjalanan di masa PPKM darurat.

PT KAI memberikan vaksinasi bagi para penumpang kereta di stasiun Kota Baru. (Foto : PT KAI Daop 8 Surabaya).

Syarat vaksinasi berusia 18 tahun lebih, menunjukkan kode booking tiket yang sudah dibayar atau tiket kereta api jarak jauh yang berlaku, menunjukkan KTP, datang paling lambat sehari sebelum jadwal keberangkatan kereta api. Khusus bagi ibu hamil bisa mendapatkan vaksin di stasiun setelah mendapat penjelasan dari petugas kesehatan dan bersedia atas pilihannya menjalani vaksin.

Selama menumpang kereta, penumpang diminta menerapkan protokol kesehatan dan disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Sedangkan mulai 5 sampai 20 Juli 2021 pelanggan kereta Api jarak jauh wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes PCR untuk maksimal dua hari atau Rapid Test Antigen maksimal sehari sebelum keberangkatan.

Sedang bagi pelanggan di bawah 18 tahun tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin. Selain itu, pelanggan di bawah lima tahun tidak diharuskan menunjukkan hasil PCR atau Rapid Test Antigen. “Layanan ini kerjasama dengan Pemerintah Kota Malang,” katanya.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini