Bumi Hangus

Mentalitas Bumi Hangus

Serpihan lantai berornamen klasik dibuang di depan Wisma Tumapel Malang. (Foto : Dokumen pribadi)

Bumi Hangus dikenal sebagai strategi militer yang digunakan dengan tujuan untuk melemahkan lawan. Mengecewakan usaha kemenangannya, dan tentu saja mengorbankan aset komunal untuk melaksanakan tujuan itu. Jadi misalkan kita kalah berperang dalam mempertahankan sebuah kota, maka pada saat sebelum musuh masuk dan menguasai kota, dengan kesadaran penuhkita menghancurkan (hingga rata dengan tanah) dan membakar segala aset kota yang memiliki kemungkinan akan dimanfaatkan, dinikmati, dan dimiliki oleh musuh, dan baru lantas mengundurkan diri sejauh-jauhnya dari jangkauan musuh.

Sebagai sebuah strategi perang, mungkin saja taktik itu menguntungkan karena dengan begitu, sekalipun musuh memperoleh kemenangan dan dapat memasuki kota, mereka akan sengsara, kecewa, dan kehilangan jejak dari segala usaha yang kita lakukan dalam memerangi mereka.

Disamping itu, musuh juga menjadi lemah dan rentan karena mereka tidak bisa memanfaatkan, menikmati, dan berlindung pada segala aset kota lagi. Harapannya, kalaupun mereka harus bertahan, mereka akan menghabiskan begitu banyak energi dan sumberdaya untuk mengembalikan fungsi kota sebagai tempat yang layak untuk dijadikan hunian dan kedudukan.

Strategi Bumi Hangus semakin efektif jika dilakukan juga dengan meninggalkan kisah-kisah menakutkan, mengerikan, dan menghancurkan nyali. Misalkan dengan meninggalkan sisa-sisa yang memberi tanda dan simbolisasi agar bisa dilihat musuh sebagai tempat yang seram dan mengerikan untuk difungsikan kembali. Mayat, biasanya adalah alat yang paling efektif untuk membangun kesan itu.

Sebagaimana kita semua hingga sekarangpun masih menaruh simpatinya, bahwa dunia orang mati – terutama dalam kondisi yang mengenaskan – adalah dunia yang mengancam dan mengerikan. Dan dengan begitu, sangat mudah dan cepat terbangun kisah-kisah di khalayak yang memberi pesan bahwa di sebuah tempat tertentu, di gedung anu, di jalan anu, atau di sungai anu merupakan tempat(-tempat) yang perlu dihindari dan minimal ditakuti.

Nampaklah bahwa operasi Bumi Hangus sasaran utama dan terutamanya adalah untuk menyerang mentalitas musuh. Menjatuhkan nyalinya, dan memposisikan mereka pada keadaan rentan tak berdaya tidak hanya secara fisik, namun terutama secara psikis. Dengan begitu, kengerian musuh, pun dalam sebuah kemenangan setidaknya akan menjadi penghibur kekalahan kita.

Membumihanguskan Keseharian

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini