Berwisata ke Gunung  Bromo, Ini Syaratnya

bulan-bebas-kendaraan-bermotor-di-kaldera-tengger-demi-pulihkan-alam-dan-kearifan-lokal
Wisatawan berkuda di kawasan lautan pasir Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur 21 Juli 2018. Mereka menyewakan jasa menunggang kuda kepada wisatawan yang ingin menuju puncak gunung Bromo dengan tarif berkisar antara 100-150 ribu. Terakota.id/Aris Hidayat

Terakota.id—Balai Besar Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mewajibkan pengunjung wisata gunung api, Gunung Bromo wajib menunjukkan hasil rapid test antigen saat libur tahun baru. Yakni mulai 30 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021, maksimal tiga hari sebelum kunjungan. Selain itu, pengunjung harus menaati protokol kesehatan.

“Protokol kesehatan diterapkan ketat. Jarak minimal antar pengunjung satu meter, memakai masker, mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer,” tulis Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Agus Budi Santoso, Senin 28 Desember 2020.

Selain itu, mulai 8 Januari 2020 jumlah pengunjung dibatasi maksimal 30 persen dari kuota atau daya dukung alam sekitar 1.001 orang per hari. Daya tampung pengunjung di Bukit Cinta 35 orang, Pananjakan 214 orang, Bukit Kedaluh 107 orang, di Sabana Teletabies atau Laut Pasir 520 orang dan 125 orang di Mentingen.

Asap dan Abu Vulkanik mencurat dari kawah Gunung Bromo di Jawa Timur, kamis (21/03). Walaupun Gunung Bromo sedang mengeluarkan asap dan abu Vulkanik sejak awal bulan maret, aktifitas warga dan wisatawan masih berjalan normal, hanya dilarang mendekat ke kawah aktif dengan radius 1 Km. Foto: Falahi Mubarok/ Terakota.id

Lokasi kunjungan destinasi wisata TNBTS disesuaikan dengan tiket masuk yang dipesan secara daring. Khusus pengunjung yang hendak ke Savana Teletabies/laut pasir bisa masuk setelah pukul 06.00 WIB. “Pengunjung dihimbau tidak membuang sampah sembarangan,”  tulis Agus Budi Santosa.

Aturan tersebut dikeluarkan sebagai upaya BBTNBTS, kata Agus, untuk mendukung para pihak dan mitra yang menggantungkan ekonomi dari kunjungan wisata Gunung Bromo. Kunjungan wisata Gunung Bromo berdampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Probolinggo.

Data yang dihimpun dari Kementerian Kesehatan terpantau 14 Desember 2020 jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 581.550. Sedangkan 21 Desember 2020 meningkat mencapai 671.778 orang. Data 29 Desember 2020 bertambah menjadi 719.219 orang.

Sedangkan  Jawa Timur menjadi provinsi urutan kedua dengan kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia setelah DKI Jakarta. Dilansir dari laman covid19.go.id, jumlah orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Timur tercatat 84.428 orang.

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini