Buku Langka dan Unik Ramaikan Kampung Buku Jogja

Terakota.id—Kampung Buku Jogja (KBJ) kembali hadir menemui para pecinta buku. Sebanyak 53 penerbit indie hadir untuk di Taman Kearifan – Kawasan Lembah – Food Park Universitas Gajah Mada, 4-8 Oktober 2017 mendatang. Penerbit melonjak signifikan, tahun lalu meningkat 22 penerbit. Pameran diselenggarakan selama lima hari, lebih lama dibandingkan tahun lalu selama tiga hari.

“Interaksi dan komunikasi bisa lebih intens bertemu antara pelanggan dan pembaca,” kata Ketua panitia atau Kepala Dukuh KBJ, Arif Doelz, dalam siaran pers yang diterima Terakota.id. Panitia menerima masukan dari pengunjung, untuk menambah waktu pameran. Diperkirakan animo pengunjung tinggi, jumlah peserta jumlah meningkat.

KBJ, katanya, bukan ajang jualan buku semata tetapi juga menggerakkan literasi. KBJ bertema “Literasi dan Pasar Buku” untuk membangun ruang kritis dalam perkembangan dunia literasi Indonesia. Sekaligus melihat sudut pandang pasar buku terkini.

“Bisa melihat secara luas peta perbukuan di tanah air,” katanya.  Mulai aspek produksi buku, distribusi, sampai ke tangan pembaca.  Tersedia ruang pamer untuk transaksi buku, bedah buku, workshop, diskusi panel, presentasi, orasi buku, bincang komunitas, dan acara hiburan.

Saban hari, rangkai acara berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Penanggung Jawab Penerbit Indie, Eka Putra  menjelaskan jika sekitar 300-an judul buku indie akan menyemarakkan KBJ tahun ini. Buku Indie, katanya, menjadi salah satu fenomena menarik di KBJ.

Selain menghadirkan tema nonmainstream, buku yang diterbitkan memililiki tampilan fisik yang unik, dan terbit terbatas. Tidak beredar luas di toko buku berjejaringan. “Penerbit besar juga hadir,” ujar Eka yang juga membidani Penerbitan Oak.

Buku reguler dari penerbit besar juga mengikuti pameran tersebut. Selain Yogya, penerbit juga datang dari Bandung, Jakarta, Ciamis, Solo, Semarang, Salatiga, Surabaya, dan Madura. Total sebanyak 400 judul, meluputi penebit indie dan penerbit besar.

Sejumlah buku lawas juga akan dipamerkan. Buku antik dan langka selalu menjadi ciri khas dan keunikan KBJ setiap tahun. Lebih dari 20 lapak buku lawas akan memamerkan koleksi mereka.

“Bakal menjadi ajang bagi para pemburu atau kolektor buku langka,” ujarnya.  Para peserta akan menghadirkan judul buku dan terbitan yang sudah sangat susah didapatkan di pasaran.

“Kami mengeluarkan buku-buku terbaik kami yang jarang sekali kami jual. Spesial untuk KBJ,” tutur salah satu penjual buku langka asal Malang, Dodit Laksono. Dodit bakal mengajak para pelapak buku langka untuk datang dan meramaikan pameran.

Tinggalkan Pesan