Budaya Panji dalam Ragam Seni Tradisi Nusantara

Tari Ronggeng Roro Tangis oleh Komunitas Laras Aji Kabupaten Malang memeriahkan Festival Panji Nusantara 2020. (Terakota/Wulan Eka).

Penulis : Eka Wulan*

Terakota.idTari Bapang memikat pengunjung hari kedua Festival Panji Nusantara 2020 di Taman Krida Budaya Jawa Timur Kota Malang, Sabtu 28 November 2020. Tiga pemuda Duta Budaya dan Museum Kota Malang menarikan karakter Bapang dengan gagah. Karakter Bapang berwarna merah, mata besar dan berhidung panjang. Kedua tangan direntangkan, kaki diangkat sembari menggelengkan kepala dengan memainkan sampur atau selendang.

Mereka bertigak bergerak luwes, dan gagah mengikuti irama gamelan yang mengiringi tarian. pimpinan Padepokan Mangun Dharmo Ki Soleh Adi Pramono menjelaskan tarian Bapang biasa disajikan untuk penjeda antar adegan dalam dramatari Topeng Malang. “Bapang dikenal dengan sebutan Jayasentiko. Seorang Bupati dari Kadipaten Banjarpatoman di bawah kekuasaan Raja Klono Sewandono,” ujarnya.

Epos Panji merupakan karya sastra asli Nusantara yang diserap dalam berbagai seni tradisi. Kisah Panji mengambil latar era Kerajaan Kediri. Berbeda dengan epos Ramayana dan Mahabharata yang menyadur cerita dari Hindustan. Panji, seorang putra mahkota kerajaan Jenggala yang mengembara mencari kekasih hatinya, Dewi Sekartaji atau Dewi Candra Kirana.

Terdapat banyak variasi cerita Panji yang beredar dalam masyarakat. Kisah Panji bahkan menyebar sampai ke sejumlah Negara di kawasan Indo China. Budaya Panji diserap dalam berbagai kesenian tradisi setempat. Panji menjadi budaya yang membumi dengan berbagai filosofi kemanusiaan. Kehormatan, kepahlawanan, pengabdian, dan kesetiaan.

Tak hanya tersebar melalui sastra lisan atau naskah kuno, Kisah Panji juga ditemukan dalam prasasti, relief candi, karya seni, hingga dongeng. Salah satunya dongeng Ande Ande Lumut dan Timun Mas.

Koordinator Gelaran Festival Panji Nusantara 2020, Efie Wijayanti menjelaskan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur tengah melakukan literasi Budaya Panji. Sesuai tema “Literasi dan Visualisasi Budaya Panji.” “Kami bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional untuk literasi Budaya Panji,” ujarnya.

Mengenalkan Budaya Panji paling mudah dilakukan dengan pertunjukan. Menampilkan pertunjukan berbentuk visualisasi yang menarik penonton. “Kita perlu menengok kembali sejarah dan kebesaran cerita Panji melalui pementasan untuk menyusuri jejak-jejak sejarah kebesaran kerajaan Kahuripan, Kadiri, Singosari, dan Majapahit,” katanya

Tari Mustikaning Putri Jenggala dari Sanggar Andhe-Andhe Lumut Kabupaten Kediri menjadi penampilan kedua. Musktikaning Putri Jenggala menggambarkan romantisme Dewi Sekartaji dengan Raden Panji yang membuat iri dengki Wedal Werdi. Gejolak iri hati Wedal Werdi berhasil membuang dan memisahkan Dewi Sekartaji dari Raden Panji. Tak tinggal diam, Dewi Sekartaji bangkit dan berjuang merebut kembali yang menjadi hanya.

Tari Bintare dari Sanggar Sekartaji Kabupaten Kediri seolah menggambarkan letupan-letupan api semangat perempuan. Tari Bintare menceritakan sosok Dewi Sekartaji atau Galuh Candra Kirana. Dewi Sekartaji adalah putri mahkota dari Kerajaan Panjaluh atau Kediri. Perempuan ksatria, berilmu, berpengetahuan luas, berbudi pekerti, sabar dan tabah. Diambil dari cerita Panji Semirang.

Kepribadian Dewi Sekartaji menggambarkan seorang wanita juga menjadi sumber inspirasi dan semangat. Kecantikan sosok perempuan Jawa tergambar dalam kharakter Dewi Sekartaji yang sabar dan peduli terhadap sesama.

Karakter Prabu Klana dalam tari Ronggeng Roro Tangis. (Terakota/ Wulan Eka).

Potongan lain dari Kisah Panji ditampilkan melalui tari Ronggeng Roro Tangis oleh Komunitas Laras Aji Kabupaten Malang. Tari Ronggeng Roro Tangis mengisahkan Panji Asmarabangun yang menyamar jadi Ronggeng Roro Tangis untuk mencari  pusaka Jenggala yang hilang. Dalam penyamarannya, Panji menuju ke kerajaan Rancang Kencono.

Prabu Klono terpesona dengan kecantikan Ronggeng Roro Tangis. Saat Prabu Klono terlena Ronggeng Roro Tangis berhasil mengambil pusaka Jenggala. Terjadilah peperangan antara Panji dan Klono. Panji Asmorobangun memenangkan peperangan.

Di laman budayapanji.com mencatat sebanyak 80 naskah kuno Panji yang tersimpan di Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Sebanyak 40 diantaranya rusak.

*Reporter magang, tengah menempuh pendidikan Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini