Bersih-bersih Pantai Gerangan Tulungagung

Puluhan relawan pegiat lingkungan mekakukan aksi membersihkan pantai Gerangan, Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungungagung pada Ahad, 18 September 2022. (Foto: Ecoton),
Iklan terakota

Terakota.ID—Puluhan relawan pegiat lingkungan mekakukan aksi membersihkan pantai Gerangan, Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungungagung pada Ahad, 18 September 2022. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan world clean up day (WCD) 2022 yang diinisiasi Koordinator Komunitas Persota Mania Tulungagung, Harun.

Harun menekankan kepada relawan jika sampah menjadi tanggungjawab pribadi. Sampah yang terkumpul saat membersihkan pantai menjadi bagian tanggung jawab bersama, pemerintah dan perusahaan. “Kita harus berkolaborasi dengan semua instansi untuk mewujudkan lingkungan hidup yang bersih dan sehat,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Terakota.ID.

Puluhan relawan pegiat lingkungan mekakukan aksi membersihkan pantai Gerangan, Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungungagung pada Ahad, 18 September 2022. (Foto: Ecoton),

Koordinator WCD Tulungagung 2022  Erik Yuris  menuturkan relawan antusias mengikuti WCD tahun ini cukup, setelah pandemi dua tahun lalu. Mereka terlibat aktif dan peduli terhadap masalah sampah di pantai. Ia juga berharap semua relawan merefleksikan kehidupan yang selaras dengan alam. “Apa yang dilakukan ini bisa menjadi kebaikan di kemudian hari,” katanya.

Tokoh warga Desa Ngrejo Kecamatan Tanggunggunung Hartono mengaku senang lantaran sampah plastik mengganggu biota laut. Ia pernah menyaksikan hidung dan mulut lumba lumba terlilit plastik. “Saat itu lumba-lumba mendatangi kita, lalu kita tolong,” katanya.

Permasalahan sampah plastik di laut juga perlu diperhatikan. Lantaran sampah berasal dari sungai dan pantai sekitar selatan Tulungagung. Sehingga sampah menumpuk di pantai Gerangan saat musim hujan.

Program Advokasi dan Litigasi Ecoton Azis Manager meyampaikan relawan berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 31 karung sampah plastik. Berat total sampah mencapai 151 kilogram. Didominasi sampah kemasan plastik sekali pakai seperti: sachet, sedotan, styrofoam, botol plastik dan kemasan mie instan.

Puluhan relawan pegiat lingkungan mekakukan aksi membersihkan pantai Gerangan, Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungungagung pada Ahad, 18 September 2022. (Foto: Ecoton),

Relawan juga melakukan kegiatan brand audit atau audit merek sampah yang terkumpul, Tujuannya untuk mengetahui produsen mana saja yang mencemari pantai Gerangan, Hasil brand audit akan ditindaklanjut dengan advokasi ke beberapa produsen yang mencemari Pantai Gerangan. “Kita akan advokasi pencemaran sampah di pantai ini,” kata Azis.

Hasil brand audit sampah menunjukkan terdapat lima besar produsen yang paling banyak menghasilkan sampah. Yakni Unilever 46.6 persen, Wings 32.1 persen, indolakto 9.8 persen, indofood 5.7 persen dan Danone 5.7 persen. Kelima produsen tersebut mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mengelola kemasan dan/atau barang yang diproduksinya yang tidak dapat atau sulit terurai melalui proses alam. Sebagaimana diatur dalam pasal 15 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.